Polisi Penggoda

Polisi Penggoda
4a


__ADS_3

Kamis (11.37), 26 Maret 2020


-------------------------------


Ratna menggeliat dalam tidurnya. Perasaan hangat dan nyaman yang melingkupi dirinya membuat Ratna tidak ingin membuka mata. Namun tubuhnya menginginkan hal lain. Dia harus segera ke kamar mandi.


Perlahan Ratna mengangkat kelopak matanya. Yang pertama dilihatnya adalah dada bidang tempatnya membenamkan wajah. Dia bergerak hendak menjauhkan diri namun sebuah lengan kekar membelit pinggangnya. Ratna mendongak dan tertegun melihat wajah tampan polisi yang selama ini selalu mengganggunya.


Akal sehat Ratna menyuruhnya untuk segera melompat menjauh lalu memaki lelaki itu karena telah berbuat kurang ajar. Tapi hatinya berkata lain. Ada perasaan aman dan nyaman dalam dekapan lelaki itu. Sialnya, tubuh Ratna setuju dengan kata hatinya.


Mengunci rapat akal sehatnya, Ratna semakin membenamkan diri dalam pelukan lelaki itu. Ratna menghirup dalam-dalam aroma tubuh Freddy. Seharusnya tubuh orang tidur beraroma tidak sedap. Namun menurut Ratna aroma tubuh Freddy sangat lezat. Ratna terkikik kecil ketika menyadari dirinya mengumpamakan aroma tubuh lelaki itu dengan aroma makanan.


“Hmm, kau sudah bangun?”


Ratna tertegun ketika mendapat sebuah kecupan di puncak kepalanya. Freddy semakin menarik wanita itu ke dalam dekapan. Salah satu kakinya membelit kaki Ratna, memeluk wanita itu seperti guling. Ratna diam saja diperlakukan seperti itu, malah dia amat menikmatinya yang membuat dirinya sendiri kaget.


Sejak dua hari yang lalu lelaki itu memperhatikan aktifitas di sebuah rumah megah. Dia mulai menghafal kegiatan apa saja yang dilakukan penghuni rumah itu pada jam-jam tertentu untuk melancarkan aksinya.


 


 


Dari bawah pohon besar di seberang jalan rumah itu. Dia bisa dengan jelas melihat kegiatan di halaman rumah. Beruntung aksi yang ingin dilakukannya hanya berkisar di halaman. Tentu saja, dia masih harus melewati pagar tinggi yang mengelilingi rumah. Namun itu bukan masalah. Dia hanya perlu memperkirakan waktunya.


 


 


 


 


Waktu yang ditunggu telah tiba. Lelaki di bawah pohon itu memberi kode pada salah satu anak buahnya, sementara dirinya sendiri mulai berjalan santai layaknya pejalan kaki.


 


 


Tidak ada yang aneh dengan penampilan lelaki itu. Celana jins, sepatu kets dan jaket bertudung. Penampilannya malah terlihat seperti remaja yang memang biasa lalu lalang di jalanan depan rumah megah itu. Tapi siapa yang bisa menduga, di balik jaketnya dia membawa tang dan sebuah revolver yang terselip di pinggang, sekedar berjaga-jaga jika aksinya diketahui.


Sejak dua hari yang lalu lelaki itu memperhatikan aktifitas di sebuah rumah megah. Dia mulai menghafal kegiatan apa saja yang dilakukan penghuni rumah itu pada jam-jam tertentu untuk melancarkan aksinya.


 


 


Dari bawah pohon besar di seberang jalan rumah itu. Dia bisa dengan jelas melihat kegiatan di halaman rumah. Beruntung aksi yang ingin dilakukannya hanya berkisar di halaman. Tentu saja, dia masih harus melewati pagar tinggi yang mengelilingi rumah. Namun itu bukan masalah. Dia hanya perlu memperkirakan waktunya.


 


 


 


 


Waktu yang ditunggu telah tiba. Lelaki di bawah pohon itu memberi kode pada salah satu anak buahnya, sementara dirinya sendiri mulai berjalan santai layaknya pejalan kaki.


