Pisau Luka

Pisau Luka
episode 6


__ADS_3

salsa yang masih diam di tempat nya, membuat gino tersenyum dengan senyuman haks nya tentu itu bukan senyuman manis nya


"apa mau mu tuan? hingga kau menjadi pengecut seperti ini? buka kah sudah ku bilang waktu itu bukan kami yang membunuh orang tua mu"ucap salsa setelah sedikit tenang dengan diri yang masih kusut


" kau bilang itu bukan kluarga mu?! jika bukan kalian, mana buktinya? buktinya mana? tidak adakan?,aku yang pengecut apa kalian!!!AKU MENIKAHI MU HANYA UNTUK BALAS DENDAM BUKAN YANG LAIN INGAT KAU MENIKAH DENGAN KU ITU HANYA MENJADI BUDAK KU BUKAN ISTRI KU"ujar gino dengan urat lehernya yg terlihat seperti menahan amarah


salsa langsung lari ke arah pintu kluar di dekat gino dengan keberanian nya salsa sudah memegang pintu yang blum sempat gino tutup rapat, namun dengan sigap gino langsung mencekal salsa hingga wanita itu terbanting ke ranjang , gino langsung mengunci pintu kamar nya lalu menghampiri salsa yang brusaha menjauh darinya


dengan gesit gino skali lagi membanting salsa ke ranjang dengan keras, salsa yang sudah di bawah dekapan gino mulai meronta ronta


"LAYANI AKU MALAM INI, SAYANG" bisik gino di telinga salsa yang sudah menagis


salsa ingin memendang adik kecil gino namun kaki nya sudah di kunci rapat oleh gino hingga salsa mulai pasrah pada keadaan nya


gino mulai ******* habis bibir tipis salsa dengan rakus, sementara salsa hanya diam dengan air mata yg tidak bisa di hentikan


salah satu tangan gino mulai membuka baju salsa hingga polos tampan sehelai benang pun gino yang melihat tubuh polos salsa yang langsung membangkitkan gairah nya, langsung ikut membuka pakaian nya hingga sama sama polos


dengan kasar tangan gino mulai bermain pada inti kewanitaan salsa hingga salsa mendesah di sela tangisnya


"ja-ngan ku mohon...." ucap salsa sedikit berbisik di telinga gino


"tanang sayang, kamu akan mendapatkan kenikmatan yg lebih dari lelaki mana pun yg pernah kamu tiduri " ujar gino dengan napas yg sudah tak bratur juga suara serak nya


Tampa aba aba gino langsung memasukan timun besar nya tampa aba aba hingga membuat salsa menjerit kesakitan, namun gino ya tetap gino dengan hentakan keras gino tidak memperdulikan tangisan juga jeritan salsa yang membuatnya makin bergairah


"arghh sa-kit ahh ku-mohon hentikan sa-kit" ujar salsa sedikit berbisik terlihat salsa yang sedang menahan sakit


gino yang sama sekali tidak terganggu dengan ucapan salsa langsung Mel*mat habis bibir tipis nya hingga pagi permainan gino berakhir , gino menatap puas salsa yang sudah pingsan di bawahnya, sembari menatap tubuh polos yang ia tinggal kan tanda kepemilikan dimana mana


hingga tatapan nya brakhir pada kl*min salsa yang berdarah menujukan bwaha salsa masih prawan


gino tersenyum melihat darah salsa menempel pada milik nya ,hati gino begitu bahagia melihat penderitaan salsa yang menurutnya pantas di dapatkan olehnya juga kluarga nya


sementara di mosion salsa


ciko juga Rey sangat kaget setelah mereka melihat nama gino juga salsa ada di KUA

