
Langit sudah gelap, lampu jalanan masih menyala dan terdengar sunyi karena tidak ada yang keluar rumah. Zahran sedang di supermarket untuk membeli perlengkapan kerajinan yang mau dibuat. Setelah berbelanja ia pun keluar supermarket dan menaiki motornya itu. “alhamdulillah, semuanya ada di sini” katanya dan langsung menuju ke rumahnya. Dalam perjalanan pulang, dia berhenti di persimpangan jalan dan tak sengaja melihat dari jauh,
seorang gadis yang memakai celana trainning dan jaket pink, lalu rambutnya di ikat ke belakang, Itu adalah teman
sekolahnya, Alya. Dia nampak sedang berjalan kaki dan membawa kantung plastik.
“sedang apa dia malam seperti ini?” pikirnya. Dia pun mengikuti gadis itu karena ada perasaan tidak nyaman,
lalu tak lama kemudian benar saja, ada kelompok preman yang sedang menghampirinya. “nah lho, kan? Itu preman kasihan banget ketemu kuntilanak,bahkan lebih serem, hehe..” dia tersenyum sendiri, lalu dia lebih baik
bersembunyi dan melihat adegan horor. “yah... baterai gua habis lagi” ketus nya setelah mengeluarkan hp nya untuk merekam dan ingin di bagikan ke teman temannya.
Sementara itu....
“hai manis, kok sendirian aja...ngomong2 kalau kamu temenin abang main pasti abang izinin kamu pergi hehehe..”
sahut salah satu preman itu. “sorry, gua ada urusan, ga bisa main sama lu” jawab alya dengan nada kesalnya. “wow, gadis zaman sekarang sudah berani melawan ya...” kata preman di samping preman tadi. “gpp, semakin kamu melawan, semakin seruunya kalau main sama kamu” kata preman yang pertama kali berbicara.
Zahran yang mendengar percakapan mereka karena pendengarannya yang tajam hanya terdiam dan penasaran apa yang terjadi selanjutnya. Preman preman tersebut mulai mengepungnya dan alya pun dengan kuda kudanya bersiap untuk melawan. “kita lihat,wonderwomen menumpas kejahatan, ah aku rekam sambil mencas aja ya, kan sayang kalau dilewatkan” pikirnya. Dia baru sadar bahwa tadi dia membawa power bank di saku jaketnya, lalu ia bergegas mencas hp nya dan merekam kejadian itu.
Preman itu pun mulai bergerak, alya dengan ilmu bela dirinya menangkis semua pukulan dan melawan mereka. satu per satu preman dia kalahkan, tetapi preman itu pun terlihat serius dan mengeluarkan senjata tajam. Sayangnya badan preman tersebut bukan main main, terlihat ternyata sebagian dari mereka merupakan mantan pertarung. Alya pun lama kelamaan, kewalahan menghadapi mereka semua dan hampir saja terluka karena
senjata tajamnya. “wah ada yang tidak beres nih, bantuin ga ya? Biarin lanjut rekam aja,toh...dia kan wanita terkuat di sekolah” pikir zahran yang masih mengingat kejadian di sekolahnya. Dalam pertarungan itu, alya sudah sampai
__ADS_1
batasnya dan terhempas ke jalan. “lho, kirain kuatnya seperti apa?ternyata hanya segini, gimana bos?” tanya preman tersebut kepada seseorang yang berada di belakang mereka. “jadi ini yang namanya alya si petarung no.1, hanya di sekolah doang, berarti murid lainnya cere cere semua hahaha” kata orang yang berbadan
tegap dan kekar. “tunggu apa lagi, gadis seperti ini sangat jarang ditemukan, hei manis, kamu sudah kalah” sahutnya sambil memegang dagu alya yang terbaring lemah di jalan.
Tiba tiba....
“Tak...” orang itu menangkis batu berukuran sedang yang menghampirinya. “woi siapa disana?” tanya orang itu
sambil berteriak. “tuk..tuk..tuk” suara sepatu melangkah menghapiri mereka.“mencari mangsa empuk di pinggir jalan pada malam hari, memalukan sekali, kalian lebih rendah daripada tikus” kata seorang tersebut yang ternyata itu adalah zahran yang keluar dari tempat persembunyiannya. “hohoh... anak muda, tidak ada urusannya denganmu di sini, cepat pergilah mumpung suasana hati gua sedang baik” sahut orang itu sambil berdiri tegap dan menatap zahran. “tidak apa apa, emang bukan urusanku, aku kebetulan lewat saja dan melihat ada keramaian di sini”kata zahran sambil melepas jaketnya dan memberikannya kepada alya. “tolong pegang ini sebentar” pintanya, lalu ia berdiri dan meregangkan otot lengannya. “bukankah, dia orang yang sering dibicarakan di sekolah, apa yang dia ingin lakukan?” pikir alya yang penasaran. “oh apa ini maksudnya? lu mau menantang kami bertarung?” tanya orang itu. “ooh, tentu tidak,hanya ingin memberi kalian pelajaran tentang arti seorang laki laki yang menindas perempuan” kata zahran. “ada yang bilang pria itu hanya memetingkan kehormatan dan kekuasaan,bukankah begitu, alya?” diliriknya alya dengan senyuman sadis. “hah, siapa lu? Gua ga kenal sama lu” kata alya sambil memalingkan mukanya. “apa yang kamu bilang barusan? bocah seperti lu mau mengajari kami, hahaha...” kata orang itu.
