Prince Of Night

Prince Of Night
sahabat


__ADS_3

Di awali pagi hari yang cerah dan indah, matahari hanya menyinari sebagian kota yang padat dan ramai, namun saat ini, hanya sebagian kendaraan saja yang melintasi jalanan kota itu, burung bersiul dengan merdu dan


ayam masih berkokok menyambut pagi.


Di suatu jalan yang sempit, diantara kerumunan kendaraan, ada seorang murid sma yang mengendarai sepedah dengan cepatnya hingga mendahului banyak kendaraan, dia mengambil jalan yang sempit, jalanan tikus, agar menghindari kemacetan, dengan kuatnya dia mengayuh pedal sepedahnya hingga menuju parkiran yang berada di belakang sekolah, dengan air keringat yang membasahi wajahnya,akhirnya dia sampai dan memakirkan sepedah miliknya diantara beberapa motor siswa lainnya, walaupun banyak sekali motor dan hanya dia yang menggunakan sepedah. Itu tidak membuatnya berhenti sekolah. Dia hanya berfikir untuk melakukan olahraga setiap paginya....


“oh, calon binaragawan sudah datang” sapa pa satpam yang menjaga parkiran dan merapihkan motor para siswa. “pagi babeh” sapa siswa itu yang dijawab dengan lambaian tangan pa satpam tadi.

__ADS_1


Di dalam kelas, “wah, lu abis ngapain,ran?” tanya teman sembangkunya yang sedang mengerjakan PR “menurut lu?... hmm... pr apa itu?”tanya siswa yang dipanggil zahran dan duduk sambil melihat teman sebangkunya. “ooh ini.. pr matematika... lu udah?” tanya kembali teman sebangkunya, Rangga. “udah... dari kemarin malahan” jawab amin dengan santainya sambil muluruskan kakinya di bawah meja dan melipat kedua tangannya di atas


meja, seperti hendak tidur sejenak. “lho, kok tumben, dimana jaket yang biasa dipakai sama lu, jangan bilang dikasih ke perempuan” seperti biasa tebakan si rangga selalu benar, tapi dia bukan peramal atau oarng pintar. zahran terdiam sejenak dan memikirkan alasan lain “dilaundry!! Jangan suka mengada ngada deh” jawaban zahran membuat rangga terdiam dan bertanya tanya. Tak lama kemudian, guru pun masuk ke kelas dan semua yang berada di kelas melakukan KBM, kegiatan belajar mengajar seperti biasanya.


Bel istirahat berbunyi...


siih... lu tidur sambil ngedengkur, suaranya keras lagi sampai satu kelas...” canda alif, yang duduk di belakang mereka, karena melihat kejadian lucu di kelasnya tadi,begitupun zahran yang ikut tertawa “yaah ini satu, malah ikut ketawa lagi... hey, kenapa lu ga bangunin gua kalau udah kayak gitu tadi” ketus rangga yang melirik dengan tajam kearah zahran “udah ya.... tapi lu ga bangun bangun, gua malahan udah ngucapin salam tiga kali” canda zahran “eh, buset dikira gua anak jin kali ya...pakai salam tiga kali” ketus rangga dan disambut ketawa alif.

__ADS_1


Mereka bertiga adalah sepasang sahabat yang selalu bersama dimanapun dan kapapun itu, saat ini mereka sedang berjalan di kantin yang berada di samping sekolah. Kantin sekolah itu lumayan luas dan sejuk karena banyak taman bunga di sekeliling kantin itu, sebenarnya tidak terlalu luas tapi cukup untuk dijadikan tempat istirahat para murid, kepala sekolah, guru serta stafnya untuk menenangkan pikiran setelah melakukan kegiatan yang melelahkan. Di sini juga banyak sekali jajanan yang menarik dan sehat, tak satupun ada makanan yang kurang sehat karena jika ada, maka pedagang itu tidak diizinkan lagi berjualan di daerah sekolah


“duduk sini aja yuuk... enak dekat taman” sahut rangga. Tapi saat mereka hendak duduk di bagku itu tiba tiba ada sekelompok siswa yang sengaja menabrak mereka “woi,jalan tuh yang bener dong, jalan kayak orang pincang aja” kata seseorang yang merupakan ketua dari kelompok itu, Arya “yang ada lu...jalan kok ga pakai mata, makanya kalau lebaran jangan beli baju baru, periksa noh mata lu” kesal rangga sambil mengepalkan tangannya dengan niat ingin memukul namun ditahan sama zahran. “udah kita cari tempat lain aja, jangan di sini” ajak zahran yang ditanggapi langsung oleh kedua sahabatnya. “eh,ternyata ada si cupu,  hahaha...” sahut arya dengan disambut oleh tawa para murid yang melihat mereka bertiga, termasuk zahran. Karena mereka tau, kalau zahran selalu dapat nilai terendah dan tak pernah melihat dia berkelahi bahkan sebaliknya, ia sering dipukuli oleh siswa lainnya. “DIAM Lu!!... lu ga ada hak buat bicara begitu, lu bukan orang tua atau kakeknya dia, jadi...jangan sok tau” teriak alif dengan tegas nya dan membuat suasana hening, “asal kalian tau aja ya.. zahran tidak pernah berkelahi ataupun melawan bukan berarti dia itu pengecut, justru dialah yang paling kuat, dan karena alasan itulah orang seperti kalian (menunjuk kelompok arya) penegecut yang mengonggong seperti binatang,karena takut kalau suatu saat nanti kalian ditindas.” perkataan alif tiba tiba dipotong oleh zahran dengan menariknya dan pergi keluar kantin. sedangkan siswa yang ada di kantin terdiam dan melanjutkan kegiatannya seakan akan hal itu tak pernah terjadi.


“ran! Lu kenapa sih diam aja kalau digituin” kesal alif dengan sikap sahabatnya itu “ya ran, harusnya lu lawan mereka biar lu ga digituin lagi, tenang aja kalau ada apa apa, kami pasti ada di belakang lu” kata rangga “terimakasih sahabatku, justru karena itulah gua ga ingin kalian sampai kena masalah dan merusak impian lu berdua, tenang aja.. gua bisa jaga diri kok” sahut zahran dan membuat kedua sahabatnya terkejut mendengar perkataannya. “terimakasih ran,ternyata gua ga salah milih lu jadi sahabat gua” kata alif yang terharu karena perkataan “anjir... kayak drakor aja kita, pakai nangis segala” lanjut rangga yang juga terharu tapi membuat yang lainnya tertawa. Mereka bertiga pun akhirnya kembali ke kelas mereka


“haah... sebenarnya jika ini aa, pasti dia ga gampang menyerah, jadi aku harus tetap bertahan dan melakukan yang terbaik” pikir zahran.

__ADS_1


"aa, apakah kamu tidak kangen padaku? cepatlah ke sini, adikmu ini lagi lagi menderita, aku ga tau kalau kehidupan aa seperti ini waktu sekolah" kata zahran dalam hatinya, ia merindukan kakaknya


__ADS_2