Prince Of Night

Prince Of Night
panutan yang baik


__ADS_3

“lho, emang belum tau ya? Kirain aku... kamu sudah nanya sama pemilik panti asuhan tadi” kata zahran.


Sintiya hanya menggelengkan kepalanya.


“hmm... bisa dibilang selain suka anak anak ada dua hal yang membuat aku ingin sekali datang ke panti asuhan itu, yang pertama pemillik panti asuhan itu selalu bertahan, walaupun kondisi keuangannya terkadang menurun tapi dia tidak menyerah dan kedua....” kata zahran belum menyelesaikan kalimatnya.


“kedua pasti ada hubungannya dengan kak amin, emangnya siapa dia?” tanya sintiya memastikan.


“oh, kamu sudah tau ya soal itu, hmm.. mungkin kalau di mata orang lain kak amin itu orang nya biasa aja tapi di mataku dia adalah panutan yang baik, dia itu orangnya selalu tersenyum dan ga gampang marah kalau hanya


masalah kecil aja, dia orangnya kuat dari siapapun. walaupun melakukan kesalahan tapi dia tetap berani memperbaikinya.” kata zahran sambil melihat ke langit malam yang indah.


“pasti dia adalah orang yang dekat dengan kamu , buktinya kamu sepertinya mengenal sifatnya sampai sedetail itu”kata sintiya yang penasaran. “ya, dia adalah orang yang aku sayangi dan aku banggakan, dialah kakak ku” kata zahran yang hampir mengeluarkan air matanya karena rasa rindunya pada kakaknya.


Sintiya pun yang melihatnya ikut terharu, “apakah kakaknya yang ada di foto itu?”pikir sintiya. “maaf ya, aku sampai tanya seperti itu, aku ga tau kalau kamu bakalan seperti ini” ucap sintiya yang murung karena merasa bersalah. “ya gapapa kok, kamu kan hanya penasaran, wajar saja kamu tanya seperti itu” kata zahran yang menghapus air matanya yang hampir saja menetes.


Setelah mereka berdua menghabiskan es krimnya, mereka pun beranjak pulang ke rumah. “ayoo aku anterin aja kamu pulang, ini sudah malam banget, ga baik kalau di sini malam malam” ajak zahran. Sintiya pun menggangguk

__ADS_1


dan menuruti ajakannya.


Selama perjalanan, sintiya pun memeluk erat pinggang zahran “sebenarnya ada apa dengan yang namanya


“amin” , sampai adiknya pun begitu merindukannya” pikirnya. Sementara zahran tidak bereaksi apa apa.


Mereka pun akhirnya sampai di rumah yang begitu besar, “sudah berhenti di sini saja, tidak usah sampai masuk ke dalam” sahut sintiya. “tidak apa apa kok, aku sekalian ingin menemui orang tua kamu” kata zahran. “eh... ga


usah, ga usah, tidak apa apa kok kalau berhenti di sini” sahut sintiya melarang zahran untuk masuk. “yaudah, aku tunggu sini aja  sampai kamu masuk ke dalam rumah” kata zahran sambil tersenyum.


Sintiya pun bingung mau bagaimana lagi, akhirnya dia menuruti perkataannya. Namun saat sintiya hendak masuk rumah “sintiya....tunggu” teriak zahran. “ya ada apa” sintiya membalikkan badannya lagi “kamu harus janji, tolong rahasiakan soal kakak ku ya” pinta zahran dan sintiya sebentar terdiam lalu... “ya aku janji” ucap sintiya sambil tersenyum. Dia pun meninggalkannya dan masuk ke dalam rumahnya.


“lho, kena kaca toh, kirain bakal tepat sasaran di pala lu, lagian kan mobil bisa dibeli lagi, gua saranin lu beli mobil yang ga gampang kotor sama kacanya ga gampang pecah juga, hmm...misalkan... tank baja noh, kan lumayan” kata zahran yang turun dari motor sambil menggenggam tiga batu. “lho kok pada diam sih, ayo habisi dia” preman preman itu berlari ke arahnya.


