
Langit yang gelap, suara bisik air hujan yang deras, hawa dingin yang merasuki tubuh,lalu tak ada satupun kendaraan yang lewat di jalanan itu. Di pinggir jalan nampak sebuah halte bus yang sederhana dan di bawah atap halte itu ada seorang anak laki laki yang sedang murung,diliputi kesedihan.
Dia sedang melihat selembar kertas bertuliskan angka 50. Kemudian dia melihat ke atas langit,ingin bertanya tentang apa yang sedang ia alaminya hingga sampai seperti ini.
Tak lama kemudian, saat ia sedang melamun... datang seorang gadis cantik yang terlihat pakaian nya basah kuyup karena hujan tadi. Gadis itu melepas jaketnya lalu mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil dari tasnya.
__ADS_1
Ketika sedang merapihkan rambut,anak laki laki tadi sontak terdiam dan memperhatikan gadis yang berada di sampingnya,lalu saat gadis itu melihatnya, dia langsung membalikkan mukanya ke depan.
“aduh kok lama banget
sih, jemputannya.... pak dudi lg dimana ya?” gadis itu yang sedang melihat ponselnya dengan niat ingin menelepon supirnya yang tak kunjung datang. “halo....bapak lagi dimana?... oh, saya lagi di halte bis yang ga jauh dari sekolah.....cepat ya pak...” gadis itu pun menutup teleponnya.
__ADS_1
akhirnya gadis itu menerima jaket tebalnya, dia tersipu malu... kini anak laki laki itu hanya memakai rompi hitam. kemudian anak laki laki itu mengambil botol air minum nya yang berbentuk termos kecil dan menuangkan air hangat ke tutup botol yang bisa dijadikan gelas kemudian memberikannya kepada gadis itu, gadis itu terdiam
“tenang aja... ini bersih kok, udah saya lap pakai tisu sebelumnya..”kata anak laki laki itu meyakinkannya, lalu gadis itu menerimanya dan tersenyum.
Setelah gadis itu minum, ia langsung bertanya “kamu... namanya siapa? Dari sekolah mana?” kemudian gadis itu menjawab “namaku...sintiya putri mahesa, panggilannya sintiya, aku sekolah di smk A, kalau kamu gimana?” gadis itu bertanya kembali “namaku... zahran naufal amar, panggilannya zahran, aku sekolah di sma B” laki laki itu kemudian membalikkan badannya ke depan. Gadis itu melihat ke arahnya dan memperhatikannya dari bawah hingga atas “belum pernah aku bertemu laki laki kayak dia, biasanya laki laki kan suka mengambil kesempatan kalau udah liat aku, ini kok ga ada respon sama sekali” berbisik dalam hatinya. “hmm..ngomong ngomong terimakasih ya, udah di pinjamin jaket, oh iya... kamu nanti pulang naik apa? Mau numpang sama aku ga? Aku lagi nunggu jemputan nih, sebentar lagi sampai” kata gadis itu menawarkan tumpangan kepada laki laki itu. Namun laki laki itu menolak dengan menggelengkan kepalanya “tidak, terimakasih, saya kebetulan kesini naik sepedah” kata laki laki itu sambil menunjuk sepedahnya yang berada di samping tempat duduknya. “oh, emangnya rumah kamu di mana?” gadis itu balik bertanya, namun dipotong dengan suara klakson mobil yang berada di depan halte, mobil avanza yang merupakan keluaran baru. “maaf, non, saya terlambat menjemput, ayo non, mumpung hujannya sudah berhenti” kata supirnya yang turun dari mobil dan menghampiri nona muda nya. “tidak masalah, ayo pak, kita pulang, udah malam” gadis itu pun naik ke dalam mobil dan melihat ke belakang, laki laki itu hanya tersenyum. Mobil pun akhirnya berangkat,
__ADS_1
Saat perjalanan pulang, tak lama dia ditanya sama supirnya “non, beli jaket baru ya?” kata supirnya dan membuat dia menyadari bahwa ia belum mengembalikan jaketnya kepada pria itu karena terburu buru “aduh.... kok aku bisa lupa sih, jaketnya dia, gimana ini? Apa aku harus ke rumahnya? Tapi tadi dia belum menjawab nya.... apa aku ke sekolahnya aja besok?” pikirnya.
kritik dan saran sangat membantu saya, semoga pembaca menyukai cerita saya ini.