Perubahan Hati

Perubahan Hati
Kejadian di Pinggir Jalan


__ADS_3

Sehabis Dina pulang dari kantor dia langsung pulang ke rumahnya, rencananya dia akan pergi ke rumah sakit nanti sore sehabis memasak


Setelah mengganti pakaiannya dia berjalan menuju dapur dan mulai mengeluarkan bahan-bahan makanan untuk di masak


"Buat tumis cumi-cumi aja deh pasti ibu senang" gumam Dina


"Eh garam sama kecapnya habis beli dulu deh" Dina segera mengambil dompet dan melangkahkan kakinya keluar rumah berjalan menuju supermarket biar lebih hemat begitu pikirnya


Setelah keluar dari supermarket dan membeli apa yang dia butuhkan hpnya berbunyi tertera nama Ezza di sana


"Hallo Assalamualaikum" Dina mengucapkan salam


"Waalaikumsalam" jawab Ezza


"Kamu dimana? Udah sampai rumah kan?" tanya Ezza


"Aku habis dari supermarket, ya tadi udah sampai rumah tapi ada barang yang ingin aku beli" ucap Dina yang duduk di kursi depan supermarket


"Maaf ya tadi aku tidak bisa mengantarmu pulang, bahkan Kenzo juga tidak bisa mengantarmu pulang, kerjaan di sini sangat menumpuk" ucap Ezza


"Iya Za gak pa pa, aku tau kok kamu sibuk, kamu bisa nyempetin nelpon aku gini aja aku dah seneng" ucap Dina sembari tersenyum


"Ya udah kalau gitu kamu jaga diri baik-baik ya, oh ya kamu gak ke rumah sakit?" tanya Ezza


"Iya nanti sore aku mau ke rumah sakit, aku mau masak tumis cumi-cumi dulu buat ibu" ucap Dina


"Masakan kamu memang paling enak Din" ucap Ezza yang membuat Dina tersenyum malu, tentu saja Ezza tidak dapat melihat senyuman itu


"Apaan sih Za ini aku juga baru belajar, pertama kali aku masak buat kamu aja rasanya hambar, eeh terus pas yang kedua malah keasinan hehehehe" Dina terkekeh mengingat masa-masa itu ketika dia hendak membuat sarapan untuk Ezza


"Apa pun masakan kamu aku tetep makan kok Din" ucap Ezza menggoda


"Isss apaan sih gombal, ya udah kalau gitu aku tutup telponnya dulu ya" ucap Dina yang mukanya sudah memerah


"Iya hati-hati ya ingat jaga diri baik-baik, salam buat ibu" ucap Ezza


"Iya tadi kan kamu udah ngomong gitu, kalau gitu aku tutup ya wassalamu'alaikum" ucap Dina kemudian dia mengakhiri panggilan di telponnya ketika Ezza telah menjawab salam darinya


Setelah selesai menjawab telpon dari Ezza dia pun bergegas untuk pulang, namun nampaknya ia merasa ada yang aneh

__ADS_1


Dina membalikkan badannya melihat ke arah belakang kosong tidak ada siapa-siapa akhirnya Dina berjalan lagi namun lagi-lagi dia merasa ada yang aneh, dia mencoba membalikkan badannya lagi dan melihat ke belakang lagi-lagi tidak ada siapa-siapa namun perasaannya seperti ada yang mengikutinya sedari tadi di belakang


Akhirnya Dina pun berjalan dengan langkah yang ia percepat agar cepat sampai rumah namun tiba-tiba


Huppppp


Mmmmm


Mulut Dina di tutupi dari belakang oleh seseorang, Dina memberontak ingin melepaskan diri namun tenaganya tidak cukup kuat apalagi sepertinya ada dua orang yang hendak menangkapnya


Dina segera di seret untuk memasuki mobil, Dina mencoba untuk melawan namun lagi-lagi dia gagal, tangan dan kakinya sudah diikat, mata dan mulutnya juga di tutup hingga ia tidak tau bagaimana tampang sang penculik


"Ya Allah tolong hamba-Mu ini, hamba takut, siapa mereka kenapa hendak menculik ku" Dina terus saja mengucapkan doa di dalam hati meminta pertolongan pada sang pencipta agar tidak terjadi hal-hal yang buruk pada dirinya


Mobil pun berjalan namun baru sebentar berjalan sudah berhenti, nampaknya penculik itu sedang menerima sebuah telpon


"................."


