
pagi hari di pulau tersembunyi
salsa bagun dari jam 5 pagi, setelah membersihkan diri salsa memberanikan diri untuk kluar kamar, melihat luar pantai dari jendelan yang selama ini sengaja di tutup gordeng hingga tak memperlihatkan apa apa
salsa berjalan pelan menuju pintu kluar di jaga ketat oleh dua pengawal yang setia berjaga di dalam maupun di luar
"bolehkah aku kluar? "ujar salsa setelah brada di depan kedua pengawal gino
" apa nona sudah meminta izin pada tuan muda? "tanya salah satu pengawal
" biarkan dia kluar"tiba tiba seorang pria berpostur tinggi juga tampan mucul dari belakang salsa hingga membuat salsa terkejut dan mengernyit kan keningnya
"siapa dia?" batin salsa bingung melihat pria di depan nya
"ba-baiklah tuan kei" ucap salah satu pengawal
salsa masih melihat pria di depan nya dengan wajah yang heran , kei yang dapat menangkap ekspresi salsa langusung memanjakan diri dan mengulurkan tangan nya
"nama saya keiden aliandra biasa di pangil kei, juga sabahat dari tuan gino givano" ujar kei masih setia menuturkan tangan nya pada salsa, hingga salsa langusung menjabat uluran tangan kei
"emm baiklah tuan kei, tampa aku mengenalkan diri pun kau sudah tau siapa aku dan mengapa aku ada disini aku bisa bertaruh kau pasti sudah tau."ujar salsa dengan dingin
" emm baiklah nona salsa, apa anda mau saya temani? "ujar kei saat melihat salsa hendak melangkah kluar
salsa berbalik dan langsung tersenyum sinis
"aku hanya ingin ketenangan" ujar salsa berlalu kluar dari rumah yang di angap nya sangkar , sama aja toh mau kluar rumah mau ngak sama sama dalam sankgar karna sangkar yang sebenarnya ya pulau terkutuk ini
dengan langkah perlahan salsa berjalan di bibir pantai , membiarkan kakinya terkena air ini kedua kalinya salsa brada di pantai namun berbeda dengan situasinya.
salsa mendudukan dirinya di pasir tak beralas,mulai menatap kosong laut lepas yang indah
"kenapa semua ini menajadi rumit hanya karna hal yang tidak kami lakukan" gumam salsa
∆∆flashback∆∆
di sebuah lestoran ternama yang di miliki oleh ziko Rensyah derendra , dengan sahabat temannya ya itu Sendra zixel givano dengan masing masing membawa kluarganya
satu lagi sahabat yang mereka bwa Rian daliel rinata
tiga kluarga yang sangat akrab namun di balik tiga kluarga yang akrab itu mereka tidak akan tau bahwa ada kluarga yang akan berhianat pada mereka dan ingin menguasai seluruh kekayaan kluarga tampa ampun
kelima anak kecil yang sudah terbiasa dengan suasana ramai seperti lestoran hanya diam di dekat kluarga masing masing.
