Pisau Luka

Pisau Luka
episode 8


__ADS_3

salsa masih mengigit leher kekar gino dengan keras


hingga gino mendorong keras salsa pada ranjang, dengan hamtaman keras salsa angsung jatuh ke ranjang masih dengan tangisan nya


"dasar wanita murahan, kau tidak akan ku lepas sampai kluarga mu benar benar menderita "geram gink berlalu pergi dari kamar nya


salsa hanya menagis sembari memegangi pundaknya yang sakit, akibat cengkraman gino yang keras


" ki-kita lihat sa-ja nanti , aku pastikan jiwa mu akan hancur seperti debu dalam permainan mu sendiri, tuan algino givano"ujar salsa menyatu dengan isak tangis nya yang terdengar pilu


salsa berjalan dengan tertatih Ratih menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya


satu jam sudah berlalu namun salsa masih blum kluar dari kamar mandi


*raung kerja gino*


sementara gino yang masih sibuk berkutat dengan berkas dan perkerjaan nya juga perban putih yang menempel sempurna pada rahang tegas nya


cuaca di luar masih buruk, badai datang tampa di minta entah dunia atau Tuhan tau bahwa hati salsa sangat terluka dan bersedih


tring


suara dering hanpon


gino langsung melihat siapa sangka pe nelpon yang sudah brani mengagu waktu nya saat ini


"hana? " gumam gino saat melihat nama sang pe nelpon


"hallo, ada apa hana? " ujar gino degan nada datar ny


"kamu bawa dia ke tempat yang aman kan? " tanya hana dengan nada yang cemas


"iya, memang kenapa? " jawab gino begitu penasaran


"bukan apa apa gino, tapi anak buah kluarga sialan itu sedang mengincar mu, untuk beberapa bulan lebih baik kau bekerja jauh dari kantor biar aku dan Fero yang mengurus semuanya " sahut hana dengan nada yang mulai biasa


"emm, baiklah aku juga blum cukup puas untuk Menyiksanya"seringan gino


" baiklah gino" setelah ucapan itu hana langsung mematikan sambungan nya

__ADS_1


pikiran gino kini teralihkan oleh salsa yang tadi mengigit rahang nya dengan kuat


tak perlu berpikitlama gino langsung menuju kamar nya yang tak jauh dari ruang kerjanya


ceklek pintu terbuka


dengan perlahan gino masuk dalam kamarnya yang sepi tampa ada tanda tanda penghuni


gino menjadi wawas kemana perginya salsa apakah dia kabur lewat balkon seperti salah satu film ikan terbang


namun gino kembali tenang saat tidak melihat tanda tanda bahwa pintu balkom terbuka atau tali yang mengantung, dengan cepat gino melirik pintu kamar mandi yang setia tertutup, dengan seribu langkah gino langsung mengtuk pintu yang terkunci menandakan ada orang di dalamnya


"salsa!!! kaluar kamu" triak gino dengan keras


gino sama sekali tidak mendapat respon dari dalam tampa aba aba gino langsung membuka pintu kamar mandiengunakan kunci cadangan nya


gino melihat tubuh yang pucat namun cukup mengoda, dilihatnya salsa yang tertidur dalam bathup dengan wajah yang sudah pucat pasi gino langsung menggendong salsa tampa memperdulikan tubuh yang polos dengan cekatan gino membaringkan salsa pada kasur empuknya


gino menatap tubuh dalam selimut tebal nan hangat , gino pun langsung kluar begitu saja setelah puas menatap tubuh pucat salsa


tak brapa lama gino masuk dngan seseorang berjubah putih mengekor di belakang gino


dokter dengan cepat langsung mendekat ke arah tubuh lemah salsa di bukanya selimut sedikit, namun..