 


 


Tidak ada yang aneh dengan penampilan lelaki itu. Celana jins, sepatu kets dan jaket bertudung. Penampilannya malah terlihat seperti remaja yang memang biasa lalu lalang di jalanan depan rumah megah itu. Tapi siapa yang bisa menduga, di balik jaketnya dia membawa tang dan sebuah revolver yang terselip di pinggang, sekedar berjaga-jaga jika aksinya diketahui.


Sejak dua hari yang lalu lelaki itu memperhatikan aktifitas di sebuah rumah megah. Dia mulai menghafal kegiatan apa saja yang dilakukan penghuni rumah itu pada jam-jam tertentu untuk melancarkan aksinya.


 


 


Dari bawah pohon besar di seberang jalan rumah itu. Dia bisa dengan jelas melihat kegiatan di halaman rumah. Beruntung aksi yang ingin dilakukannya hanya berkisar di halaman. Tentu saja, dia masih harus melewati pagar tinggi yang mengelilingi rumah. Namun itu bukan masalah. Dia hanya perlu memperkirakan waktunya.


 


 


 


 


Waktu yang ditunggu telah tiba. Lelaki di bawah pohon itu memberi kode pada salah satu anak buahnya, sementara dirinya sendiri mulai berjalan santai layaknya pejalan kaki.


 


 


Tidak ada yang aneh dengan penampilan lelaki itu. Celana jins, sepatu kets dan jaket bertudung. Penampilannya malah terlihat seperti remaja yang memang biasa lalu lalang di jalanan depan rumah megah itu. Tapi siapa yang bisa menduga, di balik jaketnya dia membawa tang dan sebuah revolver yang terselip di pinggang, sekedar berjaga-jaga jika aksinya diketahui.


Sejak dua hari yang lalu lelaki itu memperhatikan aktifitas di sebuah rumah megah. Dia mulai menghafal kegiatan apa saja yang dilakukan penghuni rumah itu pada jam-jam tertentu untuk melancarkan aksinya.


 


 

__ADS_1


Dari bawah pohon besar di seberang jalan rumah itu. Dia bisa dengan jelas melihat kegiatan di halaman rumah. Beruntung aksi yang ingin dilakukannya hanya berkisar di halaman. Tentu saja, dia masih harus melewati pagar tinggi yang mengelilingi rumah. Namun itu bukan masalah. Dia hanya perlu memperkirakan waktunya.


 


 


 


 


Waktu yang ditunggu telah tiba. Lelaki di bawah pohon itu memberi kode pada salah satu anak buahnya, sementara dirinya sendiri mulai berjalan santai layaknya pejalan kaki.


 


 


Tidak ada yang aneh dengan penampilan lelaki itu. Celana jins, sepatu kets dan jaket bertudung. Penampilannya malah terlihat seperti remaja yang memang biasa lalu lalang di jalanan depan rumah megah itu. Tapi siapa yang bisa menduga, di balik jaketnya dia membawa tang dan sebuah revolver yang terselip di pinggang, sekedar berjaga-jaga jika aksinya diketahui.


Sejak dua hari yang lalu lelaki itu memperhatikan aktifitas di sebuah rumah megah. Dia mulai menghafal kegiatan apa saja yang dilakukan penghuni rumah itu pada jam-jam tertentu untuk melancarkan aksinya.


 


 


Dari bawah pohon besar di seberang jalan rumah itu. Dia bisa dengan jelas melihat kegiatan di halaman rumah. Beruntung aksi yang ingin dilakukannya hanya berkisar di halaman. Tentu saja, dia masih harus melewati pagar tinggi yang mengelilingi rumah. Namun itu bukan masalah. Dia hanya perlu memperkirakan waktunya.


 


 


 


 


Waktu yang ditunggu telah tiba. Lelaki di bawah pohon itu memberi kode pada salah satu anak buahnya, sementara dirinya sendiri mulai berjalan santai layaknya pejalan kaki.


