Pisau Luka

Pisau Luka
episode 13


__ADS_3

setelah membersihkan dapur juga membuat cakep coklat juga vanila, salsa dan rey bermain di ruangan karna di luar sedang musim dingin


sementara Gita sedang menelpon suaminya juga menanyakan kabarnya


"sayang bagai mana kabar kamu? " tanya gita saat sambungan nya tersambung


"maaf nyonya gita?" tanya pria di serbang sanah


"sekertaris jian ada apa?, kenapa malah kamu yang mengangkat telpon ku" tanya Gita dengan cemas karna prasaan yang tidak menentu


"maaf nyonya, tuan sedang dalam keadaan koma, karna kecelakaan lalu lintas " jawab sekertaris jian sebrang sanah


Deg


"a.. apa, kecelakaan, tolong jaga suamiku dengan penjagaan yang ketat aku akan segera kembali" ucap Gita dengan cemas


"nyonya tapi tuan tidak membolehkan anda kembali sementara waktu saya tolong nyonya mengerti ini semua demi kebaikan kluarga anda, dan juga saya menjaga ketat tuan di rumah sakit ini " jelas jian melarang Gita untuk pulang


"hmm baiklah tapi jika suamiku sudah siuman tolong langsung hubungi aku "ucap Gita


" baik nyonya jika tidak ada lagi saya akan berjaga kembali"ucap jian


"baiklah"Gita setelah Gita memutuskan sambungannya Gita kembali ke ruang kluarga untuk melihat apa yang di lakukan putra juga putrinya


melihat salsa juga rey yang sedang membaca membuatnya tersenyum apakah rey akan menjadi menantunya nanti? jika iya tidak masalah asal putrinya bahagia


namun Gita kembali mengingat keadaan suaminya ingin rasanya Gita menagis karna di saat suaminya membutuhkan dirinya , dirinya malah tidak ada di dekat suaminya, Gita hanya bisa berdo'a untuk kesembuhan suaminya, semoga saja masalah ini cepat berlalu


gita mendekati salsa yang sedang asik membaca bersama rey


" kalian lagi baca apa? "tanya gita melihat rey yang sedang pokus membaca bersama salsa


" ma, salsa sama kak rey lagi baca cerita cindrela"jawab salsa masih pokus dengan bukunya


"wah kok kak rey ikutan baca Cinderella? " tanya gita mengusap puncak kepala rey

__ADS_1


"rey cuma nemenin salsa doang bu, selebihnya ya rey melamun" jawab rey dengan cepat


"melamun? emang melamunin apa sayang? " tanya gita menatap heran rey


"tuan, bu apa tuan akan baik baik saja? sementara tuan muda algino bisa saja mancelakai tuan karna dendam yang salah" rey memandang kosong ke depan seperti sedang memikirkan sesuatu


"rey apa kamu percaya jika yang membunuh orang tuan gino itu bukan ayah zico?" gita melihat rey dengan penuh intimidasi


"tentu tidak bu, aku tau pasti ada yang ingin menjebak kluarga kita, atau mungkin ada yang mengadu-domba


dan kita di jadikan kambing hitam untuk mencapai tujuan nya" jawab rey membuat gita tercengang


"rey? umur mu tidak sama seperti umur mu" gumam gita dalam batin nya


"rey,boleh ibu tanya?kenapa kamu bisa berpikir dan ambil kesimpulan seperti itu? "


"entah lah bu aku hanya memikirkan musuh musuh tuan yang gila akan harta juga kedudukan"rey melirik salsa yang sedang asyik membaca bukunya tampa mengerti pembicaraan kedua orang berbeda usia itu


" kamu memang berpikir dewasa rey walau usia mu belia cara berpikir mu sdah atau malah melebihi usia dewasa biasanya " kagum gita memperlihatkan senyum kasih sayang seorang ibu pada putranya sembari mengelus sayang kepala rey


"ya sudah daripada kamu disini nemenin salsa baca sementara kamu melamun mending kamu nemenin ibu di taman sembari ikut nanam bunga gimana? " usul gita


"aku ikut aja bu lagi pula aku gk punya kegiatan selain jagain salsa " rey melirik salsa lama


"ya sudah ayok" gita berdiri dari duduk nya berjalan ke kataman belakang sembari menggandeng tangan rey sepeti anak nya sendiri


______________________________


hari ke 13 di kediaman nenek 🍃


pagi hari yang indah menyabut salsa dengan damai, salsa yang sedang berjalan jalan tampa Rey menikmati sinar matahari juga hembusan angin yang damai namun tampa di duga ada seseorang yang mengikutinya diam diam dari blakang salsa tampa salsa sadari.


orang misterius itu berjalan pelan ke arah salsa hinga....


"Dorr"

__ADS_1


"arghhh"


"kaget ya? hahahaha"tawa rey yang mengilitik perut


" husss, kaget lah, lagi pula kak rey ngapain di sini"tanya salsa masih memegangi dadanya mengatur napas secara perlahan


"harus nya kakak yang nanya kenapa kamu ada di sini?, sendirian lagi, kamu mau?ada yang culik kamu?! "tiba tiba rey brubah dengan gaya tolak pinggang nya


" eum a-aku bosen kak"jawab salsa menautkan jari jari kecil nya sembari tersenyum kuda


manis -lucu itulah yang menggambarkan salsa saat ini


"ya sudah ayok kembali ke rumah nenek, kita hari ini akan pulang "ajak rey langsung memegang tangan mungil salsa


" apa?! ayok cepet kak jalan kok lama banget"salsa langsung menyeret rey paksa tampak rey yang di seret hanya bisa pasrah dengan keadaan


_____________


terlihat dari ruang kluarga mamah gita sedang menerima telpon penting hingga membuat nya mengereyitkan jidat setelah itu expresinya terlihat hawatir dengan air mata yang berlinang


"apa?!, aku akan tetap pulang berdua dengan rey , dan tenang saja salsa akan disini bersama neneknya" ucap mamah gita dengan tegas dan gemetar


"jangan membantah ku! "tungkas gita tegas langsung mematikan sambungan nya


..." apapun yang terjadi aku harus pulang membereskan kekacauan ini, lagipula salsa ku akan aman dengan nenek nya di tempat ini "batin gita memandang lurus dengan tatapan kosong...


tiba tiba suara anak kecil terdengar begitu heboh dengan mulut yang terus di kumat kamit.


suara itu langsung membuat mamah gita sadar dan langsung menoleh ke asal suara, seketika membuat mama gita membulat kan matanya saat melihat rey yang pasrah di tarik sanah sinih oleh salsa


" mah ayok pulang salsa kangen ayah"ucap salsa kecil setelah duduk di dekat ibunya


"emm, ibu mau bicara dulu sama kakak kamu" ujar gita melirik rey yang duduk di sebelah salsa


"ayok rey ibu punya sesuatu yang harus kita bicarakan " gita melangkah ke arah ruang kerja suaminya

__ADS_1


__ADS_2