Perubahan Hati

Perubahan Hati
Wanita Resepsionis


__ADS_3

Tiba-tiba


“Permisi pak bu, pak Ezza nya ada di dalam” tanya seorang wanita


“Bukannya ini resepsionis itu” batinku


“Ya ada di dalam” jawab kenzo sembari membukakan pintu untuk wanita tersebut


“Terima kasih” ucapnya ramah


Aku yang penasaran akan orang tersebut segera bertanya pada Kenzo “Siapa dia?”


“Hah, itu pegawai disini bagian resepsionis” jawab Kenzo agak ragu-ragu


“Aku juga tau dari pakaiannya, maksudku apa hubungannya dengan kak Ezza?” tanyaku lagi


“Hubungannya ya atasan dan bawahan”


jawabnya sembari memakan bekal yang ku berikan


“Ngapain seorang resepsionis sering datang ke ruangan direktur utama” tanya ku


“Sering?” kenzo berhenti menyuapkan nasi ke mulutnya berhenti sejenak seakan mencari sebuah alasan “Ya karena ada keperluan pekerjaan” jawabnya lagi


“Isss dasar kamu kira aku bodoh apa, mana ada seorang resepsionis yang melapor langsung pekerjaannya ke direktur utama dan lagi tadi wanita itu membawa tas yang berisi sebuah kotak, kalo aku tidak salah tebak isinya kotak makan karena ini jam makan siang” ucapku aku juga mengingat bahwa kemarin hari pertama aku bekerja perempuan itu membawa tas yang sama, itu merupakan tas khusus kotak makan apa ini alasan kak Ezza tidak mau makan siang denganku


Kenzo sedikit terkejut mendengar perkataanku “Ini kamu sendiri yang masak enak banget sihh, udah cantik pinter masak lagi”


Hah ngomong apa sih dia, dia sedang mengalihkan pembicaraan kan


***


Jam pulang kerja pun tiba aku menunggu sebentar sampai pintu direktur utama terbuka

__ADS_1


“Kak anterin aku pulang donk” pintaku sembari mendekat ke arahnya


“Aku masih ada urusan kamu bisa naik taksi sendiri ya, apa perlu aku pesenin taksi online?” ucapnya


“Oh ya udh gk usah aku bisa mesen taksi online sendiri” ucapku kembali ke meja dan merapikan barangku


“Hati-hati di jalan” ucapnya pergi meninggalkanku beserta asisten pribadinya siapa lagi kalau bukan Kenzo


Aku menuruni lift dengan lesu ntah apa yang membuat hatiku sedikit ganjal


“Oh iya kotak bekalku kan masih diruangannya kak Ezza” aku menaiki lift lagi menuju lantai paling atas “Dikunci ngak ya” aku mencoba membuka pintu itu ternyata tidak di kunci aku segera masuk dan mencari kotak bekal ku disekitar meja namun tidak ketemu, aku melihat sesuatu tergeletak di bawah lantai “Ahhh itu dia kotak bekalnya kok ditaruh dibawah lantai sih, loh kok masih berat” ketika aku membuka kotak itu ternyata makanan yang ada di dalamnya tidak disentuh sama sekali, ada perasaan kecewa kala itu aku memasukkan kotak bekal itu kedalam tas dan pergi beranjak dari ruangannya


“Kalo gak mau makan apa harus di taruh di lantai, apa derajat makanan sama dengan kaki, gak menghargai banget sih” aku menggerutu sepanjang jalan


***


POV POV


Tin Tin


Suara klakson mobil terdengar wanita itu berjalan mendekati mobil dan memasuki mobil tersebut duduk di bagian belakang bersebelahan dengan seorang pria yang tak lain adalah bos nya direktur utama di perusahan tempat dia bekerja


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihatnya dari kejauhan


Hening tidak ada percakapan dalam mobil tersebut hingga tiba di sebuah rumah minimalis berlantai satu, gadis itu pun turun dari mobil dan tak lupa mengucapkan terimakasih kepada atasannya itu.


