Pisau Luka

Pisau Luka
episode 7


__ADS_3

pagi hari di tempat salsa yang masih lelap dalam tidur nya , salsa yang masih engan bangun dengan dengkuran halus nya


clekk


gino masuk ke dalam kamar salsa yang masih terlelap dalam mimpi indah nya


"dasar kebo" gumam gino


"bagun!ini sudah siang dasar kebo" ujar gino sembari menarik tangan salsa dengan kasar


salsa yg di paksa sadar dengan tarikan yg keras membuat napas nya tak teratur blum lagi inti yg masih sakit


"cepat bangun, beres kan kamarku setelah itu bersiap lah " printah gino berlalu begitu saja


salsa yg masih mengumpulkan kesadaran nya hanya diam memegang dada yg masih berdetak akibat ulang gino yg memaksa nya bangun


"arghh,,, kenapa sesakit ini hidup ku, bagai mana pun caranya aku harus kluar dari kehidupan lelaki kejam itu "ujar salsa memegangi pergelangan tangan nya yg memerah


mau tak mau salsa harus menuruti pritah gino


dengan cepat salsa membereskan kamar gino juga mandi dan bersiap entah kemana


dengan pakaian seadanya tampa mekup sedikit pun salsa sudah cukup cantik


memakai dress yang panjang nya hanya selutut juga memperlihatkan pundak indah nya berwarna biru dengan corak putih di bawah


juga rambut yg di biarkan tergerai indah membuat salsa semakin angun dan cantik


terdengar suara ketukan pintu di luar


" nona tuan sudah menunggu anda"lapor seorang lelaki dengan suara tegas


"ya ampun aku lupa aku brada di mana " batin salsa gelisah


dengan cepat salsa langsung membuka pintu langsung memperlihatkan seorang lelaki tegap dengan wajah tegas yang menunggu di depan pintunya


"mari nona saya antar"

__ADS_1


salsa langsung mengekor di belakang sembari melihat lihat tempat apa yg dia tempati sekarang , salsa berharap bisa menemukan jalan kluar dari tempat yaang menurut nya neraka itu


"lama sekali"suara bariton yang tidak ingin salsa dengar lagi itu langsung terdengar saat salsa baru saja masuk ke dalam ruangan TV juga memperlihatkan pantai dari luar jendela


Deg.....


jatung salsa berpacu cepat, apa dia ada di suatu pulau? kalau iya itu bisa gawat baginya, hati salsa trus menerka nerka di mana dia sekarang? apa dia masih bisa pulang?


" hey apa yang kau pikirkan? "ujar gino dengan nada ketus nya saat melihat salsa melamun melihat kluar jendela


" dimana aku sekarang?"tanya salsa yang tidak sama sekali mengalihkan pemandangan nya dari jendela


"ouh kau ada di pulau rahasia ku, tenang saja kluarga mu yang lemah itu tidak akan pernah menemukan mu "sahut gino dengan wajah tidak peduli nya juga nada satay nya


" apa kau bilang?!! "nada salsa sedikit menggi saat mendengar jawaban dari gino yg menurutnya gila ya pria di depan nya ini gila akan belas dendam


" turun kan nada mu!!! "gino tak kalah tinggi sembari menatap tajam salsa


" kau gila givano, sudah brapa kali aku sudah menjelaskan dan menceritakan nya "ujar salsa mulai merendahkan nada nya mesih mengingat di mana sekarang di brada


" sudahlah, aku hanya menikahi mu untuk menjadi playan ku "ujar gino dengan senyum seringainya


"hanya pembunuh bayaran? , sangat mudah bagiku " ujar gino mulai mendekat ke tempat salsa berada


salsa yang melihat gino mendekat mulai menghidarinya


gino dengan cepat langsung menarik tangan salsa hingga duduk di pangkuan nya dan mengunci pinggang nya hingga membuat gadis itu susah bergerak


