
siang hari di kediaman salsa nerendra
salsa yang sudah bersiap siap memakai pakaian kantornya
hari ini hari pertama salsa blajar mengelola perusahaan ayahnya dengan bantuan sang ayah
"mah, aku brangkat ke kantor ayah dulu ya " ucap salsa saatenuruni tangga
"iya udah, hati hati di jalan ya" ujar Gita stelah melihat putrinya
salsa kluar dengan mobil merahnya , salsa tidak menyadari bila ayahnya slalu mengawasinya dengan penjagaan secara sembuyi sembuyi
sebagai sorang ayah yg senang tiasa melindungi putrinya ciko sangat wawas dengan gino yang slalu mengincar nyawa putri kesayangan nya dengan berbagai cara , hinga dia memutuskan untuk mengirim salsa kluar negri, tinggal bersama nenek nya
salsa yang sudah sampai di depan gedung kantor GCS group, melihat betapa tinggi dan besar gedung yang akan nanti di klola dengan langkah berat salsa melangkah masuk kedalam kantor
"permisi mbak, saya salsa sudah membuat janji dengan pak ciko" ucap salsa sopan degan wajah datar nya
"si-silahkan masuk nona , pak ciko sudah menunggu anda"ujar wanita dengan tag nama sila
" lantai?"ucap salsa Lg
"lantai 27" jawab sila dengan menundukan kepalanya
salsa dengan langkah angun masuk kedalam lift lalu menekan angka 27 hingga lift tertutup
sebenar nya salsa agak gugup untuk masuk kedalam prusahaan ayah nya namun apa boleh buat hanya salsa satu satunya anak dari ciko nerendra saputra
"*haaah,bosen banget" dalam hati salsa
"kapan, nyampenya sih kok gk nyampe nyampe ya" hati salsa dengan tidak sabarnya
TING!
bunyi lift memandakan bahwa salsa tlah sampai lantai tujuan nya
"huhh, lama banget sih dasar lift sialan " grutu salsa dengan kesal
"slamat siang nona " suara pria yang mampu membuat mulut salsa terkunci rapat
"mari tuan ciko tlah menunggu anda dalam ruangannya" ujar sekertaris pribadi ciko yang bernama Rey
salsa dengan diam mengikuti langkah Rey menujukan ruangan sang ayah tak jauh dari ruangan nya
"silahkan nona " ucap Rey sudah membuka pintu untuk salsa dengan wajah tegas dan tampan nya
__ADS_1
di dalam terlihat bahwa ciko sedang serius dalam berkerja
"tuan" ucap Rey menyadarkan ciko
"ahhh, putri ayah sudah datang, baiklah Rey kau bisa bekerja kembali" ucap Ciko dengan tegas
Rey dengan sigap langsung kluar dari ruangan prisidir nya dengan langkah tegap dan tegas
'dalam ruangan ciko'
"ayah dia kan kak Rey, kenapa dia bisa menjadi sekertaris ayah? " tanya salsa dengan wajah cemberut nya
"nak dia bukan sekertaris ayah lebih tepat nya sekertaris kamu nanti" ujar ciko tersenyum melihat wajah cemberut putrinya
"ayah kan tau aku tidak suka dengan keberadaan kak Rey " jawab salsa masih cemberut
"nak, hanya Rey yang ayah percaya kamu tau kan di dunia ini memang banyak orang yang bisa jadi sekertaris mu tapi untuk di percaya? ayah hanya bisa percaya pada Rey " ujar ciko mendekati salsa yang sedang duduk dengan wajah manyun nya
salsa yang mendengar jawaban sang ayah langsung melirik pada ayah nya yang sudah duduk di dekat nya
"hmm,baik yah salsa kesini juga untuk bekerja "ujar salsa dengan wajah ceria nya lagi
" baiklah sayang, pergi temui Rey dia akan membimbing dan mengajari kamu "ujar ciko mengelus sayang ujang kepala salsa
dengan langkah berat dan malas salsa mengetuk Pintu ruangan Rey tanda hormatnya