 


 


Tidak ada yang aneh dengan penampilan lelaki itu. Celana jins, sepatu kets dan jaket bertudung. Penampilannya malah terlihat seperti remaja yang memang biasa lalu lalang di jalanan depan rumah megah itu. Tapi siapa yang bisa menduga, di balik jaketnya dia membawa tang dan sebuah revolver yang terselip di pinggang, sekedar berjaga-jaga jika aksinya diketahui.


Sejak dua hari yang lalu lelaki itu memperhatikan aktifitas di sebuah rumah megah. Dia mulai menghafal kegiatan apa saja yang dilakukan penghuni rumah itu pada jam-jam tertentu untuk melancarkan aksinya.


 


 


Dari bawah pohon besar di seberang jalan rumah itu. Dia bisa dengan jelas melihat kegiatan di halaman rumah. Beruntung aksi yang ingin dilakukannya hanya berkisar di halaman. Tentu saja, dia masih harus melewati pagar tinggi yang mengelilingi rumah. Namun itu bukan masalah. Dia hanya perlu memperkirakan waktunya.


 


 


 


 


Waktu yang ditunggu telah tiba. Lelaki di bawah pohon itu memberi kode pada salah satu anak buahnya, sementara dirinya sendiri mulai berjalan santai layaknya pejalan kaki.


 


 


Tidak ada yang aneh dengan penampilan lelaki itu. Celana jins, sepatu kets dan jaket bertudung. Penampilannya malah terlihat seperti remaja yang memang biasa lalu lalang di jalanan depan rumah megah itu. Tapi siapa yang bisa menduga, di balik jaketnya dia membawa tang dan sebuah revolver yang terselip di pinggang, sekedar berjaga-jaga jika aksinya diketahui.


Sejak dua hari yang lalu lelaki itu memperhatikan aktifitas di sebuah rumah megah. Dia mulai menghafal kegiatan apa saja yang dilakukan penghuni rumah itu pada jam-jam tertentu untuk melancarkan aksinya.


 


 


Dari bawah pohon besar di seberang jalan rumah itu. Dia bisa dengan jelas melihat kegiatan di halaman rumah. Beruntung aksi yang ingin dilakukannya hanya berkisar di halaman. Tentu saja, dia masih harus melewati pagar tinggi yang mengelilingi rumah. Namun itu bukan masalah. Dia hanya perlu memperkirakan waktunya.


 


 


 


 


Waktu yang ditunggu telah tiba. Lelaki di bawah pohon itu memberi kode pada salah satu anak buahnya, sementara dirinya sendiri mulai berjalan santai layaknya pejalan kaki.


 


 


Tidak ada yang aneh dengan penampilan lelaki itu. Celana jins, sepatu kets dan jaket bertudung. Penampilannya malah terlihat seperti remaja yang memang biasa lalu lalang di jalanan depan rumah megah itu. Tapi siapa yang bisa menduga, di balik jaketnya dia membawa tang dan sebuah revolver yang terselip di pinggang, sekedar berjaga-jaga jika aksinya diketahui.


Sejak dua hari yang lalu lelaki itu memperhatikan aktifitas di sebuah rumah megah. Dia mulai menghafal kegiatan apa saja yang dilakukan penghuni rumah itu pada jam-jam tertentu untuk melancarkan aksinya.


 

__ADS_1


 


Dari bawah pohon besar di seberang jalan rumah itu. Dia bisa dengan jelas melihat kegiatan di halaman rumah. Beruntung aksi yang ingin dilakukannya hanya berkisar di halaman. Tentu saja, dia masih harus melewati pagar tinggi yang mengelilingi rumah. Namun itu bukan masalah. Dia hanya perlu memperkirakan waktunya.


 


 


 


 


Waktu yang ditunggu telah tiba. Lelaki di bawah pohon itu memberi kode pada salah satu anak buahnya, sementara dirinya sendiri mulai berjalan santai layaknya pejalan kaki.


 


 


Tidak ada yang aneh dengan penampilan lelaki itu. Celana jins, sepatu kets dan jaket bertudung. Penampilannya malah terlihat seperti remaja yang memang biasa lalu lalang di jalanan depan rumah megah itu. Tapi siapa yang bisa menduga, di balik jaketnya dia membawa tang dan sebuah revolver yang terselip di pinggang, sekedar berjaga-jaga jika aksinya diketahui.


