Pisau Luka

Pisau Luka
episode 12


__ADS_3

zico menyadari bahwa ini adalah prakangkap bagi kluarganya juga kluarga sendra tapi semua ini sudah terlambat satu satunya jalan hanya dengan ada nya bukti rekaman CCTV


namun kenapa orang yang ia perintahkan untuk membawa rekaman itu tak datang datang atau memberi kabar, zico mulai mengerti situasinya


"sayang kau harus pergi ke rumah ibu untuk sementara waktu" ucap zico tiba tiba, membuat Gita mengerutkan keningnya


"kenapa tiba tiba seperti ini "bingung Gita sembari menatap putrinya


"ada masalah besar yg sedang menanti kita, aku tidak ingin kau dan putri kita menjadi korban"jawab zico menatap sayang salsa yang masih berada di dekapan ibunya


" tapi aku mau sama kak Rey"sahut salsa kecil dengan luguhnya


"hey kenapa mau sama kak Rey?" tanya Gita


"karna kak Rey tampan" celotehan salsa kecil bgitu saja lolos dari bibir mungilnya


membuat dua orang tuanya ter kekeh mendengar pernyataan gadis polos nan luguh


"baiklah kak Rey mu akan ikut nanti"ucap zico mengelus puncak kepala putrinya sayang


setelah percakapan kluarga itu brakhir zico langsung menyuruh anak buah nya untuk mengawal juga menjaga kluarganya di perjalanan untuk berjaga jaga apa bila memang ada musuh yang menargetkan kluarga nya


salsa, Gita , zico dan juga rey sudah brada di bandara kluarga nerendra, hanya salsa, Gita,dan rey yang pergi sedang kan zico akan mencari akar permasalahan juga solusi untuk mengatasi masalahnya


" jaga dirimu baik baik sayang"ucap Gita sembari memeluk dan ******* bibir suaminya


"pasti dan juga jaga dirimu dan putri kita sayang" ujar zico mengakhiri pelukannya saat melihat putri juga anak angkatnya kembali dari pembuangan air


"papah! " ucap salsa sedikit berteriak, langsung melompat ke pelukan ayahnya"pah, apa papah ikut ke rumah nenek? "tanya salsa


" tidak sayang kan sudah ada kak rey yang akan menjagamu di sanah"ujar zico melirik rey yang hanya bediri tegak dengan senyuman di bibirnya


setelah itu Gita , salsa , juga rey pergi menuju Amerika di mana tempat lahir zico


"ma, kenapa dengan mama? " ujar salsa melihat raut gelisah ibunya


"apa ibu sakit? " lanjut rey dengan cemas


"ti'tidak tentu tidak mama cuma memikirkan keadaan ayah kalian" jawab Gita memeluk rey juga salsa


"ibu apa nanti aku boleh menikahi putrimu? dan menjadi anak mu seutuhnya? " tanya rey dengan brani


Gita terkejut mendengar pertanyaan yang di lontarkan rey padanya


"bila kalian berjodoh, sejauh apapun air mengalir pasti akan kembali ke tempat semula" jawab Gita dengan senyumnya

__ADS_1


"sejauh apapun air mengalir? apa itu maksud nya bu? " tanya rey penasaran


"saat dewasa nanti kamu akan tau, biarlah waktu yang menjawab pertanyaan mu" balas Gita mengusap kepala rey dengan sayang


"aku sayang ibu juga tuan" ucap rey memeluk sayang Gita, Gita membalas pelukan rey sayang


"yasudah kamu istirahat dulu gih, ibu mau bawa salsa ke kamar dulu " ucap Gita melirik salsa yang sudah pulas tidur di pelukannya