"hy, aku menyuruh mu memetiksanya bukan melihat tubuh polosnya"geram gino membuat sang dokter mengeluarkan keringat dingin


" tapi tuan saya memang harus memeriksa detak jantungnya terlebih dahulu"sahut sang dokter mengelap kringat yang sudah bercucuran deras


gino nampak berpikir, tidak masalah juga jika dokter menyentuh salsa sedikit itupun hanya untuk memeriksanya


"lakukan" pritah gino masih dengan wajah datar


setelah dokter memerinksa salsa dan memberi obat untuk salsa minum, dokter itu undur diri untuk kembali ke tempat nya


gino masih brada di kamar nya masih setia menatap wajah pucat salsa,hingga tampa sadar gino duduk di dekat salsa


dengan perlahan gino membaringkan badan nya dekat tubuh salsa hingga tangan nya melingkar sempurna di perut salsa, dengan rasa ngatuk yang sudah muncul gino langsung terlelap masih dengan tangan yang melingkar perut salsa


\=pagi hari pulau gino\=

__ADS_1


salsa mengerejapkan matanya perlahan , saat salsa ingin mengerakan tubuhnya, salsa merasakan ada yang aneh pada tubuhnya juga di area perut yang sangat berat


salsa langsung membuka matanya hingga melotot, saat dia sadar sedang bersama siapa, salsa melihat gino melingkarkan tangannya di perut salsa yang tertutup selimut


salsa membuka selimutnya salsa sangat terkejut saat dia melihat tubuhnya tampa sehelai benang pun, salsa menduga duga, apa gino sudah melakukanya lagi?


saat salsa sedang melamun gino terbangun dari tidurnya, langsng melihat wajah salsa yang suda tidak pucat lagi, gino langsung menempel kan tanganya pada kening salsa


"panas mu sudah turun, lebih baik kamu cepat bersiap siap setelah itu sarapan " ujar gino bangkit dari kasurnya langsng pergi ke ruang kerjanya


salsa hanya diam menatap punggung gino yang menghilang di balik pintu,salsa mulai mengingat kejadian tadi malam, salsa Merutuki kecerobohannya sendiri karna yang mudah terlelap di mana saja


#meja makan#


salsa dan gino makan bersama sama dengan lamunanya masing masing


"aku,tidak akan menyakitimu mulai sekarang, tapi jika kau brani melawan ku bersiap siaplah aku siksa sampai tak bernapas " ujar gino tiba tiba bersuara memecahkan suasana canggung


"aku hanya akan, menghancurkan kluarga mu yang hanya menyakiti orang tuamu tentunya" lanjut gino masih dengan nada dingin dan datarnya


bagaimana bisa gino bilang bahwa dia tidak akan menyakiti salsa? hati salsa sangat sakit saat mendengar kluarganya akan hancur


"tuan gino, kau lelaki apa wanita? hingga melakukan semua ini? dengan kepengecutan mu" sahut salsa masih tenang


sementara gino hanya diam menatap tenang salsa


"karna semua yang berhasil pasti ada rencana juga strategi" jawab gino


"lupakan masalalu, jika kau terus terusan melihat masalalu, lalu kapan melihat masa depan? memiliki kluarga sendiri " ujar salsa yang mulai jengkel dengan gino


"tidak mudah untuk melupakan masalalu, jika mudah mungkin dari dulu aku tidak akan mengusik kalian karna kalian pembunuh" jawab gino dengan sedikit ketus , mata nya mulai menajam menatap salsa yang juga sama tangan nya dengan mata gino


"tuan gino lupakan masalalu aku mohon, jika kau tidak bisa melupakan masalalu maka lihatlah sedikit masadepan ini,karena kau hidup di masa depan bukan masa lalu yang membuat mu salah paham "mohon salsa yang tiba tiba brubah lembut, mata salsa yang tadinya tajam tiba tiba sendu menatap gino yang masih memperlihatkan mata tajam nya


"terserah " jawab gino pergi begitu saja meningalkan meja makan yang hanya ada salsa dalam ruang makan


salsa masih menatap sendu punggung gino


-------------------💙

__ADS_1


pisau luka 💙


__ADS_2