Sejak dua hari yang lalu lelaki itu memperhatikan aktifitas di sebuah rumah megah. Dia mulai menghafal kegiatan apa saja yang dilakukan penghuni rumah itu pada jam-jam tertentu untuk melancarkan aksinya.


 


 


Dari bawah pohon besar di seberang jalan rumah itu. Dia bisa dengan jelas melihat kegiatan di halaman rumah. Beruntung aksi yang ingin dilakukannya hanya berkisar di halaman. Tentu saja, dia masih harus melewati pagar tinggi yang mengelilingi rumah. Namun itu bukan masalah. Dia hanya perlu memperkirakan waktunya.


 


 


 


 


Waktu yang ditunggu telah tiba. Lelaki di bawah pohon itu memberi kode pada salah satu anak buahnya, sementara dirinya sendiri mulai berjalan santai layaknya pejalan kaki.


 


 


Tidak ada yang aneh dengan penampilan lelaki itu. Celana jins, sepatu kets dan jaket bertudung. Penampilannya malah terlihat seperti remaja yang memang biasa lalu lalang di jalanan depan rumah megah itu. Tapi siapa yang bisa menduga, di balik jaketnya dia membawa tang dan sebuah revolver yang terselip di pinggang, sekedar berjaga-jaga jika aksinya diketahui.


Sejak dua hari yang lalu lelaki itu memperhatikan aktifitas di sebuah rumah megah. Dia mulai menghafal kegiatan apa saja yang dilakukan penghuni rumah itu pada jam-jam tertentu untuk melancarkan aksinya.


 


 


Dari bawah pohon besar di seberang jalan rumah itu. Dia bisa dengan jelas melihat kegiatan di halaman rumah. Beruntung aksi yang ingin dilakukannya hanya berkisar di halaman. Tentu saja, dia masih harus melewati pagar tinggi yang mengelilingi rumah. Namun itu bukan masalah. Dia hanya perlu memperkirakan waktunya.


 


 


 


 


Waktu yang ditunggu telah tiba. Lelaki di bawah pohon itu memberi kode pada salah satu anak buahnya, sementara dirinya sendiri mulai berjalan santai layaknya pejalan kaki.


 


 


Tidak ada yang aneh dengan penampilan lelaki itu. Celana jins, sepatu kets dan jaket bertudung. Penampilannya malah terlihat seperti remaja yang memang biasa lalu lalang di jalanan depan rumah megah itu. Tapi siapa yang bisa menduga, di balik jaketnya dia membawa tang dan sebuah revolver yang terselip di pinggang, sekedar berjaga-jaga jika aksinya diketahui.


Sejak dua hari yang lalu lelaki itu memperhatikan aktifitas di sebuah rumah megah. Dia mulai menghafal kegiatan apa saja yang dilakukan penghuni rumah itu pada jam-jam tertentu untuk melancarkan aksinya.


 


 


Dari bawah pohon besar di seberang jalan rumah itu. Dia bisa dengan jelas melihat kegiatan di halaman rumah. Beruntung aksi yang ingin dilakukannya hanya berkisar di halaman. Tentu saja, dia masih harus melewati pagar tinggi yang mengelilingi rumah. Namun itu bukan masalah. Dia hanya perlu memperkirakan waktunya.


 


 


 


 


Waktu yang ditunggu telah tiba. Lelaki di bawah pohon itu memberi kode pada salah satu anak buahnya, sementara dirinya sendiri mulai berjalan santai layaknya pejalan kaki.


 


 


Tidak ada yang aneh dengan penampilan lelaki itu. Celana jins, sepatu kets dan jaket bertudung. Penampilannya malah terlihat seperti remaja yang memang biasa lalu lalang di jalanan depan rumah megah itu. Tapi siapa yang bisa menduga, di balik jaketnya dia membawa tang dan sebuah revolver yang terselip di pinggang, sekedar berjaga-jaga jika aksinya diketahui.


 

__ADS_1


----------------------------


♥ Aya Emily ♥


__ADS_2