Atasan? Benarkah dia cuma menganggap pria tersebut atasannya, hati manusia memang tidak mudah untuk di tebak, bukankah hati manusia dapat berubah-ubah hanya dengan kedipan mata


Pria tersebut hanya memandang punggung gadis itu yang perlahan menghilang dari pandangannya, perlahan mobil mulai berjalan pria tersebut mengalihkan pandangannya lurus ke depan tatapannya kosong, perlahan dia mulai memutar memori masa lalunya itu, masa dimana ketika dia dan teman-teman nya mengenakan seragam putih abu-abu


“Bos bos” “Bos bos” panggil Kenzo berkali-kali berusaha menyadarkan bosnya itu dari lamunan masa lalunya


“Emmmmm” ucapnya ketika pikirannya sudah kembali di masa sekarang

__ADS_1


“Sudah sampai rumah bos” ucap Kenzo


Bosnya itu melihat ke sekelilingnya kemudian langsung membuka pintu mobil dan turun dari mobil


“Eh tunggu dulu bukannya harusnya pintu mobilnya di bukain ya sama bawahan” gumamnya dan langsung menoleh kearah mobilnya yang perlahan berjalan meninggalkan halaman rumah yang luas


“Pamit bos besok saya jemput” ucap Kenzo sambil berteriak dengan entengnya


“Dasar asisten kekurangan akhlak, untung aku baik” ucapnya sambil berjalan memasuki pintu rumahnya, seperti biasa dia di sambut oleh para pembantu yang bekerja di rumah nya


“Sudah pulang Za” tanya mama nya yang sedang menuruni tangga, dia melihat putranya sedang duduk di sofa, ya sedari tadi mama nya menunggu kepulangan putra nya


Dia menoleh ke arah mamanya itu “Iya ma” jawabnya sembari menyeruput minuman yang baru saja disiapkan oleh pembantu nya


“Sheryl udh balik dari luar negeri dan sekarang dia juga sudah mulai bekerja di kantor kamu, terus gimana?” tanya sang mama yang sudah duduk di sofa ruang tamu bersebelahan dengan putra kandung satu-satunya itu


“Ya lumayan bagus pekerjaannya apalagi untuk pemula, kirain dia cuma mengandalkan jalur belakang” ucapnya seakan-akan meremehkan sekretarisnya itu, ya tentu saja dia juga sudah mengetahui rencana kedua orang tuanya


“Isss bukan itu, maksud mama gimana sama acara pernikahan kalian?” tanya mama antusias


“Ma itu terlalu cepat” ucapnya seperti enggan membicarakan tentang perjodohan yang sudah di atur oleh kedua orang tuanya


“Kamu benar juga ya” ucap mama yang membuat putranya itu menghela nafas lega


“Gimana kalau tunangan dulu aja” lanjut mama nya masih dengan antusias nya


“Hah” dia melongo bukan itu maksudnya, ingin sekali dia bilang bahwa dia tidak menyetujui perjodohan ini namun sekarang bukanlah waktu yang tepat


“Ma aku capek mau ke atas dulu” ucapnya kemudian langsung beranjak menaiki anak tangga dan memasuki kamarnya, pikiran dan tenaganya sudah lelah setelah bekerja seharian


Mamanya hanya terdiam memikirkan kapan waktu yang tepat untuk pergi ke rumah orang tua Sheryl dan membicarakan masalah perjodohannya, apakah langsung menikah atau tunangan dulu baru menikah


“Kalau langsung menikah pasti langsung punya cucu tapi apa terlalu cepat untuk menikah jangan-jangan mereka lagi menikmati masa pacaran sebelum ada si kecil yang mengganggu mereka apalagi Sheryl baru pulang dari luar negeri, tapi kalau tunangan dulu nanti cucu nya ke tunda deh tapi mereka bisa bersenang-senang sebelum ada si kecil yang ganggu, ah bingung harus tanya papa nih” gumamnya larut dalam pikirannya sendiri

__ADS_1


__ADS_2