Prince Of Night

Prince Of Night
pergi main


__ADS_3

“kriiing...kriing....” suara telepon rumah berbunyi di ruang tengah. “ya halo, ada yang bisa saya bantu?”


seorang pembantu menjawab panggilan telepon itu, lalu “nooon, ada yang nyariin non” pembantu itu dengan suara yang lantang memanggil majikannya di atas. “ya biii, sebentar!!” jawab majikannya, sintiya. Dia menuruni tangga dengan cepat, memakai celana pendek dan kaos, serta rambut yang diikat ke belakang memanjang


hingga ke pundaknya, lalu menghampiri pembantunya. “siapa bi?” tanya dia “non nadia” jawab pembatu itu sambil menyerahkan teleponnya ke sintiya dan pamit meninggalkannya.


“halo, ada apa nadia?” tanya sinta dari rumahnya.


“sintiya, kita main keluar yuk, gua bosen di rumah terus” sahut nadia di seberang telepon “mau main kemana? Gua


ga hafal daerah sini” tanya sintiya.


“yasudah, kita ke cafe yang baru dibuka bulan lalu, katanya di sana enak dan tempatnya luas banget” jawab nadia


“oh oke deh, kapan?”


“nanti jam 5 sore gua ke rumah lu”


“yasudah, berdua doang nih?” sintiya mengangkat satu alisnya.


“hmmm... kayaknya kurang seru deh, gimana kalau ajak cowok yang lu ceritain waktu itu?, nah, gua aja pacar


gua juga” sahut nadia yang mengetahui hal itu.


Nadia dan Sintiya adalah sahabat,bahkan teman sebangku di kelas selama 3 tahun. Mereka berdua selalu bertahan di kelas unggulan karena kepintaran dan kecerdasannya dalam belajar. Bahkan mereka mendapat julukan “pasangan bintang sekolah”. Sintiya selalu mempertahankan posisinya di peringkat kesatu dan Nadia mendapat peringkat kedua. Selain prestasinya dalam belajar, mereka juga tak kalah cantiknya dengan seleb yang


terkenal, siapa sangka sintiya dan nadia merupakan kembang di sekolahnya. Walaupun banyak gadis cantik di sekolah mereka, akan tetapi merekalah yang terkenal. Tak heran kalau banyak siswa pria yang mengejar mereka, bahkan orang kaya sekalipun. walaupun demikian, tetapi sintiya berbeda dengan yang lainnya


“yaaah, itupun kalau dia mau” muka sintiya memerah.


“aduuh, ada apanih? Kayaknya ada yang telah merubah sosok sintiya yang dulunya anti pria”


“ngomong apaansih lu? Udah ah, nanti gua kabarin lagi kalau udah dapat balasan dari dia, udah yah aku tutup,


assalamu’alaikum...tuuut” sintiya segera menutup teleponnya karena dia tau kalau sahabatnya akan bertanya banyak hal, kalau sudah menyangkut cinta.


“telepon ga ya..? tapi kalau dia sibuk gimana ya?” sintiya bergumam sendiri sambil berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamarnya karena hpnya ada di atas dan dia tidak menghafal nomornya. “telepon


aja deh, toh kalau dia sibuk gausah dipaksain” katanya sambil meraih hpnya di kasur.

__ADS_1


“tuuut...tuuut....halo” suara diseberang telepon


“halo, zahran” kata sintiya  “ya sintiya, ada apa ya?” jawab


zahran yang sedang memperbaiki motornya di gudang belakang


“kamu lagi sibuk ga, hari ini?” tanya sintiya yang masih malu malu kucing


“oh, kebetulan lagi ga ada deadline hari ini, ada yang perlu saya bantu, tuan manejer?”  ketus zahran sambil mengelap mukanyayang penuh oli dengan handuk kecil


“apaansih kamu? Kan aku cuman nanya aja, kalau kamu ga sibuk, aku mau ngajak kamu keluar sama teman aku juga”


“oh, emangnya siapa aja teman kamu? Kok pakai udang aku segala” tanya zahran yang penasran


“sebenarnya bukan teman biasa, tapi sahabat aku, dia aja seorang tapi dia mau ngajak pacarnya, masa aku harus


jadi orang ketiga diantara mereka, kan ga seru” sahut sintiya dengan nada


manja.


“oh oke deh aku paham, ya nanti aku temenin kamu, pokoknya kemanapun nona muda sintiya pergi, saya siap


“ya nanti kamu datang aja ke rumah ku ya, jam 5 sore, jangan telat, ingat!!” sahut sintiya dengan nada tegas


“siap bos, laksanakan” jawab zahran di sebelrang telepon


“yasudah aku tutup ya... assalamu’alaikum” sintiya mematikan teleponnya dan langsung terbaring di tempat


tidurnya. “apaansih tadi, masa cuman gitu aja, aku udah malu malu, kenapa


begini sih” pikirnya yang mengingat pembicaraan tadi sambil memeluk bantal.


Sementara itu di rumah zahran “aduuh, apa aku terlalu berlebihan ya saat ngucapin tadi, tapi dia seperti malu


malu gitu? Aah.. udah lah, emang sifat wanita susah ditebak” gumam zahran


sambil merapihkan alat perkakasnya, lalu masuk kedalam rumah.


