
“terus kamu ada yang luka tidak?” tanya ibunya. “tidak apa apa kok bu” jawab alya sambil tersenyum. “kak, itu
yang ditangan kakak apa?” tanya adiknya yang melirik tangan kakaknya yang diperban. “ini namanya perban, dek buat nutupin luka kakak” jawab kakaknya sambil menghelus kepala adiknya. “siapa yang melakukannya?” tanya ayahnya, lalu semua melihat ke arah zahran. “ya, itu saya yang melakukannya, untungnya saya masih punya kotak P3K di motor” kata zahran sambil menggaruk garuk kepalanya. “terimakasih ya nak” kata ayahnya sambil tersenyum kearahnya. “ya pak, sama sama” katanya.
“bapak, ibu dan semuanya, saya pamit pulang, ya... assalamu’alaikum” salam zahran yang keluar dari kamarnya
menuju pintu rumah, lalu pergi meninggalkan rumah alya. Sementara itu, “kak, bagaimana dengan premannya? Pasti dikalahkan oleh kakak ya, kakak kan kuat” tanya adiknya yang penasaran. Saat ini yang berada di kamar alya hanya adik dan ayahnya alya sedangkan ibunya alya sedang menyiapkan makanan untuk alya “sepertinya tidak mungkin deh, karena tangan kakakmu terluka sampai seperti ini, pasti preman itu membawa senjata dan jumlahnya banyak” kata ayahnya yang merupakan mantan atlet bela diri dan ayahnya sangat mengenal kemampuan bela diri anak perempuannya “ya ayah, sepertinya hal ini tidak bisa disembunyikan dari ayah” kata alya. “apa yang kakak sembunyikan?” tanya adiknya alya. “sebenarnya, semua preman itu... adalah petarung tangguh dan kuat, aku sampai kewalahan melawan mereka, tapi si zahran datang dan mengalahkan semua petarung itu dalam hitungan menit bahkan pemimpin mereka yang paling kuat pun dikalahkan juga yah” kata alya menjelaskan. Ayahnya pun terkejut mendengar perkataan putrinya itu. “khem, jadi yang tadi namanya zahran dan dia sekuat itu? Ngomong2 kamu tau dia pakai bela diri apa?” tanya ayahnya. “iya ayah, tapi aku belum tau dan tidak pernah liat bela diri semacam itu” jawab alya.
“yasudah kamu istirahat aja, tidak perlu terlalu memikirkan apa yang terjadi tadi” pinta ayahnya yang keluar
dari kamarnya bersama adiknya itu. “sebenarnya kenapa kenapa harus disembunyikan?” pikirnya saat mengingat kejadian di perjalanan menuju rumahnya.Saat itu, zahran meminta alya untuk tidak menceritakan ke siapapun termasuk di sekolah, tetapi saat alya menanyakan alasannya, dia hanya berkata “tidak apa apa, bukankah semua orang memiliki rahasia yang tidak harus ia ceritakan?” kemudian alya hanya terdiam dan tidak bertanya lagi pada saat itu. “huffh...ngapain juga gua mikirin dia... mending gua mikirin untuk ningkatin bela diri gua lagi” katanya, lalu ia memejamkan matanya dan tertidur lelap.
Keesokan harinya,
__ADS_1
Langit yang cerah berwarna biru muda, awan putih menggupal menghiasi langit,cahaya matahari bersinar dari arah
timur, hawa dingin masih menyelimuti daerah sekitar, ayam berkokok menyambut pagi,burung terbang mencari makan untuk anaknya dan semua manusia yang berada di sini melakukan aktivitas rutin pagi yaitu berolahraga. Saat ini zahran sedang jogging mengintari area GOR seluas ratusan meter sebanyak 4 putaran, setelah itu dia berhenti di taman dan duduk di bawah pohon besar sambil meluruskan kakinya.
“gluk...gluk..gluk...”zahran minum air dari botol yang berada di ransel kecilnya. “alhamdulillah...” sahutnya sambil menghirup udara segar di sekelilingnya. Dia melihat ke langit, lalu memejamkan matanya. Dia teringat masa lalunya bersama kakaknya.
6 tahun yang lalu
Di daerah pedesaan yang kecil, di sebuah jalanan yang berbatu, ada kakak beradik sedang berlari yang berkeliling
emang kalau jodoh ga kemana, hmm...ada apa ya?” sahutnya yang berhenti dan perlahan melihat ke belakangnya. “guk..guk” suara anjing doggy yang tingginya sepinggang kakak nya datang menghampirinya “anjing siah, eh emang anjing.... dasar adik laknat kau,zahraaaaaan” teriak kakaknya yang kemudian berlari dengan cepat menghindari kejaran anjing itu.
