
gino masih terpaku dengan pandangan kosong, tubuh kecil nya seketika gemetar tak brapa lama gino pun tumbang
dengan cepat Gita juga ziko menolong gino yg di lakukan ke rumah sakit
sementara anak anak ikut kecuali hana yg masih terpaku
"i,,, ibu ayah, tunggu pembalasan ku , aku akan membuat kalian hancur sehancur hancur nya"sumpah hana kecil yg masih menagis di dekat orang tuanya
beberapa orang berpakaian serba hitam , jelas itu orang suruhan ziko untuk membereskan kekacauan di dalam
seketika hana menatap tajam
" apa yang kalian lakukan?!"triak kecil hana memegangi ibu juga ayah nya yang akan di pegang oleh para pengawal
"nona hana kami hanya melakukan pritah tuan kami,kami juga di perintahkan untuk memakamkan orang tua anda dengan layak " jawab salah satu pengaawal
"hiks tidak,tidak mungkin orang tua ku mati semudah ini"isak tangis hana dengan pilu
para pengawal hanya bisa merasakan kasihan pada hana melihat kluarga nya yang sudah berkumuran darah
" sudahlah nona, mari saya antar ke rumah sakit"bujuk salah satu pengawal bernama bastian rindale
"ti,, tidak akan aku akan di sini sampai orang tua ku hidup kembali" jawab hana kecil masih dengan tangisan nya
para pengawal yg melihat itu hanya bisa mengandalkan obat bius untuk menenangkan hana kecil yg terpuruk
setelah hana di bius dengan cepat bastian langsung mengendong nya
dengan cepat orang suruhan ziko membersihkan tempat nya dengan bersih tampa ada satu pun petunjuk atau sidik jari
dalam mobil hana
hana yg masih tidur terlelap di bawa oleh bastian untuk kelanjutan nya apada tuan nya
bastian tak sengaja bertemu wajah hana yg masih terlelap dengan polos nya
bastian tidak berkonsentrasi dalam Melihat jalan hingga suatu mobil menyelipnya juga ada beberapa orang yg kluar dari mobil tersebut
bastian yang sudah di hadang hanya bisa mengandalkan kemampuannya sendiri,tak lupa bastian juga mengambari beberapa rekan nya untuk menyusulnya
pintu mobil bastian sudah di ketuk kencang
"kluar kamu!! " seru salah satu penghadang
bastian hanya diam dalam mobilnya berharap rekan nya segera sampai
__ADS_1
"kluar, atau saya ledakan mobil ini" ancam pria berpakaian hitam membawa minyak tanah di salah satu tangan nya
mau tak mau bastian kluar , sebelum kluar bastian melirik sebentar wajah luguh nan polos yg sedang terlelap
"apa yang kalian mau? " tanya bastian setelah kluar dari mobil nya sembari memegang sebuah tembakan
"kami hanya ingin mengambil nona muda kami"jawab salah satu bodyguard
bastian langsung milirik mobil nya lalu menatap tajam para pria berbadan kekar itu
" tidak akan, bila kalian mau membawa nona hana kalian lewati mayat ku dulu"geram bastian , sudah mengambil kuda kuda untuk menyerang
salah satu dari bodyguard itu menyerang bastian dengan cepat namun dengan keahlian juga kecepatan bastian yg tak klah cepat bastian menghindar dengan lihai juga memberi serangan pada lawanya di saat lawan nya lengah hingga terkapar
rekan rekan yg melihat salah satu rekan nya sudah terkapar tak berdaya langsung menyerang bastian , hingga bastian terkena pukulan beberapa kali karna lawan yang tak seimbang
beberapa rekan nya mengeluarkan hana kecil dari dalam mobil hitam bastian
bastian melihat hana dalam gendongan orang lain berusaha meraih namun sia sia tubuh nya sudah terkulai lemah hingga terlihat beberapa mobil datang ke arah nya
para bodyguard itu langsung tancap gas meninggal kan bastian yang terkulai lemah sendirian,