“motor gimana nak? Sudah beres semuanya?” tanya seorang pria paruh baya, ayahnya, sedang membaca koran di

__ADS_1


ruang keluarga dan di depannya ada secangkir teh hangat. “sudah yah, tinggal aku mandikan motornya” jawab zahran yang meletakkan perkakas tersebut ke dapur. “yasudah, nanti jangan lupa abis cuci motor kamu, sarapan dulu, di meja makan sudah ada makanan kesukaan kamu, kangkun dan pecel lele” sahut bundanya yang


menghampiri suaminya setelah mencuci piring di dapur. “baik bun, nanti aku habiskan” zahran tersenyum, lalu pergi membawa ember berisi sabun cuci, sikat dan lap untuk mencuci motornya.


“aiih.. sedih rasanya, kalau kita terus terusan menutupi kebenaran tentang kakaknya semenjak kejadian itu” sahut


bundanya sambil memeluk erat dan menyandarkan kepalanya di pundak suaminya itu “sssttt... tenang aja, nanti ada saatnya dia akan tau kebenarannya, walaupun bukan dari kita” sahut suaminya sambil menghelus pundak istrinya dan mengecup kepala istrinya.


Jam 5 sore,


Nadia dan pacarnya sudah sampai dikediaman sintiya, lalu sambil menunggu zahran yang dimaksud sintiya itu,


nadia membantunya untuk memilihkan baju untuknya agar terlihat cantik. Setelah


beberapa menit kemudian...


“assalamu’alaikum” seorang pemuda memasuki rumahnya. “wa’alaikumsalam, ooh..jadi lu yang namanya zahran, yang membuat sintiya dandan seperti pengantin wanita” seorang pemuda yang merupakan pacarnya


nadia, Arkan, sedang duduk di sofa sambil mengotak ngatik hp nya. “iya, kalau boleh tau ini siapa ya?” tanya zahran yang memakai setelan kemeja berwana merah dan kaos berwarna putih, celana jeans lepis tapi tidak terlalu ketat sedangkan arkan memakai setelan jas hitam dan switer putih, serta celana jeans hitam “oh,maaf sampai lupa, gua arkan, pacarnya nadia, lu kesini naik apa?”arkan berdiri dan berjabat tangan dengan zahran. “gua kesini naik go-jek” jawab zahran.“kirain anak yang kaya,ternyata pria seperti ini yang disukai sintiya, gua jadi penasaran” pikirnya yang memandangi zahran dari atas hingga bawah.


“hmm, sintiya masih di atas ya?”zahran merasa canggung karena ditatap terus menerus oleh arkan. “oh ya nih,


biii... tolong kasih tau sintiya, pangeran berkudanya sudah datang, kalau ga dikasih tau bisa satu hari dia ga turun turun” pinta arkan kepada pembantu yang tadi berada di belakang zahran. “baik tuan, saya permisi” kata pembantu itu dan segera ke atas untuk memberitahu majikan mudanya.


Setelah lama arkan dan zahran berbincang bincang, akhirnya sintiya dan nadia turun dari tangganya. Sintiya


nampak terlihat cantik memakai dress berwarna ungu dan memakai rok berwarna hitam, selain itu, memakai kerudung berwarna ungu mengkilap. “gimana para pria,dia terlihat cantik ga?”  tanya nadia yang juga terlihat cantik, namun dia tidak memakai kerudung. “wow, sintiya ini baru pertama kali aku liat, kamu pakai kerudung” sahut arkan yang terpesona dengan kecantikan sintiya, tapi tidak menatapnya terlalu lama karena ada macan betina yang siap menerkamnya nanti. “iya, aku juga bingung, dia keras kepala pengen pakai kerudung, jadinya ikutin tutorial di youtube dulu, kayaknya sih ada sesuatu, kheem” kata nadia sambil memberikan kode kepada pemuda yang berada


di samping arkan, zahran. Dia hanya tersenyum dan tidak berkata apa apa. “heiii, kita udah capek capek dandan sampai lama, masa cuman dapat senyuman doang, ga ada komentar sama sekali, aduuh pliss deh...” ketus nadia sambil memutarkan bola matanya.


“sudah, jangan ribut lagi, ayoo kita berangkat” ajak sintiya yang kemudian memberitahu kepada pembantunya kalau


ia ingin pergi. Nadia dan pacarnya pun berjalan menuju keluar rumah, lalu zahran menyusul bersama sintiya.


“kenapa lihat aku terus?” tanya sintiya yang menyadari zahran tiada hentinya melihat panampilan sintiya. “lho,


emangnya saya lagi liatin kamu, saya sedang melihat ada orang yang lagi pakai cosplay bunga anggrek malam begini” canda zahran yang berada di belakang sintiya “oh gitu, kalau begini jadinya, tidak usah repot repot dandan” sintiya kesal dan memajukan bibirnya sedikit ke depan, “kalau seperti itu, kamu tidak ikhlas namanya, cantik itu tidak harus dari penampilan tapi dari cara dia menjaga akhlaknya di depan tuhannya, jika tuhannya saja menyukai dia apalagi orang di belakangnya ” zahran membisikan ke telinga sintiya sampai mukanya memerah merona dan pergi meninggalkannya.


Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil hitam punya arkan, arkan yang menyetir dan di sampingnya ada zahran sedangkan di belakang, ada nadia dan sintiya.

__ADS_1


__ADS_2