Prince Of Night

Prince Of Night
keluarga


__ADS_3

Setelah mereka makan. Mereka pun akhirnya mengajak sintiya keliling kota. Dari mengunjungi taman indah, melihat lihat ke danau dan mereka pun berhenti di sebuah pedagang kaki lima, yaitu pecel lele. Mereka makan lagi sembari mencicipinya.


Setelah semua menikmati jalan jalan keliling kota. Mereka semua berpisah, kedua sahabat zahran pulang ke rumah mereka sementara zahran dan sintiya hendak pergi ke suatu tempat. Jam sudah  menunjukkan setengah 7 malam. “hmm...sintiya,sebelum ke tempat selanjutnya, bagaimana kalau kita pergi ke masjid dekat sini dulu? Sekalian melaksanakan solat isya juga” sahut zahran. “ya..tapi aku ga bawa mukena” kata sintiya. “tenang aja kok, di masjid selalu tersedia mukena buat solat” kata zahran.


“zahran... hmm... aku boleh nanya sesuatu ga?”tanya sintiya


yang nampaknya ada masalah. “ya boleh, mau nanya apa?” kata zahran


“sebenarnya, Alloh masih bisa memaafkan kesalahanku ga sih? Aku selalu lupa untuk melaksanakan solat dan terlalu fokus pada pelajaran sekolah, soalnya aku ini adalah penerus perusahaan ayahku.” Kata sintiya yang nampak murung.


“kalau itu aku ga tahu, tapi... yang aku tahu itu kalau Alloh Yang Maha Pengampun, jadi kamu tenang aja selagi kamu belum melakukan dosa besar seperti Syirik ataupun keluar dari Agama-Nya” jawab  zahran menjelaskan sambil tersenyum sehingga sintiya pun mengerti apa yang dia katakan.


Mereka berdua pergi ke masjid besar, yaitu Masjid Agung.Mereka berdua pun masuk dan ikut melaksanakan solat berjamaah, setelah azan berkumandang.


Setelah melaksanakan solat\, sintiya pun pergi ke kamar mandi dan setelah kembali dari sana\, dia tak sengaja melewati depan pintu masuk  khusus laki laki\, di sana terlihat zahran sedang bersungguh sungguh melaksanakan solat sunnah. “dia nampak seperti *pangeran malam* saja” hatinya mengatakan sesuatu namun ia tak menyadarinya. Dia terus memperhatikannya hingga zahran selesai pada akhir gerakan solat. Sintiya pun dengan cepat menyadarinya dan pergi ke parkiran. “aduuh... ngapain aku liatin dia solat”pikirnya.


“ayo pergi... “ kata seseorang yang berada di belakangnya dan mengagetkan sintiya yang sedang melamun. “AAAH... iih... kamu bikin kaget aja,kirain aku maling tau” kata sintiya yang teriak, untungnya di parkiran

__ADS_1


tidak ada siapa siapa. “oh... jadi seorang nona muda sintiya takut diculik” canda zahran “ya lah... siapa yang ga takut kalau diculik, tapi kalau yang culiknya ka...”tanpa disadari sintiya hampir keceplosan mengatakan sesuatu yang aneh “ka.... siapa? Kang ganteng, atau kang asep yang jadi satpam di sekolah hahaha”canda zahran membuat sintiya pun ikut tertawa


“yaudah kita ke suatu tempat yang seru dan abis itu kita pulang” ajak zahran. “oke... aku jadi penasaran sebenarnya tempat apa sih yang mau kamu tunjukkin ke aku” kata sintiya sambil melirik ke zahran seperti ingin membaca pikirannya.


“ada deh, nanti kamu pasti senang saat melihatnya” kata zahran.


Mereka pun akhirnya pergi ke sebuah tempat yang menjadi tempat yang sering zahran kunjungi. Tak jauh dari masjid tadi, Akhirnya mereka sampai di sebuah bangunan yang modern, di depannya terdapat taman bunga dan di


sepanjang jalan menuju bangunan itu di penuhi tiang lampu yang indah. Mereka pun turun dari motor dan masuk ke daerah bangunan itu. “wah indah sekali, walaupun sudah malam” kata sintiya yang melihat sekelilingnya.


