
salsa masih mengigit leher kekar gino dengan keras
hingga gino mendorong keras salsa pada ranjang, dengan hamtaman keras salsa angsung jatuh ke ranjang masih dengan tangisan nya
"dasar wanita murahan, kau tidak akan ku lepas sampai kluarga mu benar benar menderita "geram gink berlalu pergi dari kamar nya
salsa hanya menagis sembari memegangi pundaknya yang sakit, akibat cengkraman gino yang keras
" ki-kita lihat sa-ja nanti , aku pastikan jiwa mu akan hancur seperti debu dalam permainan mu sendiri, tuan algino givano"ujar salsa menyatu dengan isak tangis nya yang terdengar pilu
salsa berjalan dengan tertatih Ratih menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya
satu jam sudah berlalu namun salsa masih blum kluar dari kamar mandi
*raung kerja gino*
sementara gino yang masih sibuk berkutat dengan berkas dan perkerjaan nya juga perban putih yang menempel sempurna pada rahang tegas nya
cuaca di luar masih buruk, badai datang tampa di minta entah dunia atau Tuhan tau bahwa hati salsa sangat terluka dan bersedih
tring
suara dering hanpon
gino langsung melihat siapa sangka pe nelpon yang sudah brani mengagu waktu nya saat ini
"hana? " gumam gino saat melihat nama sang pe nelpon
"hallo, ada apa hana? " ujar gino degan nada datar ny
"kamu bawa dia ke tempat yang aman kan? " tanya hana dengan nada yang cemas
"iya, memang kenapa? " jawab gino begitu penasaran
"bukan apa apa gino, tapi anak buah kluarga sialan itu sedang mengincar mu, untuk beberapa bulan lebih baik kau bekerja jauh dari kantor biar aku dan Fero yang mengurus semuanya " sahut hana dengan nada yang mulai biasa
"emm, baiklah aku juga blum cukup puas untuk Menyiksanya"seringan gino
" baiklah gino" setelah ucapan itu hana langsung mematikan sambungan nya
__ADS_1
pikiran gino kini teralihkan oleh salsa yang tadi mengigit rahang nya dengan kuat
tak perlu berpikitlama gino langsung menuju kamar nya yang tak jauh dari ruang kerjanya
ceklek pintu terbuka
dengan perlahan gino masuk dalam kamarnya yang sepi tampa ada tanda tanda penghuni
gino menjadi wawas kemana perginya salsa apakah dia kabur lewat balkon seperti salah satu film ikan terbang
namun gino kembali tenang saat tidak melihat tanda tanda bahwa pintu balkom terbuka atau tali yang mengantung, dengan cepat gino melirik pintu kamar mandi yang setia tertutup, dengan seribu langkah gino langsung mengtuk pintu yang terkunci menandakan ada orang di dalamnya
"salsa!!! kaluar kamu" triak gino dengan keras
gino sama sekali tidak mendapat respon dari dalam tampa aba aba gino langsung membuka pintu kamar mandiengunakan kunci cadangan nya
gino melihat tubuh yang pucat namun cukup mengoda, dilihatnya salsa yang tertidur dalam bathup dengan wajah yang sudah pucat pasi gino langsung menggendong salsa tampa memperdulikan tubuh yang polos dengan cekatan gino membaringkan salsa pada kasur empuknya
gino menatap tubuh dalam selimut tebal nan hangat , gino pun langsung kluar begitu saja setelah puas menatap tubuh pucat salsa
tak brapa lama gino masuk dngan seseorang berjubah putih mengekor di belakang gino
dokter dengan cepat langsung mendekat ke arah tubuh lemah salsa di bukanya selimut sedikit, namun..
