Pisau Luka

Pisau Luka
episode 9


__ADS_3

gino pergi begitu saja meningalkan salsa di meja makan


gino mulai tidak pokus bekerja di raungannya , perkataan salsa begi memnghatui pikiran nya hingga mengangu pada pekerjaanya


gino termenung sebentar mencerna kata demi kata yang salsa lontarkan padanya saat brada di meja makan


"wanita itu" gumam gino saat membayangkan wajah cantik nan sendu salsa


"hmm, menarik juga, aku akan memaafkan kelemahan nya, aku memang berniat menyakitinya tapi bukan brati tidak akan pernah" gumam gino dengan seringai kejamnya


gino sudah memikirkan rencana gila yang akan dia lancarkan nanti, demi membalas kematian sang orang tua gino brani mempertaruhkan segalanya bahkan nyawa, karna menurut gino nyawa harus di bayar nyawa, tidak ada uang yang mampu membeli nyawa sesorang kecuali seorang murahan


setelah berpikir dan berimajinasi cukup kejam gino berniat pergi ke kamarnya


Ckleek


gino terlihat heran sembari mengernyit kan keningnya melihat kamarnya sepi, tak lama ada suara gemercik air dari dalam kamar mandi


gino dengan santay nya duduk di sofa kamar sembari menunggu sesorang kluar dari kamar mandi


tak lama salsa kluar , baju lengkap namun rambut basah


untung saja salsa membawa baju sebelum pergi mandi karna salsa masih tau diri di mana dia brada sekarang


deg


jantung salsa berdebar kencang bukan karna cinta namun, orang yang sangat dia benci ada di sini salsa sudah mentusun rencana untuk pergi dari pulau ini, menghadapi orang di depan nya yang licik itu harus menggunakan akal yang licik juga, bagai mana pun salsa harus keluar dari sangkar ini.


"lama sekali"ujar gino masih memainkan ponselnya


salsa hanya diam masih setia berdiri dari hadapan gino


, gino menyimpan ponselnya dalam saku celana mulai menajamkan tatapan nya


" apa kau tidak lelah berdiri seperti itu? nona"kesal gino dengan wajah yang datar melihat salsa hanya diam menatung di hadapan ya


salsa heran ada apa dengan gino? apa dia membuat rencana baru lagi? kalo iya itu bagus salsa pasti bisa memanfaatkan nya


"ada apa tuan? " tanya salsa dengan santay nya duduk tidak jauh dari gino

__ADS_1


"jika kau ingin kluar dari pulau ini,tentu aku punya syarat syarat tertentu"ujar gino dengan santay nan dingin


" hmm, menarik permainan apa lagi yang akan kau mainkan gino"batin salsa penasaran


"emm, tapi kan aku tidak pernah bilang jika aku ingin kluar dari pulau ini" jawab salsa dengan lancar masih dengan santainya


"emm baiklah" batin gino dengan senyum seringainya yang tipis


"emm, terserah pada mu nona, besok aku akan pergi dari pulau ini, satu minggu dalam sebulan aku akan mengawasimu " ujar gino hendak pergi namun terhenti


"baiklah aku setuju" putus salsa melihat gino yang akan pergi


gino memutar badan nya melihat salsa yang sedikit ada ke raguan di matanya


"apa kau siap menerima syarat yang ku ajukan?" tanya gino dengan tegasnya


"apapun, apapun syaratnya aku akan menyetujui nya asal aku kluar dari sangkar ini dan bertemu kluarga ku" jawab salsa mulai menurunkan nada nya


"baikla" gino kembali ke tempatnya semula , gino mengambil kertas juga pen tak jauh dari tempatnya, gino mulai mengores kertas putih dengan tinta hitam


"tanda tangan jika kau setuju, jika tidak aku tidak peduli " ujar gino memberikan kertas yang sudah ia tulis ke pada salsa