2 jam kemudian
__ADS_1
“hah...hah...hah” kakaknya pun sampai di sebuah rumah besar, rumah kakek dan neneknya, namun mereka berdua
sudah meninggal saat kakaknya berumur 6 tahun dan zahran masih 1 tahun, dengan nafas yang terendak sendak karena kejadian tadi, dia harus melewati jalan memutar yang jaraknya lumayan jauh. Sementara itu, adiknya duduk di sebuah halaman rumah sambil makan roti bakar dan susu coklat. “aah... aa sudah sampai ya, lama banget sih aa,ini rotinya keburu dingin, cepat makan!” sahut adiknya sambil menunjuk roti bakar dan segelas susu coklat yang berada di meja sampingnya.
“bunda lagi ngapain?” tanya kakaknya yang kemudian duduk di kursi satunya lagi. “bunda sama ua(kakak ibu) siti sedang keluar sebentar” jawab zahran sambil menghabiskan makanan dan minumannya. “aa, aku duluan ke dalam ya” lanjut zahran zambil membawa gelasnya ke dalam, sedangkan kakaknya masih menghabiskan sarapannya. Setelah beberapa menit, kakaknya masuk ke dapur dan mendengar suara air di kamar mandi. Tanpa disengaja terlintas di pikrannya untuk membalas perbuatan adiknya itu. “hehehe... ****** kau hari ini” pikirnya. Dengan
cepatnya dia mematikan listrik di rumah dan segera mengambil topeng hantu dan mukena warna putih, kemudian mengendap ngendap di sudut ruangan. “aa, listriknya mati ya? Kok gelap”sahut adiknya yang keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk di pinggangnya. Adiknya meraba raba sesuatu, ia mencari lilin di dapur. Setelah beberapa lama kemudian, akhirnya adiknya menemukan lilin dan menyalakannya menggunakan api dari kompor, lalu adiknya berjalan menuju ruang tamu untuk menyalakan listriknya. Saat setengah jalan, terdengar suara anak bayi menangis di ruang keluarga yang ia lewati, “apaansih tuuh... kok ada bayi, emangnya bayi siapa yang nyasar kesini” pikirnya dan melanjutkan langkahnya ke ruang tamu, namun saat dia melangkah kembali terdengar di suara aneh “kretek...kretek...” seperti suara benda yang retak, kali ini zahran sudah mulai gemetar, rasa takutnya pun meningkat, tapi dia terus melangkah.
Saat sampai di ruang tamu, “wah ini mah karena keberatan listrik, yasudah nyalakan saja” sahutnya yang
memperhatikan alat penghitung listrik, kemudian ia nyalakan. “aa dimana lagi, pasti lagi lagi keluar rumah” lanjut zahran kemudian dia meniup lilinnya hingga padam. Ia melangkah kembali menuju kamarnnya, sebelum itu dia meletakkan lilin di dapur. “cklek...” zahran membuka pintu kamar dan “DUARRR” teriak kakaknya yang berada di balik pintu dan membuat adiknya,zahran terkejut sampai pingsan. “eetdah, ni anak malah sempat sempatnya akting,dikira dapat honor kali ya” kata kakaknya yang tidak tau kalau adiknya benar benar pingsan dibuatnya. “woi banguuun, jangan tidur dilantai nanti kotor! Lantainya sih... kalau kamu mah tinggal mandi lagi” kata kakaknya sambil menggoyangkan badannya, namun tidak juga sadar “hmm... ngangkat,males.. bangunin pakai air, nanti basah lantainya, gimana ya?” kakaknya berfikir dan menemukan ide yang ngga kalah aneh dari yang tadi, dia
mengambil bedak dan lipstik, lalu merias wajah adiknya hingga terlihat cantik. Saat beberapa menit, akhirnya selesai, ia mengambil hpnya “katakan cheess.... cekrek (suara hp) hmm... apa lagi ya?....oh iya!” kata kakaknya yang masih mempunyai ide ide yang menarik lagi, ia meletakkan kameranya di meja dan mulai merekam vidio “hai guys, kembali lagi dengan saya al amin, yang kali ini akan memberikan kalian tips bagaimana cara mengurus jenazah, dari memandikannya sampai mensalatinya.....bla bla bla” kata kakaknya yang menjelaskannya.
__ADS_1
Itu adalah cerita yang menyenangkan bagi zahran, karena setelah itu, ia dan kakaknya selalu mengisi waktu luang dengan saling menjahili satu sama lainnya. “hah... sudah waktunya pulang ya, aa" sahut zahran sambil melihat jam tangan, menunjukkan pukul 8 pagi.