"hy, aku menyuruh mu memetiksanya bukan melihat tubuh polosnya"geram gino membuat sang dokter mengeluarkan keringat dingin
" tapi tuan saya memang harus memeriksa detak jantungnya terlebih dahulu"sahut sang dokter mengelap kringat yang sudah bercucuran deras
gino nampak berpikir, tidak masalah juga jika dokter menyentuh salsa sedikit itupun hanya untuk memeriksanya
"lakukan" pritah gino masih dengan wajah datar
setelah dokter memerinksa salsa dan memberi obat untuk salsa minum, dokter itu undur diri untuk kembali ke tempat nya
gino masih brada di kamar nya masih setia menatap wajah pucat salsa,hingga tampa sadar gino duduk di dekat salsa
dengan perlahan gino membaringkan badan nya dekat tubuh salsa hingga tangan nya melingkar sempurna di perut salsa, dengan rasa ngatuk yang sudah muncul gino langsung terlelap masih dengan tangan yang melingkar perut salsa
\=pagi hari pulau gino\=
__ADS_1
salsa mengerejapkan matanya perlahan , saat salsa ingin mengerakan tubuhnya, salsa merasakan ada yang aneh pada tubuhnya juga di area perut yang sangat berat
salsa langsung membuka matanya hingga melotot, saat dia sadar sedang bersama siapa, salsa melihat gino melingkarkan tangannya di perut salsa yang tertutup selimut
salsa membuka selimutnya salsa sangat terkejut saat dia melihat tubuhnya tampa sehelai benang pun, salsa menduga duga, apa gino sudah melakukanya lagi?
saat salsa sedang melamun gino terbangun dari tidurnya, langsng melihat wajah salsa yang suda tidak pucat lagi, gino langsung menempel kan tanganya pada kening salsa
"panas mu sudah turun, lebih baik kamu cepat bersiap siap setelah itu sarapan " ujar gino bangkit dari kasurnya langsng pergi ke ruang kerjanya
salsa hanya diam menatap punggung gino yang menghilang di balik pintu,salsa mulai mengingat kejadian tadi malam, salsa Merutuki kecerobohannya sendiri karna yang mudah terlelap di mana saja
#meja makan#
salsa dan gino makan bersama sama dengan lamunanya masing masing
"aku,tidak akan menyakitimu mulai sekarang, tapi jika kau brani melawan ku bersiap siaplah aku siksa sampai tak bernapas " ujar gino tiba tiba bersuara memecahkan suasana canggung
"aku hanya akan, menghancurkan kluarga mu yang hanya menyakiti orang tuamu tentunya" lanjut gino masih dengan nada dingin dan datarnya
bagaimana bisa gino bilang bahwa dia tidak akan menyakiti salsa? hati salsa sangat sakit saat mendengar kluarganya akan hancur
"tuan gino, kau lelaki apa wanita? hingga melakukan semua ini? dengan kepengecutan mu" sahut salsa masih tenang
sementara gino hanya diam menatap tenang salsa
"karna semua yang berhasil pasti ada rencana juga strategi" jawab gino
"lupakan masalalu, jika kau terus terusan melihat masalalu, lalu kapan melihat masa depan? memiliki kluarga sendiri " ujar salsa yang mulai jengkel dengan gino
"tidak mudah untuk melupakan masalalu, jika mudah mungkin dari dulu aku tidak akan mengusik kalian karna kalian pembunuh" jawab gino dengan sedikit ketus , mata nya mulai menajam menatap salsa yang juga sama tangan nya dengan mata gino
"tuan gino lupakan masalalu aku mohon, jika kau tidak bisa melupakan masalalu maka lihatlah sedikit masadepan ini,karena kau hidup di masa depan bukan masa lalu yang membuat mu salah paham "mohon salsa yang tiba tiba brubah lembut, mata salsa yang tadinya tajam tiba tiba sendu menatap gino yang masih memperlihatkan mata tajam nya
"terserah " jawab gino pergi begitu saja meningalkan meja makan yang hanya ada salsa dalam ruang makan
salsa masih menatap sendu punggung gino
-------------------💙
__ADS_1
pisau luka 💙