“oh ya, emangnya ini rumah siapa?” tanya sintiya. “ya...nanti kamu juga kamu pasti tau”jawab zahran.


nya” kata ibu sinta, dia merupakan anak dari pemilik panti asuhan yang sudah lama sejak 10 tahun, kini dia memiliki  tanggung jawab untuk menjaga panti asuhan. Walaupun umurnya masih muda tapi pekerjaan tersebut tak membuat dia mengeluh atau putus asa. Itulah salah satu yang dilihat oleh zahran saat bersama orang tua dan kakaknya berkunjung untuk memberikan sedikit dana untuk panti asuhan.


Terkadang saat sedang libur panjang, zahran suka sekali bermain dengan anak panti. Sampai zahran pernah menginap di panti untuk membacakan dongeng tidur. “eh ada kakak zahran, eh semuanya... kak zahran


datang... kak zahran datang” kata seorang anak kecil yang sudah turun dari tangga dan memberitahukan yang di  atas. “hei, jangan berteriak gitu, udah malam... nanti mereka bangun lho” kata zahran sambil menghampiri anak itu. “ayo kak, semuanya belum tidur kok” kata anak itu. “ya ya... asalkan kalian janji setelah ini langsung tidur ya!” kata zahran sambil tersenyum pada anak anak yang sudah turun karena mendengar ucapan anak tadi. “oh ya, kalau kamu mau pulang duluan, gapapa, duluan aja... kan bisa panggil supir kamu kesini kan?” tanya zahran pada sintiya

__ADS_1


“ya ... tapi gapapa kok aku tunggu kamu aja di sini, sambil ngobrol sama ibu ini” kata sintiya sambil tersenyum. Dia sungguh merasakan sesuatu yang hangat, bagaikan keluarga. Dia melihat sosok zahran bagaikan seseorang


yang mampu membuat semua orang tersenyum bahagia.


“kakak, itu siapa?” kata anak perempuan, usianya sama seperti rara, sekitar 6 tahun


“wah kak zahran punya pacar ya? Cantik banget... kak ajari aku dong cara memikat seoarang wanita” kata anak laki laki yang usianya sudah smp.


“masyaallah... kamu ya... masih smp aja udah mikirnya begituan” kata zahran yang mencubit hidung anak itu. “kenalin, ini tuh teman kakak, namanya kak sintiya” kata zahran sambil menunjuk ke arah sintiya, lalu sintiya hanya mengangkat salah satu tangannya dan tersenyum.


“wah... kakak tolong kasih tau, rahasia supaya jadi cantik seperti kak sintiya” “ya kak, aku juga mau” “aku juga” dalam sekejap para anak perumpuan pun mengelilingi sintiya.


Setelah beberapa jam mereka menemani anak anak, akhirnya anak anak itu tertidur dan diangkatnya satu satu oleh zahran menuju kamarnya masing2, sedangkan anak yang belum mengantuk ikut membantunya.


Mereka berdua pun berpamitan pulang, dan segera meninggalkan panti asuhan itu. Selama di perjalanan, mereka berdua berhenti di sebuah toko es krim yang masih buka. “kak zahran suka es krim rasa coklat kan?” ejek


sintiya yang mengetahui es krim kesukaannya. “oooh, pasti kamu tau dari anak kecil tadi ya” respon zahran yang tak mau kalah dari sintiya. “ah, ga seru,responnya datar banget” ketus sintiya sambil memperlihatkan wajah cemberutnya.

__ADS_1


Setelah membeli es krim mereka pun memilih duduk di kursi panjang yang tak jauh dari kedai es krim itu. “zahran” sahut sintiya. “ya” kata zahran


“kenapa kamu ... suka banget ke panti asuhan itu” tanya sintiya yang penasaran.


__ADS_2