"Masuk! " ujar Rey sedikit berteriak dari dalam
"slamat siang Pak Rey, saya ingin menanyakan apa tugas saya slama blajar " ujar Salsa dengan nada malas
Rey tersenyum tipis melihat raut wajah salsa yang lucu menurutnya, berbeda degan salsa yang merasakan detak jantung yang tak karuan setelah melihat senyum tipis dari bibi Rey
"baik lah nona, silahkan duduk dulu saya akan menjelaskan apa saja yang akan nona lakukan " suruh Rey meminta salsa duduk di depan nya
"tidak bisa kah, langsung jelaskan saja? "tanya salsa sedikit ketus
" baiklah nona,tapi maaf jika nanti nona merasa pegal karna penjelasan saya cukup panjang "jelas Rey
mendengar itu salsa langsung mendudukan diri nya di depan Rey sembari menunggu penjelasan dan apa yang harus di lakukan nya
" Baiklah nona di sini akan......"Rey menjelaskan apa saja yang harus di lakukan kan dan menjelaskan bagaimana cara mengerjakan nya, seperti dosn yang sedang mengajar murid nya
-jam 12 -
salsa yang sudah singgah di cafe dekat kantornya, memesan makanan ringan untuk menemaninya memainkan laptop pribadi kesayangan nya
__ADS_1
"Wira?siapa wanita dalam poto itu? sepertinya mesra sekali" batin salsa menerka nerka
wira Grisham cinta pertama dan juga kekasih salsa saat salsa masih tingal di Amerika, sudah berhubungan slama 2 tahun, umur wira sekitar 26 thn pemilik prusahaan Grisham group.
salsa yang melihat poto kekasihnya dengan wanita sexy di pelukan nya, membuat hatinya gelisah, dengan cepat salsa langsung menghubungi kekasihnya
Tut.... Tut... Tut...
"Telpon nya tersambung tapi kok gak di angkat ya? " gumam salsa bingung
"sialan kamu wira, dasar laki laki berengsek bedebah" umpat salsa dalam hati dengan mata membara
salsa yang di kuasai marahnya langsung menuntup laptopnya dengan kasar , dengan langkah tergesah salsa langsung masuk ke dalam prusahaan dengan mata yang mulai berkaca, setelah sampai dalam ruangan nya salsa menagis se jadi jadi nya
"hiks hiks hiks, ku pikir cinta mu tulus " gumam salsa dengan isak tangis nya
"teryata aku hanya wanita bodoh yang di manfaatkan oleh cinta sialan mu wira hiks hiks hiks" isak tangis salsa mulai mereda saat mendengar ketukan pintu
salsa menghapus air mata nya dengan mata yang sedikit sembam, lalu salsa membuka pintu dan melihat siapa yang mengetuk pintu nya
"nona,apa nona baik baik saja? " tanya Rey setelah melihat mata sembam salsa, memperlihatkan bahwa salsa telah menagis
"aku tidak apa apa pak" ujar salsa dengan nada di paksa sebaik mungkin
"apa anda yakin nona? " ujar Rey dengan wajah hawatir nya
"ada apa anda datang ke ruangan ku pak? " ujar salsa mengalihkan pembicaraan
"ehem, nanti sore akan ada meeting klien pak ciko, saya harap anda ikut" terang Rey dengan tegas untuk menutupi ke gugupan nya
"baiklah pak saya akan ikut" ucap salsa dengan sedikit mengangukan kepalanya
"ada lagi? " tanya salsa lagi saat melihat Rey tidak pergi pergi
"baik kalo begitu nona saya permisi " ucap Rey dengan tergesah gesah
"aneh" batin salsa melihat pundung Rey yang sudah menghilang
salsa menutup kembali pintu ruangan nya
"baiklah wira aku tidak akan mengenal mu lagi, bila cinta mudah datang begitupun dengan perginya " ujar salsa setelah mendudukan dirinya pada kursi nya
______________________________
pisau luka
__ADS_1