"lepas apa mau mu!"geram salsa sembari memukul mukul lengan gino yg melangkah di pinggang nya


gino hanya diam meresakan hangatnya tubuh salsa


"kau tanya apa mauku?, itu hanya satu jika kluarga mu mengambil orangtuaku sebagai orang yg ku sayang sekrang aku ingin kau karna diri adalah harta mereka tka mungkin mereka melepasku begitu saja saat mengetahui mu terluka "jelas gino masih melingkarkan tangannya di pinggang salsa


salsa terdiam mendengar penjelasan gino yang membuat hatinya prihatin , namun semua itu tidak akan membuat semunya brubah dendam tetap lah dendam, sekarang salsa mengerti kenapa gino begitu ingin menghancurkan kluarga kecil nya


" hey ada apa dengan mu"ujar gini melihat salsa masih melamun

__ADS_1


"haah, bisa tolong lepas? " ujar salsa mulai melunak


gino yang tidak ambil pusing langsung melepas lingkaran tangan nya


"ouh iya, aku sengaja membawa mu keruangan ini untuk melihat sesuatu yang sangat menarik untuk kamu lihat" ujar gino dengan satay menyadarkan punggung nya di kursi sembari memegang remot


"kenapa hatiku gelisah ya? apa ini ada hubungan nya dengan luar ga ku?, ouh tidak ada apa ini" batin salsa gelisah hati nya tak karuan untuk memikirkan apa ya g aka dia lihat yang pasti bukan hal yang baik untuk dirinya dengar


gino langsung menekan tombol berwarna merah, tidak lama TV itu langsung menyala dan menujukan gambar, di dalam TV itu terlihat orang yang sangat salsa kenal


"*bagai mana pak Rey?" ujar salah satu wartawan


"nyonya sudah baik baik saja sebaiknya kalian bubar " jelas Rey berlalu masuk ke dalam mobil terlihat mobil Rey di hadang wartawan namun apa boleh buat Rey tidak memperdulikan nya dan trus berjalan hingga mobil itu benar benar hilang*


terlihat layar bahwa, nyonya Gita delisia nerendra sedang drop karna anak yang di rahasiakan identitas nya di culik oleh rekan bisnis nya, begitulah bacaan yang brita bacakan.


"ma,,, mama" gumam salsa mulai meneteskan air mata tampa mengeluarkan suara


gino hanya terseyum melihat pemandangan di depan nya yang mentok mulut nya membentuk lengkungan


salsa langsng melangkah kluar dari ruangan itu menuju kamarnya, sekarang pikiran nya benar benar kosong , langkah demi langkah salsa hanya bisa mendengarkan suara air dari luar, salsa dengan langkah brat langsung pergi ke balkon yang brada di dalam kamarnya


mata yg sudah berkaca kaca , mata yang kosong mulut yang kluh hati yang resah kehidupan yg membuatnya bimbang salsa sungh tertekan oleh semua ini


bagai mana tidak? seorang anak yang sebenar nya tidak bisa jauh dari ibunya harus di pisahkan apa lagi salsa yang baru bertemu dengan ibunya sekarang harus berpisah lagi karna dendam yang blum terbalaskan


apa dia emang harus menabung ini?


dengan air mata yang sudah terjun dngan deras salsa melihat jauhnya langit yang sedikit gelap menandakan akan ada hujan atau badai, tak lama hujan turun membasahi tubuh salsa


salsa langang merosot ke lantai menagis tampa suara ingin menjerit namun takut


tiba-tiba lengan kekar menyentuh pinggang nya dan mengodng salsa dalam plukan hangat nya


"argghhh,,,, apa yang kamu lakukan " triak gino saat salsa menggigit nya di leher tak mau melepas nya sedikitpun, masih dengan mengeluarkan air mata yang cukup deras juga di rasakan gino yang brusaha melepas gigitan salsa


_----------------------

__ADS_1


pisau luka


__ADS_2