
sore harinya salsa ikut menemani meeting di cafe pinggir pantai, salsa duduk di pinggir kursi dekat jendela memperlihatkan pantai yang ramai pengujung yang sedang berlalrian kesana kemari dengan bersorak ria
"andai aku sebebas itu" gumam salsa melihat orang dewasa maupun anak anak berari-rarian dengan bahagia
"maaf nona apa ada yang anda inginkan? " tanya Rey melihat salsa yang trus memandagi kluar jendela
"tidak"jawab salsa sedikit gugup
Rey hanya tersenyum tipis melihat tingkah laku salsa , sebenar nya Rey mendengar gumam salsa karna jarak tempat duduk mereka tak terlalu jauh
" Baik lah nak ayok kita pulang "ajak ciko setelah meeting nya selesai
" maaf Pak ciko nona salsa akan pulang dengan saya "jawab Rey
salsa yang mendengar itu hanya bisa melongo sembari menatap wajah Rey dengan aneh
" hmm baiklah Rey, aku percaya pada mu bisa menjaga putri kesayangan ku dengan baik "ucap ciko sambil menepuk pundak Rey dengan lembut
Rey yang di beri kepercayaan itupun membalas ciko dengan senyum tipis nya
" baiklah jika begitu ayah duluan ya nak, tolong jaga baik baik putri kesayangan ku ini Rey"ujar ciko mengusap ujung kepala salsa dengan lembut
setelah ciko kluar dengan anak buah nya salsa pun angkat bicara
"apa yang kau lakukan? " tanya salsa dengan mata tajam nya
"bila anda tidak ingin melihat pantai lebih lama , mari saya antar pulang" ujar Rey segera bangkit dari duduk nya , sebelum Rey melangkah suara salsa menghentikan langkah nya
"ja-jangan pulang dulu aku masih ingin berlama lama"ucap salsa dengan sedikit gugup
sebelum Rey berbicara salsa sudah kluar cafe terlebih dulu mendekati pantai yang ramai pengunjung
" masih tetap sama seperti sebelumnya"gumam Rey dengan senyum tipis nya
sementara salsa yang sudah ada di bibir pantai menikmati ombak air kecil menyentuh kaki jenjang nya, dengan menjingjing spatu nya berlali kesana dan kemari, sementara Rey yang masih mengawasinya hanya tersenyum menampilkan lesung pipi nya
selang beberapa menit salsa menikmati ombak air juga sore yang indah , harus berakhir dengan wajah cemberut nya
"mari nona sebelum malam tiba" bujuk Rey yang masih melihat salsa mengabaikan nya
"kalo nona mau pulang sekarang, nanti nona bisa datang kapan pun nona mau" ujar Rey membuat salsa melirik nya
"benar? apa ayah akan marah?"tanya salsa dengan senyum yang mulai redup
__ADS_1
" itu urusan saya, mari nona"Rey dan salsa pulang dengan mobil merah kesayangan salsa yang selalu di bawa kemana mana
"emm kak Rey bisakah kita tidak terlalu formal? "tanya salsa ragu ragu, sembari meremah jarinya
Rey melirik sekilas lalu pokus kembali pada jalan di depan nya dengan seyum tipis trukir di bibir tipis nya
"apa kamu tidak marah lagi? " tanya Roy yang masih pokus mengemudi
"tentu masih marah tapi"salsa berhenti brucap dengan ragu mengakat kepala nya untuk melihat Roy" Tapi kan itu sudah berlalu, jika aku memikirkan masalalu trus kapan aku akan melangkah ke masa depan?"sambung nya lagi
Roy yang mendengar itu spontan melihat ke salsa yang sudah menunduk dengan meremas rok nya, sekilas Roy terseyum melihat tingkah salsa yang gugup
"Baiklah, sal kita sudah sampai "ucap Rey setelah sampai musion Nerendra
sementara salsa tertegun mendegar pangilan Rey, yang menurutnya Rey sudah kembali seperti dulu
"kak Rey mau masuk dulu? " undang salsa masih berdiam diri dalam mobil
"iya, aku memang akan mampir sebentar untuk bertemu CEO "ujar Rey dengan senyum tipis nya
salsa dan Rey masuk di sambut sang ayah dan ibu yang sedang bercanda tawa di dalam ruang kluarga
" sudah pulang nak"ujar sang ibu yang lasung menuntun salsa duduk di sebelahnya
" baiklah, ayo keruang kerja ku"ajak ciko di ekori Rey dari blakang
sementara di tempat lain
seorang lelaki dengan pakaian formalnya yang sedang memikirkan balas dendam dengan berbagai cara dengan orang wanita di samping nya
"jadi?" tanya sorang wanita itu dengan penasaran
"aku akan melakukan nya demi balas dendam orang tua ku" putus nya tegas
"keputusan yang bagus gino, dengan begitu dendam kluarga kita akan terbalaskan"seru wanita itu
" baiklah aku akan kembali ke mosion ku untuk memikirkan bagai mana caranya aku menikahi wanita sialan itu"ujar gino berdiri meningalkan ruangan nya dengan wanita dewasa yang tak lain adalah hana lauren sepupu dari algino givano
"haaaaah, dengan kehancuran kluarga sialan itu perbuatan ku tidak akan di ketahui oleh siapapun " gumam hana dengan seringai jahat nya
'gino'
gino yang sudah berada dalam musion nya yang magah bak istana nya, dengan wajah yang tagas dan dingin gino melangkah masuk seperti biasanya
__ADS_1
"pak dani! " seru gino
dari arah dapur terlihat lelaki paruh baya berlari dengan tergesa-gesa
"iya tuan"ucap nya sembari menundukkan kepala
sementara gino yang memainkan hanpon nya hanya menjawab tampa mengalihkan perhatian nya
" antar makan malam ku ke atas "ucap nya berlalu pergi
'kamar gino'
gino yang sudah brada dalam kamar nya terlihat sedang menghubungi sesorang dalam hanpon nya
" Bagai mana? "tanya gino pada seorang mosterius
"tuan saya sudah membuntuti nya dari pagi hingga beliau pulang, saya juga mengambil poto dan vidio, tuan"jelas nya dalam telpon
" Hmm, baiklah kirim kan padaku semua yang kau dapat hari ini, aku sudah Menterasfer bonus mu"ucap gino di sertai sambungan yang di putuskan sepihak
kring!!
tak lama setelah sambung itu terputus hanpon gino berdering menandakan pesan masuk
sebelum gino membuka pesan di hanpon nya terdengar ketukan pintu dari arah luar kamar
"MASUK!" seru gino sedikit berteriak
tak lama pintu terbuka dengan pelayan membawa nampan di tangan nya
"simpan di nakas" ujar gino masih sibuk dengan hanpon nya
setelah playan itu kluar dari kamar gino, gino langsung beralih pada vidio dengan latar pantai yang ramai juga memperlihatkan gadis cantik yang sedang tertawa sendiri di bibir pantai
dengan cepat gino langsung memutar vidio itu dengan sekali tekan
dalam vidio itu salsa yang sedang Mengjingjing spatu nya sambil berlari kesana kemari dengan tertawa girang dan seyum manis nya juga angin yang membuat rambutnya terbang tak tentu arah setelah itu salsa duduk di pinggir pantai hingga vidio berhenti di mana ada orang pria berpakaian Formal menghampirinya
setelah melihat vidio itu gino memperlihatkan seringai kejam nya dengan trus menatap hanpon nya
"menarik baiklah, aku akan menikahi mu dan juga menghancurkan hati beserta kebahagian dan kluarga tercinta mu , sayang" seringai gino
---------
__ADS_1
pisau luka