
"baiklah vian, aku kesini untuk menjadi DJ" ucap salsa
"saya sudah di beritahu tuan ciko, nona akan menjadi DJ dengan kawalan yg ketat " ujar vian mengingat pangilan nya tadi dengan ciko
"hmm baiklah ayah ku sudah memberi tau itu, ouh iya vian ingat aku tidak suka orang yg suka berhianat walau sedikit pun aku tak akan melepas nya" ujar salsa kembali dengan wajah datar dan dingin nya
"Ba-baik " jawab vian dengan gugup dan kringat dingin nya
"hahahah baiklah, aku akan kluar dulu "ujar salsa sambil berdiri
melangkah pergi
salsa kluar dari rungan vian menuju tempat DJ nya yg di tujukan oleh salah satu Playan
" baiklah semua nya mari kita nikmati malam yang panjang ini"ucap salsa mulai menDJ
selang jam 12 malam
salsa yg beristirahat di ruang kerja nya di kejutkan oleh dobrakan pintu yg sangat keras
Brak!!
seorang pria dewasa yg gagah dan tampan sudah brada di depan pintu yg di dobrak paksa oleh salah satu anak buah nya
"malam nona salsa nerendra" ujar pria itu dengan senyum manis nya
"malam juga tuan gila, kenapa anda repot repot datang ke club ku ini? " ujar salsa dengan tenang
gino memberi kode kluar pada anak buah nya melalui kibasan tangan nya
"penjagaan mu itu payah masa hanya dengan obat tidur mreka langsung pingsan? hahaha" ucap pria tersebut tak lain adalah algino
"aku tak sebodoh itu tuan gino, aku tau kau pasti datang untuk balas dendam pada kluarga ku lewat aku bukan? " ucap salsa dengan senyum sinis nya
"ahhhh, jadi kau sudah menduga nya? ouhhh tentu karna kau itu anak sulung paling berharga untuk mreka " ucap gino menatap tajam salsa
"tuan gino, sudah ku bilang ini semua bukan salah orang tua ku "ujar salsa tak kalah tajam menatap gino
" ini semua sudah jelas orang tua mu yg salah! "ujar gino agak tersulut emosi
" terserah jadi apa mau mu datang ke sini? "ucap salsa sembari memakai sarung tangan hitam nya
" aku ingin kau mati "ucap gino dengan senjata api di tangannya
"ouh mati? kau lupa siapa aku tuan" ujar salsa juga dengan senjata api di tangan nya
__ADS_1
"kau hanya pembunuh bayaran, berbeda denganku salah satu ketua mefia di segani " ujar gino sedikit sombong dengan nada sinis nya
"kau lupa? , orang tua ku juga ketua mafia yg paling di segani tuan "ucap salsa sudah berdiri tegak dengan mata elang nya
" hanya anak dari orang tua yg licik "ucap gino ikut berdiri dengan tegak dan mata tajam nya
" tuan algino, aku sebenarnya ingin berbicara baik baik denganmu, tapi aku tlah lelah menjadi buronan mafia gila mu tuan, aku akan mengakhir semua ini"ucap salsa dengan tegas
"kau tau ada salah satu cara kita mengakhiri dendam ini, dengan kematian salah satu di antara kita " ucap gino mulai mengangkat tangan nya
dengan sigap salsa menghindari tembakan gino
salsa mengakat tangan nya lalu mengarahkan tangannya ke arah gino dengan sigap gino menghindar namun naas tangannya tergores sedikit, goresan yang di hasilkan salsa mengeluarkan darah yang tidak begitu banyak
"lumayan juga gadis ini " ucap gino dalam hatinya sembari melihat goresan di lengan nya
dorr!!
tembakan itu bukan brasal dari salsa atau gino
tapi dari luar ruangan salsa
"gino ayok cepat,dia akan segera datang" ucap seorang wanita memaki topeng
tak lama selang kepergian gino , suara sesirang yg hawatir dan tak asing di dengar salsa
"sayang kamu tidak apa apa kan? " ucap sorang lelaki paruh baya siapa lg kalo bukan ciko
"ayah, aku baik baik saja, ayah lupa aku siapa? aku malah mengores tangan nya dengan timah panas ku ini " ucap salsa bangga sambil mengakat senjata apinya
"salsa dengar ayah, dia bukan orang sembarangan, walau dia masih berkuasa di bawah ayah tapi dia cukup berbahaya dan berkuasa salsa, balas dendam membutakan hati dan mata nya, ayah hawatir kamu kenapa-kenapa nak " ucap ciko memeluk putri sematawayang nya
"aku tau ayah, ayah tenang saja aku akan menjaga diri ku dengan baik " ucap salsa melepaskan pelukan sang ayah
"ouh iya ayah kenapa ayah bisa tau kalo si gila itu akan datang? " tanya salsa dengan penuh slidik
"kamu lupa? ayah siapa " ujar ciko sembari mencubit kecil hidung putrinya
"sakit yah " rengek salsa sambil mengusap hidung nya yh memerah
"ayok pulang" ujar ciko mengandeng lengan putrinya
ciko dan salsa pulang dengan penjagaan ketat di blakang yang senan tiasa mengikuti
'dalam mobil '
__ADS_1
"sayang" ujar ciko pada salsa
"iya yah? "
"kenapa kamu gk mau urus kantor? " tanya ciko sambilengusap pelan puncak rambut anak nya
"perkantoran itu membosankan yah, cuma duduk manis aja di kursi sampe kursinya panas " ujar salsa sedikit bercanda
"haaah, sayang ayah ini sudah tua kamu harus blajar mengelola perusahaan itu , karena cepat atau lambat kamu akan menjadi prisidir prusahaan yang ayah klola" ucap ciko mengingatkan anak nya
"emm, baik ya, mulai besok aku akan blajar mengelola prusahaan" ujar salsa terpaksa menyetujui ucapan ayah nya
"anak ayah sudah besar sini peluk " ujar ciko merengkuh tubuh salsa dengan senang hati salsa membalas pelukan sang ayah, sebenarnya salsa ingin mengis dalam pelukan ayah nya namun dia tidak ingin ayahnya tau jika dia sedang terluka
PAgi hari di kediaman algino
gino yang sudah bersantai dengan kopi dan majalah bisnis di tangan nya mulai terganggu oleh seseorang
"gino mau sampai kapan kau seperti ini? " ujar sorang wanita cantik duduk di samping gino
"sampai kluarga lelaki itu hancur " ujar gino tampa mengalihkan pandangan nya
"emm kau ingin membalas dendam lelaki itu lewat putri kecil nya? " tanya nya lagi
"Ya" ucap gino singkat padat jelas
"kau tau? wanita tidak akan terluka walau dirinya di tusuk ribuan pisau bahkan timah panas" ucap wanita bernama hana
"lalu? " tanya gino yg mulai tertarik dengan pembicaraan sepupunya
"wanita hanya akan terluka jika harga dirinya terluka atau di injak dan di rengut dengan paksa " ucap hana
"lalu bagai mana aku melukai harga dirinya? " tanya gitu dengan srius
"dengan menikahinya paksa" ucap hana dengan serius
"apa?! kau gila, aku ingin membalas dendam bukan ber kluarga dan hidup dengan anak si licik itu " ujar gino dengan nada tak bersahabat
"tapi hanya itu, dengan begitu kau bisa melihat penderita mreka secara perlahan dengan salsa brada di gengaman mu " ucap hana
"hmm, aku akan memikirkan semua nya "
pisau luka
__ADS_1