Prince Of Night

Prince Of Night
pertemuan yang tak di duga


__ADS_3

setelah menempuh perjalanan selama 45 menit, mobil mereka pun sampai di sebuah cafe yang megah dan luas, mereka berempat pun turun secara bersamaan.


"wow... OMG... besar banget cafe nya, bener bener sesuai yang ada di medsos" nadia sangat terkagum dengan apa yang dilihatnya itu. cafe tersebut sudah terkenal hanya dalam sebulan, menurut apa yang dikatakan, cafe tersebut terkenal dengan tempatnya yang klasik dan suasananya yang modern, banyak pasangan muda yang berkunjung kesana untuk bulan madu atau kencan.


"ya... kalau tidak salah\, pemilik cafe ini adalah artis terkenal..." arkan merapihkan jas nya\, lalu mengunci pintu mobil nya "ayo...*let's goo....*kita masuk\, jangan sampai kehabisan tempat" nadia memegang lengan arkan dan pergi ke arah cafe. "eh tunggu.." sintiya tertinggal di belakang karena harus merapihkan kerudungnya terlebih dahulu\, namun saat mengejar mereka berdua\, sintiya tanpa sengaja ingin terjatuh\, akan tetapi di pegang oleh zahran.


"pelan pelan dong, non sintiya... nanti kakinya keseleo lho" sahut zahran yang memegangnya. sintiya pun malu dan memperbaiki posisi tubuhnya, lalu...


zahran dengan inisiatif, menawarkan lengannya pada sintiya, dia pun merasa bingung "untuk malam ini aja" sahut zahran. sintiya pun senang, lalu menerima tawarannya, mereka berdua pun masuk ke cafe secara beriringan.

__ADS_1


"selamat malam kakak" sapa hangat pelayan yang ada di depan pintu masuk, lalu mereka mencari nadia dan arkan. suasana di cafe sangat ramai dikunjugi, namun mereka berdua tidak menemukan mereka di lantai satu, akhirnya mereka naik ke atas, lalu ada seseorang yang melambaikan tangannya, itu adalah nadia dan di sampingnya ada arkan. mereka berdua menghampirinya.


"tunggu.." zahran menarik kursi untuk sintiya, lalu sintiya pun tersenyum dan duduk di kursi itu. "aduuh... so sweet nya" sahut nadia. tak lama kemudian, seorang pelayan datang menghampiri meja mereka. "silahkan kakak, dilihat menunya dan beritahu pesanan kakak kakak di sini" seorang pelayan wanita yang masih muda meyerahkan daftar menunya.


“saya cappucino dan fried rice” kata nadia


“saya americano dan shpageti keju” kata arkan


“mas di sana mau pesan apa?” tanya pelayan itu setelah mencatat pesanan di  buku kecilnya

__ADS_1


“saya coklat hangat dan roti bakar” kata zahran sambil menyerahkan menunya kepada pelayan itu. “baik semuanya sudah saya tulis, apa ada tambahan lagi?” tanya kembali pelayan itu “tidak ada, kamu boleh pergi” kata Arkan. “baiklah kalau begitu, mohon tunggu pesanannya, saya permisi dulu” sahut pelayan itu  membungkukan setengah badannya lalu pergi.


"sin, gua mau ke toilet dulu, lu mau ikut nggak?" nadia berdiri dari kursinya dan mengajak sintiya. "ya nad" sintiya juga beranjak dari kursinya dan menggadeng nadia. mereka pun pergi meninggalkan arkan dan zahran.


setelah beberapa menit kemudian, mereka berdua kembali dari toilet. "lho... kemana si zahran?" nadia bertanya pada arkan yang sibuk dengan hpnya. "dia tadi mencari mushola tapi tidak ketemu, jadinya dia pergi sebentar keluar" jawab arkan. sintiya dan nadia duduk di kursinya dan mereka berdua pun asyik mengobrol sambil  menunggu pesanannya datang.


1 jam kemudian, pesanan mereka datang, "sudah lengkap semua kan, kak, apa ada yang kurang?" tanya pelayan tadi menurunkan pesanan mereka dari nampan nya. "tidak ada, terimakasih ya" sintiya tersenyum pada pelayan wanita itu. "baiklah, saya permisi dulu ya kak, silahkan menikmati" pelayan itu pun pergi meninggalkan mereka. "eh, cepat panggil tuh zahran, nanti pesanannya dingin lagi" nadia memberi saran pada sintiya. "iya... bentar gua telepon dulu" sintiya mengambil hpnya dari tas kecilnya dan menekan nomor zahran. "tuut...tuut" teleponnya tidak diangkat, lalu sintiya menelepon sekali lagi, namun tetap sama. "nggak diangkat dong" sintiya memasukan kembali hpnya ke dalam tas. "yasudah kamu samperin aja dia, kan ada masjid di samping cafe, tadi" sahut nadia yang langsung ditanggapi oleh sintiya. dia pun beranjak dari kursinya dan tiba tiba "BRUUK.." sintiya menabrak seseorang. "eh hati hati, apa kamu tidak apa apa?" seorang pemuda tampan kemeja hitam "kamuu... " sintiya terkejut melihat pemuda itu yang ternyata adalah mantan pacarnya yang lama menghilang entah kemana "eh, sintiya" pemuda itu juga terkejut melihatnya "sin, beneran kamu kan? sintiya?.. aku mencarimu selama ini" pemuda itu melanjutkan perkataannya


"mencariku?kenapa?..bukannya kamu yang menghilang duluan dan memblok semua akun media" sintiya terlihat kecewa pada pemuda itu. "sin.. itu aku ga sengaja, aku hanya.." perkataan nya dipotong sintiya "hanya tidak ingin ketahuan oleh pacar barumu, bagas... hah? seorang pemuda kaya bertunangan dengan seorang perempuan di Perancis, itulah media yang keluar setelah satu tahun menghilang" sintiya tegas mengatakannya. "oke.. aku ngaku, tapi dia tidak mencintaiku seperti kamu, aku dipaksa oleh orang tuaku" pemuda itu megatakan sambil memegang tangan sintiya. "sudah sin, kamu jangan terpancing oleh nya, ingat sin, dia bahkan tidak mempedulikanmu dan tidak pernah memberi penjelasannya" nadia datang menghampiri mereka berdua "siapa kamu? jangan ganggu aku dengan sintiyaku" ucap tegas pemuda itu, namun sintiya melepas pegangannya "siapa yang sintiyamu, kamu jangan berharap" sintiya pergi meninggalkannya, namun ditarik lagi oleh pemuda itu "sin, kamu mau kemana? jangan pergi" pemuda itu memegang tangannya dengan kencang

__ADS_1


"lepasiin...., sakiiit tau..." sintiya mengadu kesakitan karena tangannya di pegang kuat oleh bagas. "khem..maaf, bisa lepaskan sintiya" sahut seseorang di belakang sintiya dan melepaskan peganggannya dari tangan sintiya. "siapa kamu? berani sekali... apa kamu tidak kenal dengan saya" pemuda itu, bagas merasa kesal "nama saya zahran dan saya adalah..." perkataan zahran dipotong oleh sintiya yang langsung memeluk lengan zahran


"dia adalah pacarku" sahut sintiya


__ADS_2