"dra, rian dan yang lainnya kecuali anak anak mari kita minum bersama " ujar ziko dengan tawa kecil nya
"ya demi mendekatkan kluarga kita" seru Sendra
__ADS_1
orang dewasa mengobrol ria sementara anak anak yang beda kursi dalam ruangan VVIP hanya diam menatap satu sama lain
gino kecil yang selalu mencuri pandang pada salsa kecil yang sangat rewel ke pada Rey yang trus membujuknya agar mau diam dan menikmati makanan
sementara hana yang mencuri pandang pada gino hanya menatap kebencian pada salsa yang rewel
"kau bisa diam tidak?"ucap hana yang mulai jengah dengan sikap salsa
" apa maksud kakak? kalo aku tidak bisa diam apa yang akan kakak lakukan? "sahut salsa kecil mulai menatap tajam hana
" hana apa apaan kau ini"ujar gino ikut berbicara
"gino dia brisik sekali aku tidak tahan untuk berdekatan dengan anak yang rewel" ujar hana menatap gino dalam
"dia masih kecil hana, kamu harusnya mengerti" ujar gino
"jika nona saya rewel, saya minta maaf atas ketidak nyamanan nya" ujar Rey mulai bersuara
"kak Rey jangan minta maaf sama orang jahat kaya dia " sahut salsa kecil sembari memegang tangan Rey dan menggeleng kan kepalanya
Rey hanya terseyum melihat tingkah laku nona kecil nya yang imut nan mengemaskan
"ouh imutnya" batin gino kecil melihat tingkah laku salsa yang mengemaskan
suana meja yang di penuhi anak kecil pun sepi kembali
"zi bagai mana kalo kita bekerja sama? " ucap rian
"iya benar zi kita bisa bekerja sama juga membantu rian mengembangkan bisnis nya" sahut Sendra
"aku tidak setuju"seru ziko tiba tiba
" apa maksud mu tidak mau berkerjasama?!"tanya rian mengerutkan keningnya
"aku tidak bisa kau bohongi rian, kau melakukan penipuan dengan pejabat pejabat kecil di luar negri ini" ujar ziko masih tenang
sementara rian juga istrinya mulai menatap tajam ziko
"apa maksud anda menuduh yang tidak tidak pada suami saya?" ujar istri dari rian bernama Elisa
"aku tidak sekedar menuduh tapi itu kenyataan, kau mengajak kita berkerja sama hanya untuk menipu dan menghancurkan bisnis ku dan Sendra dan itu kenyataan" ujar ziko mulai mengeluarkan kertas juga poto
"apa apaan ini?! kau mau menipuku? kita ini sahabat kenapa kau mau menjatuhkan ku seperti musuh" geram Sendra setelah melihat bukti bukti yang ia baca
"Gita bawa anak anak kluar dulu dari raungan ini " ucap ziko mulai melihat ketidak setabilan
setelah itu Gita langsung membawa anak anak kluar dari ruangan dengan tergesah gesah
__ADS_1
semua anak kecil menurut begitu pun salsa yang masih tetap rewel bertanya kepada ibunya kenapa di kluarkan dari ruang itu
di dalam ruangan
"kau salah Sendra aku ini sahabat kalian mana mungkin aku mau menipu kalian " ujar rian masih berbohong
"penipu tetaplah penipu" sahut ziko santay
"apa maksud mu?!" geram rian mulai berdiri dari duduk nya di ikuti oleh semua orang
"aku tau niat busuk mu rian, semua kau hanya ingin kekayaan bukan persahabatan, jika kau di beri pilihan kekayaan atau sahabat aku berani bertaruh kau lebih memilih harta daripada sahabat" ujar ziko dengan santay nya berucap hingga membuat rian ingin mengahampirinya
untung saja dengan cepat istrinya juga Sendra menahan nya
"oh jadi kau mendekati kluarga kami hanya ingin kan kekayaan kami? dasar orang bawah sifat mu itu seperti orang kecil kau tau?!" geram Sendra yang sudah kehabisan sabar
"redah? kau yang renda!! " triak rian meraih sesuatu di dalam pinggang nya
dor,,,dor
dua suara tembakan meluncur begitu saja dari senjata rian, membunuh Sendra juga istrinya
"akhhhh, si alan kau ri an, zi co to,,, long jaga pu,,, tra sulung ku ,, dengan ba,, ik" ucap Sendra mulai menutup manata
ziko langsung tersulut emosi melihat orang yang di sayang nya di tembak begitu saja
dengan mata yang tertutup kabut emosi zico menembak orang tua hana begitu saja
tak brapa lama gino kecil berlarian masuk melihat orang tuanya mengeluarkan darah juga ziko yang masih memegang senjata yang di arah kan ke pada jasad rian
"ayah, ibu" gumam gino menatap kosong pemandangan di depannya
________________
pisau luka 💙
_
_
_
_
_
__ADS_1