"apa apaan ini?!, kenapa aku hanya boleh melihat kluarga ku dari jauh?, aku juga harus menjaga jarak dengan orang lain jika kluar, dan ini apa ini? aku tidak boleh kluar sebelum kau mengijinkan ku? " protes salsa dengan kesal


"kau tidak trima? itu bukan masalah, nikmatilah hari harimu di pulau yang indah ini " jawab gino dengan seringai tipis nya


"baiklah tuan muda gino, aku akan menandatangani nya" putus salsa menandatangani surat perjanjian itu


sebenarnya perjanjian itu masih banyak lagi tentang


tidak boleh mencampuri urusan gino


juga gino bebas melakukan apapun


namun salsa tidak peduli jika surat perjanjian itu hanya menguntungkan gino yang penting melihat kluarga nya dia sudah bahagia walau belum sepenuhnya


"berkemaslah,besok siang kita akan pergi dari pulau ini " ujar gino berlalu pergi meninggalkan salsa sendiri


sebelum gino pergi ke ruang kerja nya gino pergi ke ruangan sahabat yang sudah membantunyaengurus pulau juga anak buahnya

__ADS_1


"kei " sapa gino menepuk pundak sahabatnya yang bernama keiden


"hey bro ada apa lagi? " ujar kei yang dari tadi sedang memperhatikan anak buahnya olahraga di dekat pantai juga ada yang beberapa hanya berjemur


"aku harus pulang kei bisa kau menjaga mereka lagi? aku benar benar butuh bantuan mu, prusahaku juga sedang ada sedikit ganguan " ujar gino menatap laut lepas


"tenang saja bro kita sudah bersahabat sejak lama, jika terjadi apa apa dengan perusahaan mu lasung hubungi aku "ujar kei menepuk bahu gino dan merangkulnya sebagaimana sahabat


" emm bagaimana dengan kluarga mu?"tanya gino basa basi


"ya mereka masih berniat menjodoh jodohkan ku, dengan para wanita gila" ujar kei dengan tawanya


"hmm, baiklah kei, Fero trus menanyakan kabar mu " ujar gino terkekeh


"najis, sampaikan pada bujang lapuk itu jangan trus terusan melajang " sahut kei dengan kekehan geli nya


setelah gino puas bercanda dan mengobrol dengan kei gino langsung pergi menuju raung kerja nya


saat gino merapihkan berkas berkasnya tak sengaja sebuah kain dengan darah yang sudah mengering terjatuh dari hipitan buku


gino langsung mengambilnya , hingga mengigat darah siapa yang sedang dia pegang


malam pengantin gino mengambil keperawanan salsa gino langsung mengelap miliknya dengan kain itu sebagai tanda penderitaan pertamakali salsa


gino tidak ada apa berpikir jernih lagi saat mengingat bagai mana malam pertamanya dengan orang wanita perawan, biasanya gino bermain wanita malam dan tentunya wanita wanita itu sudah bukan perawan lagi


"penderitaan yang sangat indah" gumam gino mengingat betapa memohonnya salsa saat gino mulai bermain di intim salsa


gino tak mau lagi memikirkan yang menurutnya hanya menguras akal juga napsu ke kelakianya


dengan cepat gino merendam dirinya di air dingin, dalam kamar mandi ruang kerja gino


ruang kerja gino bukan hanya untuk bekerja tapi juga seperti kamar kebanyakan, jika gino lelah bekerja tak perlu repot repot berjalan ke kamarnya, tingal merebahkan diri dan mmenutup mata.


tak brapa lama gino kluar dari kamar mandinya, dengan handuk yang hanya di lilit di pinggang berotinya, gino mengambil beberapa setel pakaian dalam almari yang sudah tersedia dalam ruangan nya.


setelah itu semua di lakukan gino , gino langsung membaribgkan tubuhnya di kasih yang tidak sebesar kasur kamarnya namun masih nyaman untuk di pake tidur daann...... gino pun terlelap dalam tidur nya


 

__ADS_1


pisau luka 💙


__ADS_2