“baiklah, kayaknya tidak perlu basa basi, nanti kalau ada polisi bisa panjang urusannya” kata zahran. “sesuai
permintaanmu, hajar dia!!” perintah orang itu. Para preman itu mulai menyerang dan zahran hanya diam, tidak melakukan persiapan. Tak lama kemudian, saat para preman itu menyentuhnya, zahran mulai bertindak, memukul dan menendang mereka dengan sangat keras, lalu para petarung tadi ikut maju dan memegang senjata,
lagi terkejut dengan apa yang dia lihat. Sebelumnya dia sering mendengar bahwa zahran adalah orang yang seringkali ditindas dan menjadi cemooh semua orang di sekolah karena mendapat nilai terendah tapi selalu bisa naik kelas, dia mengira bahwa saat itu zahran menggunakan kekuatan orang tuanya, jadi dia tak terlalu
menyukainya.
“bocah, kau pasti akan mati!!” teriak oarang itu dan mengeluarkan senjata tajam berupa pedang samurai. “hohoho...
semakin menarik, saya kira anda tidak membawa senjata, tapi apakah anda tidak malu melawan anak dibawah umur menggunakan senjata” kata zahran yang kemudian menghampiri alya “alya, bolehkah saya meminta tolong, tolong ambilkan sarung tangan saya di jaket saya” pinta zahran dan alya menuruti katanya. “dia gila ya, sarung tangan buat lawan pedang samurai” pikir alya sambil meyerahkan sarung tangan zahran yang biasa di pakai untuk menyetir motor. “hei anak muda, kalau mau mati bilang saja, nanti aku akan mengambulkannya dengan sekali tebasan” kata orang itu sambil mengeluarkan pedang dari sarung pedang itu. “haiiih, anda salah paham,
saya begini bukannya mau menyerahkan nyawa tapi justru saya hanya tidak mau pulang dengan membawa bau darah anda, apalagi setelah ini saya ingin menenangkan diri saya” kata zahran sambil mengangkat bahunya.
__ADS_1
Tanpa sepatah kata pun orang itu mulai menyerang dengan menebasnya ke arah kepalanya , namun sayangnya meleset, lalu zahran memukul bagian atas perut dan kemudian dahu orang itu hingga berdarah. “sialan, dia kuat sekali” pikir orang itu. “ting dong, anda kehabisan waktu” kata zahran yang kemudian memukul wajahnya dengan sangat keras hingga orang itu tak berdaya dan menjatuhkan pedangnya ke tanah. Kini orang itu hanya
menumpu badannya dengan kedua lututnya. “sebenarnya saya tidak mau seperti ini, tapi anda memaksa saya” kata zahran. Ia pun mengangkat salah satu kakinya ke atas “selamat tinggal, semoga anda bisa mempertanggung jawabkan perbuatan anda di dunia” ia menjatuhkan kakinya ke arah kepala orang dengan sangat keras
hingga darah orang itu tidak berhenti mengalir.
“huufffh... cape banget” sahutnya. “oh ya kamu tidak apa apa? Sini ulurkan tanganmu” pinta zahran “ngapain
kamu? Mau ngambil kesempatan dariku” jawab alya. “masih aja buruk sangka, hanya ingin mengobati saja” kata zahran sambil menarik tangan alya yang terluka, lalu melihat luka goresan yang terjadi akibat senjata tajam tadi. “tunggu di sini, jangan kemana mana, aku akan segera kembali” kata zahran yang kemudian meninggalkannya.
Tak lama kemudian...
“brum...brum..” suara motor besar terhenti di depan alya. “cklek...”zahran membuka bagasi motor dan mengambil
kotak P3k yang selalu dia bawa jika terjadi apa2. “ini, kamu minum dulu!” pinta zahran dan alya menerima tawarannya tanpa berkata apapun. “aaah... pelan sedikit” keluh alya yang merasa perih di tangannya karena dikasih betadine, lalu di lap dengan kapas. Zahran memberikan obat salep untuk menutupi lukanya agar
tidak terlalu terbuka, lalu meniupnya dengan pelan. “aiih, kenapa aku ini?” muka alya memerah padam, entah apa alasannya saat ini dia melihat zahran seperti sedang melihat seorang pangeran. “udah selesai, ayo... kita pulang” sahut zahran yang membuyarkan lamunannya. “eh!” katanya yang baru sadar saat mendengar perkataan zahran. “ya... aku antar kamu pulang, kan ga mungkin kamu mau jalan ke rumah sendirian malam malam gini ” sahutnya sambil mengangkatnya ke jok motornya. “sudah siap?, kamu pegangan yang erat” kata zahran yang juga
naik ke jok motornya. Alya hanya terdiam, lalu memegang pundak zahran yang kekar itu. Mereka pun meninggalkan tempat kejadian itu dan langsung menuju rumah alya.
Saat sudah tiba di rumah alya, zahran mengangat tubuh alya menuju rumahnya. ”tok..tok” alya mengetuk pintu
dengan tangan satunya yang tidak terluka. “ya... sebentar!!” sahut orang yang di dalam, lalu terbukalah pintu itu dan...”astagfirullah...nak,kamu kenapa?” tanya wanita paruh baya yang merupakan ibunya alya. “maaf bu, izinkan saya membawanya ke kamarnya” zahran meminta izin ke ibunya alya, lalu ibunya menujukkan jalannya. “di sini nak!” sahut ibunya sambil membukakan pintu kamar alya. Zahran pun masuk dan merebahkan alya ke kasurnya.
__ADS_1
“nak kalau boleh tau, kenapa dengan alya?” tanya ibunya yang merasa khawatir, tak lama kemudian semua orang rumah masuk ke kamar alya. “maaf bu sebelumnya, tadi saat di jalan alya diserang oleh beberapa preman di jalan, tapi saya datang terlambat dan alya sudah seperti ini” kata zahran menjelaskan. “tuh kan, apa yang sudah bapak bilang kamu jangan keluar sendirian malam malam” sahut ayahnya