-zico_


"apa?! hilang? " heran zico saat mendapat laporan dari orang suruhan nya


"lalu bagai mana barang buktinya? " tanya zico dengan serius


"kami masih brusaha mencari tuan"lapor anak buah zico dengan pelan


" baiklah cari hingga ketemu bila masih tidak ada kemajuan suruh semua orang berkumpul di markas"ujar zico mematikan sambungan nya secara sepihak


zico terlihat sedang memijit pelipisnya dengan pikiran yang masih kacau


"siapa sebenernya yang ingin menghancurkan kluarga ku" gumam zico sembari memgitak atik laptop nya


zico trus mengutak-atik laptopnya hingga tak sengaja membuka galeri(tempat penyimpanan poto)


mata tajam zico tertuju pada salah satu potonya yang masih muda, terlihat dalam poto itu 3 orang yang sedang mengunakan pakaian SMA sedang berpose


"leona " gumam zico masih menatap poto itu tanpa henti


"apa ini ada hubungan nya dengan dia?, hmm baiklah aku harus menanyakan ini padanya" ucap zico sembari menelpon seseorang


"tolong buatkan jadwal ku bertemu nona leona grisea"ujar zico


" baiklah tuan"jawab orang di sebrang sanah


setelah itu zico memutuskan sambungan nya dengan cepat tampa sepatah kata pun


"baiklah sekarang sampai di sini dulu, besok pasti ada kemajuan, ya semoga dan pasti" gumam zico menyemangati dirinya


'kembali ke Amerika'


Gita, rey, dan juga salsa sudah sampai di kediaman nenek diana eliza denendra


"sepertinya memang ada yang ingin menghancurkan kluarga kalian" ucap nenek diana dengan serius


" ya begitulah bu,aku takut terjadi apa apa dengan suami mu bu,apa lagi dia sendiri di sanah menyelesaikan masalah ini"ujarr Gita dengan isak tangis nya menumpahkan kegelisahan nya

__ADS_1


"tenaglah,anak ku pasti bisa menyelesaikan ini,sebaiknya salsa tinggal kan disini bersamaku saja,aku takut jika cucu ku di incar menjadi kelemahan kalian " ucap nenek diana


"baiklah bu" ucap Gita sembari memeluk nenek diana


terdengar suara salsa yang sedang menagis sembari rey yang juga membuntuti dan menbujuk


"ayolah nona cantik jangan ngambek ya" bujuk rey sembari berusaha menghapus air mata salsa namun salsa menempisnya


"ada apa ini?" tanya nenek diana melihat rey dan juga salsa


rey bukanya menjawab walah memunduk ,akhirnya Gita mendekati salsa dan mengendongnya lalu berbisik


"ada apa? " bisik mamah Gita di tlinga salsa


"aku lagi akting ma, kak rey gk mau beliin aku es yang di deket jalan" bisik salsa balik degan lancar


seketika mamah Gita tertawa karna jawaban anaknya


, nenek diana terheran heran melihat menantunya berbisik kemudian tertawa, begitu juga rey


"jika mau ess beli aja rey" ucap Gita sembari menyerah kan uang pada rey


"bukan begitu bu, tapi aku takut salsa sakit perut setelah makan es ini kan musim dingin juga bu" jawab rey masih menundukan kepala nya


seketika Gita terdiam, apa benar anak ini benar benar menjaga putrinya dengan baik .


"baiklah baiklah, ayo cucu cucu nenek Gita buat kue dari pada makan es " ucap nenek diana memecah kesunyian


"tapi nek salsa mau es hiks hiks" ucap salsa dengan tangisan nya


"ayolah dek nanti kakak buatin kamu kue bentuk love" ujar rey berhasil menghentikan tangis salsa


"benar ya? "sahut salsa mengusap air matanya


" iya yuk "salsa dan rey pergi ke dapur terlebih dahulu sementara nenek diana masih duduk di posisinya


"apa kamu mau ikut membuat kue? " ajak nenek diana


"tidak bu lainkali saja , aku ingin menelpon suamiku dulu" jawab Gita memegang ponselnya


salsa yang terlihat sudah putih bak patung juga rey yang belepotan karna tepung, juga dapur yang sudah brantakan sanah sinih


"hey cucu cucu nenek ada apa ini?! "ucap nenek diana kaget melihat dapurnya brantakan juga cucunya yang saling lempar telung


" maaf"seru mereka berdua

__ADS_1


__________


pisau luka 💙


__ADS_2