bastian menatap mobil yang pergi dengan mata yang sendu tak lama bastian sudah tak bisa manahan lagi sakit di lengan yang tadi terkena tembakan
\RUANGAN GINO/
gino masih dalam keadaan yang sama blum bangun dari pingsan nya , sementara itu ziko malah di buat kaget oleh laporan yang di laporkan suruhnya
setelah mendengar penjelasan dalam laporan suruhan nya gino pun menduga duga bahwa ini pasti sudah di rencana kan oleh kluarga rinata atau Lauren
pertanyaan nya kenapa kluarga itu ingin menghancurkan kluarga renendra juga givano?, ziko merasa pusing dengan pikiran juga masalahnya saat ini, apalagi dia sangat sedih sahabat terdekatnya mati begitu saja ,blum lagi algino yang melihat nya sunguh apa yang di inginkan takdir hingga membuat ini semakin rumit , pikir zico
salsa yang melihat ayahnya memijit pangkal hidung, merasa ada yang aneh dengan sang ayah
"ayah? kenapa" tanya salsa kecil menghampiri sang ayah
zico melihat putri kecil nya terenyuh lalu langsung memluknya erat seakan tak ingin kehilangan buah hati,
salsa menurut saja saat di gedong juga di peluk
ziko menatap salsa dengan senyum di bibir nya
"ayah tidak apa apa nak, mana ibu?"ucap zico masih memangku salsa
" hmm, ibu masih menjaga om, yah"jawab salsa menatap zico dengan polos
__ADS_1
"om? siapa om? " tanya zico
"itu yah, yang seumuran kak Rey" sahut salsa dengan luguh nya membuat zico tertawa
"kenapa kamu bilang om? trus kamu pangil Rey kakak" tanya zico masih dengan tawa kecil nya
"om itu terlihat tua" ucap salsa kecil ceplas ceplos
mendengar jawaban salsa zico tertawa begitu saja dengan renyah nya karna putri kecilnya adalah sumber kebahagianya hingga zico melupakan masalah yang sedang ia pikirkan
setelah puas mengobrol dengan putrinya ziko langsung membawa putrinya di mana gino di rawat, masih dengan keadaan sama blum bagun dari tidurnya
salsa melihat gino masih dengan keadaan yang sama merasa heran kenapa orang yang di tempat tidur itu suka sekali tidur
"kenapa sayang? " tanya ziko saat melihat putrinya menatap heran gino
"pah kenapa om itu suka sekali tidur? " tanya salsa pada ziko dengan luguh nya
"itu karna....... " sebelum ziko menyelesaikan ucapan nya langsung di potong oleh orang yang baru masuk ke ruangannya
"permisi kami harus menbawa tuan muda kami" ucap pria berpakaian hitam bertubuh kekar seperti bodyguard
zico merasa heran kenapa tiba tiba ada yang ingin membawa gino, sepertinya ada yang tidak beres. pikir zico
"tuan muda algino tidak akan kemana mana " ujar zico dengan tegas
bodyguard yang mendengar nya tetap melanjutkan jalannya ke tempat di mana gino brada , seketika bodyguard zico menghadangnya
"aku tidak yakin kau anak buah seandra" ujar zico semanabari memegang senjata apinya
Gita , salsa dan rey berlindung di blakang zico, rey yang hanya diam karna tau situasi memeluk salsa sembari menutup mata dan tlinga salsa, salsa yang di tutup mata, telinganya hanya menurut
"aku yang menyuruhnya tuan" ucap seorang anak kecil yang baru datang
zico yang melihat Fero langsng menurunkan senjatanya
"aku tidak ingin sodara ku brada di tangan pembunuh sepertimu"ucap fero kecil namun tegas
" bawa tuan muda"lanjutnya lagi
zico tidak bisa menahan nya lagi, membawa bukti rekaman CCTV adalah satu satunya tapi di mana anak buah yang membawa bukti rekaman itu? kenapa blum datang
setelah melihat gino dan fero pergi zico dan kluarga memutuskan pulang dan menunggu rekaman CCTV datang untuk menguap yang sebenarnya
pisau luka
__ADS_1