Zahran dengan cepatnya, melempari batu batu itu ke arah mata mereka dan tepat sasaran. mereka yang kena batu itu teriak kesakitan karena matanya berdarah. Sedangkan yang lainnya terus berlari dan mengeluarkan pisau


mereka. namun berkat ilmu bela diri yang oleh kakaknya, dia pun bisa mengatasinya. Zahran pun menghampiri mereka dengan kecepatannya dan memukul bagian perut  kemudian memukul wajahnya sampai terpental jauh. Preman2 tersebut K.O dan tak sanggup berdiri lagi.

__ADS_1


“kakek gapapa kan?” tanya zahran dengan sopan “gapapa kok dek, kakek hanya kelelahan aja” kata kakek tua itu. “oh iya kek, rumah kakek dimana, biar saya antar” tanya zahran lagi. “rumah kakek dekat kok dari sini” kata kakek itu, zahran membantunya untuk berjalan dan membawanya ke  motornya. Kakek pun naik ke atas jok motornya


dan disusul zahran. “pegangan ya kek”pinta zahran sambil menarik gasnya secara normal.


Sementara itu, “tuan kita bagaimana sekarang” kata pak supir sambil membukakan pintu mobilnya. Seseorang yang bertubuh kekasr dan memakai setelan kemeja hitam berdasi coklat dan berjas putih keluar dari mobil. “biarkan saja... kau cepat panggil jemputan ke sini dan laporkan bahwa di sini telah terjadi sebuah kecelakaan” pinta orang itu. “rupanya dia sudah besar sekarang”pikirnya. “hmm tuan,bagaimana dengan yang lainnya?” tanya pak


supir itu. “lho,emang sampah seperti mereka pantas untuk dipertahankan? Buang saja, tapi karena mereka sudah tau banyak jadi "sapu bersih" dan masukan mereka ke “kantung sampah”agar baunya tidak menyebar, lalu pastikan terlihat seolah tidak terjadi apa apa” pinta orang itu dengan nada santainya. "baik tuan" sahut supir


Setelah zahran mengantarkan kakek itu pulang ke rumahnya, dia pun berpamitan untuk pulang. Di perjalanan menuju rumah, dia teringat sesuatu. “tadi bukannya ada orang di dalam mobil tadi, sepertinya ada supir dan bos mereka, tapi kenapa mereka tidak keluar?apa karena takut?”pikir zahran merasa penasaran dengan kejadian


tadi. Tapi sepertinya dia tidak mempedulikannya lagi.


Keesokan harinya,


“Selamat pagi bunda”sahut zahran berseragam SMA yang turun dari tangganya dan menyapa bundanya sedang menyiapkan sarapan. “tumben... bangun jam segini? Biasanya bunda harus keatas dulu sambil bawa air satu gayung buat bengunin anak kebo” kata bundanya yang terheran heran karena pagi ini anaknya semangat sekali, tak seperti biasanya. “ya kan, yang pertama biar ga telat lagi dan yang kedua biar tidak buang2 air begitu saja, kan sungguh disayangkan” kata zahran dengan nada santainya. “oooh kalau yang pertama sih bagus, tapi yang kedua sebenarnya tidak perlu dipikirkan, kan bisa pakai kaus kaki kamu yang seminggu tidak dicuci” sahut bundanya “kalau masih ga bangun, berarti ada yang aneh dengan mimpi kak zahran,bun” kata rara yang berseragam TK yang sudah ada di meja makan sambil memakan roti bakar rasa strowberry, kesukaannya. “pintar kamu ra, hahaha”


bundanya dan rara tertawa. Zahran hanya terdiam karena kesal.

__ADS_1


Setelah menghabiskan sarapannya,zahran pun mencium punggung tangan bundanya dan mencium pipinya. Kemudian zahran mengeluarkan sepedahnya, “kamu yakin tidak pakai motor? Lagian jarak sekolah kamu kan jauh dari sini, nanti kamu kecapean duluan saat sampai di sekolah” saran bundanya yang selalu mendengar keluahan dari gurunya kalau zahran sering tidur di kelas. “gapapa kok bun, nanti aku janji ga bakal ketiduran lagi, yasudah aku pergi dulu ya bunda,Assalamu’alaikum” sahut zahran sambil menaiki sepedahnya dan meninggalkan


rumahnya itu. “wa’alaikumsalam” jawab bundanya. “hah..kamu tu ya,belum bisa melupakan kakakmu, sampai barang kakakmu juga kamu jaga” pikir bundanya yang merasa iba dengan kondisi zahran saat anak sulugnya sudah tidak ada.


__ADS_2