__ADS_1


dengan amarah ciko menyuruh semua anak buah nya untuk mencari gino hingga ke lubang terkecil pun


dari hari mreka tau bahwa salsa menghilang tampa kabar juga tidak bisa di lacak


ciko menduga jika gino yang menculik salsa


Hingga Rey dan ciko datang langsung ke diamana gino yang sepi tampa ada tanda tanda kehidupan


kecurigaan ciko mulai menjadi saat melihat rumah ciko yg sepi


ciko dan Rey mulai memutuskan untuk pergi ke kantor gino


dengan cepat ciko dan juga Rey pergi menuju GVN group


dengan sedikit berlali Rey langsung menanyakan pada Repeonis kantor GVN group tersebut


"semata siang ada bisa kami bantu pak" tanya salah satu Repeonis dengan sopan


"bisa bertemu dengan pak gino? " ucap Rey dengan tegas


"anda sudah buat janji dengan bliau? "tanya lagi Repeonis


repeonis yang bernama tag via itu langsung menelpon sekertaris gino , tak lama telpon tersambung terdebgar suara Faro dalam telpon, tak lama telpon pun teeputus


" silahkan pak"ujar via sopan


tampa curiga sedikitpun Rey langsung melangkah menuju lift lalu menekan angka 22~selang beberapa menit Rey sudah sampai pada lantai yg di tuju nya


dengan tidak sabaran da tergesa-gesah gesah Rey berteriak di ruangan itu dengan kencang


" algino kluar kau" triak Rey di depan salah satu pintu raungan yg terkunci


tiba tiba suara bariton yg sangat Rey kenal mucul dengan tegas juga kedinginan nya


"jaga sopan santun anda tuan!"tegas FERO tiba tiba sudah di hadapan Rey


" TUAN FARO, KAU SEMBUNYIKAN DIA DIMANA? "sambar Rey masih dengan nada tak bersahabat

__ADS_1


" Tenangkan diri mu Rey, sudah lama kita tida bertemu"ujar Faro tiba tiba dengan bahasa noformal nya


"tenang kau bilang? dia sedang kesakitan , gino pasti membuat dia terluka cukup dalam" ujar Rey sembari membayangkan gino berbuat kekerasan pada salsa


"aku tidak bisa membantu mu, ini juga salah mu dan kluarga itu, kalo benar kalian bukan pelakunya pasti ada buktinya , bukan? " ujar Faro memalingkan wajah nya yg mulai brubah


tiba-tiba tubuh Rey mrosot ke lantai dengan menundukan kepalanya


"bagai mana cara aku membuktikan kalau, kluarga itu juga aku tidak bersalah sedang kan kalian bukanya mencari bukti malah menyalahkan kami" jelas Rey sembari berusaha berdiri


"aku sebenarnya ingin slalu ada bersama kalian tapi, aku harus memperjuangkan kebenaran ini Fero" lanjut Rey setelah berhasil berdiri


"setelah banyak kenangan bahagia kita saat kecil , semuanya harus berakhir dan menjadi orang asing? hanya karna tragedi itu" ujar Faro dengan tangan yg terkepal juga air mata yg mulai turun


"Kalou kau ingin kita semua bersama lagi, cari bukti dan jangan dengarkan ucapan hana, dia ular yg berbahaya"ujar Rey sebelum pergi dari ruangan gino dengan menahan tangis nya Rey pergi dari kantor GVN


" dasar ular sialan gara gara dia menghilangkan bukti , kluarga ku menjadi trancam "gram Rey dengan memukul stir


telpon Rey berdering dalam saku celananya


" hal.... "sebelum Rey mengatakan sesuatu sudah di sela oleh penelepon


" Rey cepat ke rumah sakit "sela sang penelepon langsung mematikan telpon nya


" apa lagi ini, arghh "


dengan cepat Rey langsung mencancap gass menuju rumah sakit klurga nerendra


tak lama Rey memarkirkan mobil nya tiba-tiba seorang lelaki dengan tubuh tegap dan kekar seperti algojo menghampirinya


"mari tuan Rey saya tujukan jalan nya" ujar algojo itu setelah menghampiri Rey


dengan tergesa-gesa Rey mengikuti algojo itu hingga melihat ciko yg sedang duduk di bangku tunggu


-------


pisau luka

__ADS_1


maaf baru bisa up 🙏


__ADS_2