"Sudah bos kami sudah berhasil menangkapnya"


".......…........."


"Baik bos"


"Tapi bos"


".................."


"Baik bos saya mengerti" akhirnya penculik tersebut mematikan telponnya


Dina tidak begitu dapat mendengar dengan jelas, pikirannya juga sudah kalut dia hanya bisa pasrah dan terus berdoa


Hiks hiks hiks


Terdengar isak tangis gadis berjilbab itu


Penculik itu membisikkan sesuatu di telinga temannya tentang perintah apa yang baru saja ia terima dari bos nya tersebut


Akhirnya mobil pun berjalan kembali, Dina terus saja menangis hingga kain penutup yang diikatkan di mata Dina menjadi basah, Dina memang tidak di bius itu juga merupakan perintah dari sang majikan para penculik itu

__ADS_1


Mobil pun berhenti di sebuah rumah para penculik itu pun menurunkan Dina dan melepaskan ikatan di tangan serta kakinya, Dina yang merasa kaki dan tangannya di lepas segera membuka penutup mata serta penutup mulutnya, dilihatnya ada dua orang yang bergegas pergi memasuki mobil lagi, wajahnya sama sekali tidak kelihatan mereka mengenakan topi dan masker


Dina melihat ke sekeliling nya dia berada tepat di depan rumahnya, apa yang sebenarnya terjadi apakah mereka salah menculik orang batin Dina


Dia pun memasuki rumahnya menenangkan diri sejenak rasa takutnya belum hilang, dia mengambil hp dan segera menelpon Ezza


"Hallo za bisa kamu ke rumah ku sekarang" ucap Dina begitu panggilan terangkat


"Kamu kenapa Din, kamu menangis?" tanya Ezza yang mendengar suara isak tangis dari sebrang sana yang membuat Ezza khawatir


"Za aku takut" ucap Dina air matanya tidak berhenti mengalir


"Dina kamu tenang dulu aku akan segera ke sana" ucap Ezza yang langsung memutar arah mobilnya, di tancapkannya gas mobil agar mobil berjalan dengan cepat, tadinya dia mau menemui klien di hotel namun dia urungkan karena menerima telpon dari Dina


Sesampainya di rumah Dina Ezza segera berlari mencari keberadaan Dina


"Din kamu kenapa?" tanya Ezza yang sudah duduk di samping Dina yang sedang memeluk kedua lututnya


"Za aku tadi..... hiks hiks" Ezza mengelus puncak kepala Dina yang tertutup jilbab, perlahan tangannya merengkuh pundak Dina berusaha menenangkan wanita itu


"Kamu jangan takut ada aku di sini" ucap Ezza lembut, sebenarnya apa sih yang terjadi batin Ezza


"Apa salahku?"


"Kenapa mereka menangkap aku?"


"Siapa yang melakukan ini kepada ku?" rancau Dina


"Din ceritakan apa yang sebenarnya terjadi" perintah Ezza dengan lembut


"Za mereka ..... mereka tadi menangkap ku" ucap Dina


"Mereka siapa?" tanya Ezza


"Aku tidak tau, aku tidak tau" Dina masih membayangkan apa yang terjadi pada dirinya tadi


"Dina sekarang semua sudah berlalu, aku akan menyelidiki masalah ini nanti, kamu istirahat dulu ya" ucap Ezza dia membantu Dina berjalan ke arah kamarnya


"Tidurlah Din aku akan menjagamu di luar, kalau kamu membutuhkan sesuatu panggil saja aku" ucap Ezza kemudian dia menutup pintu kamar Dina

__ADS_1


Ezza langsung mengambil hp nya dan menghubungi seseorang


"Din aku akan menjaga mu, kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi" ucap Ezza yang menatap pintu kamar milik Dina


__ADS_2