Prince Of Night

Prince Of Night
keributan di sekolah


__ADS_3

Di Sekolah B, tepatnya di kelas 12 IPS 2.


“woi zahran, lu bawa dia kemana setelah kita pergi, jangan jangan lu bawa dia ke diskotik ya?”


canda rangga. Tangan pun tiba tiba mendarat di atas kepalanya. “aduduh...sialan lu zahran” ketus rangga “gua ga mesum kayak lu” sahut zahran.“terus lu pulang jam berapa?” tanya alif yang berada di belakangnya. “gua pulang jam 11 malam” jawab zahran, tiba tiba mereka pun terkejut mendengar perkataannya barusan.


“tunggu, lu kok pulang jam segitu, emang bunda lu ga marah?” tanya alif. “emang lu ga dimarahin orang tuanya dia?” tanya rangga. “gimana kalau terjadi apa apa sama lu di jalan?”tanya alif “ya,gimana kalau lu ditolak saat ngelamar dia,bisa kacau masa depan lu, kalau lu emang  sayang sama dia,cinta banget sama dia, kenapa


ga lu kawin lari aja sama dia, gua tau kalau sintiya cantik banget bla bla bla...” kata rangga yang ga berhenti hentinya membahas sintiya. Sedangkan zahran dan alif terdiam dan hanya mendengarkan aja.


“hei bro... lu kemarin pulang sama dia kan? Ga terjadi apa apa kan?” bisik zahran


“pas dia anterin gua sih ga terjadi apa apa, mungkin pas dia pulang ke rumahnya, di tengah jalan ga sengaja nabrak truk terus jatuh dari motornya dan kepalanya terseret di aspal “ bisik alif


“pantes dia begitu, jadi kepalanya sengklek  toh, gawat nih, bisa gila dia” bisik zahran

__ADS_1


“ ya nih, perlu kita bawa ke rumah sakit jiwa ga?” bisik alif


“hmm... mungkin ga bakal sembuh sembuh kalau di sana, lebih baik bawa ke panti jompo aja biar temenan sama nenek2” bisik zahran


“hahaha...sialan kau ran” ucap alif. Mereka berdua tertawa cekikikan. “woi, kalian dengar gua ngomong ga?kok malah ketawa berduaan sih” kesal rangga melihat mereka mengabaikannya dan malah tertawa tanpa alasan.


“sebenarnya... gua tadi malam tuh ngajak dia ke panti asuhan bu sinta, jadi lama di sana” kata zahran. “oh, panti asuhan yang waktu itu, pasti anak anak pantinya datangin kamu ya? serasa jadi artis yang dikerumunin


netizen” kata alif. Setelah mereka sedang asyik berbincang, guru pun sudah masuk ke kelas dan melanjutkan jam pelajaran.


“eh,bagaimana dengan minggu depan?kita kumpul di rumahku saja buat kerajinan” kata alif yang bertanya pada mereka berdua. “yasudah, toh...kita masih punya banyak waktu” kata rangga sambil menaikkan salah satu


alisnya keatas kemudian mereka melihat ke arah zahran, seperti hendak meminta pendapatnya, “ya oke, tapi selama itu siapin bahan bahannya dulu” saran zahran membuat temannya berfikir sejenak “hmm... oh ya,gua baru ingat, tadi pas di kelas, lu bilang sesuatu mengenai kerajinan yang ingin kita buat, tapi gua ga terlalu ingat jelas” sahut rangga sambil mengingat sesuatu apa yang zahran katakan saat sedang ada rapat kelompok. “ya,ya... kalau ga salah itu yang dinamakan menampung harapan di usia senja , apaansih tuh?” perkataan alif membuat nya dan rangga semakin penasaran dengan talenta sahabat mereka. “nanti juga kalian tau, kalau itu sudah jadi” sahut zahran menyampaikan.


“woii, kayaknya ada keributan  di depan gerbang” sahut rangga yang melihat kerumunan siswa di depan gerbang sekolah. Mereka pun bergegas menuju ke sana karena penasaran. “wah... bukannya itu haikal ya... dan yang di depannya bukannya pacarnya ya,tapi siapa yang di sampingnya?, bukannya mereka berdua pacaran ya?kenapa bertengkar seperti ini” bisik siswa lain “ga tau, mungkin si haikal sudah bosan dengannya dan mencari yang baru? Lagian haikal adalah anak orang kaya yang ke sepuluh” bisik siswi lain

__ADS_1


“DIAM KAU, jangan bicara omong kosong lagi dihadapanku!!” ucap haikal dengan nada tinggi. “ta...ta..pi, aku ini kan.... pacar mu, kamu juga yang pernah bilang kepadaku kalau tidak ada yang secantik diriku...di sekolah


ini...huhu..hu”kata pacarnya haikal sambil tersedu sedu menhapus air matanya


itu “lho, emangnya sejak kapan kamu merasa tinggi begitu, aku hanya menganggapmu sebagai alat untuk menutupi status jombloku, dan dibandingkan dengan adelia, kamu hanya sampah yang tidak berguna” sahut haikal dengan pandangan meredahkan seseorang “DASAR KAMU JA**NG, berani sekali kau merampas pacarku” pacarnya menunjuk gadis yang berada di sampingnya, lalu gadisnya pun merasa ketakutan dengan aura gelap yang dikeluarkannya. “PLAK....PLAK...”suara dua tamparan keras membuat mukanya membengkak. Haikal kemudian menjambak rambut pacarnya itu “hei, emangnya siapa kamu, sampai berbicara pada gadisku ini? Tidak tau kah, kalau aku bisa saja memukulmu sampai kau tidak bisa berdiri” kata haikal yang semakin kuat menjambak rambutnya dan membuatnya merengek kesakitan “to..tolong...aa...ku, hiks..hiks”ucap gadis itu.


“huh, siapa yang bisa menolongnya? Satpam pun tidak berani melakukannya, kalau emangnya iya, daritadi dia akan datang, bahkan kepala sekolah pun hampir tak berdaya mengurusnya” kata rangga yang mengenyutkan  dahinya. “lalu, kenapa ga lu aja, lu kan kuat melawannya” sahut alif “ada dua alasan, yang pertama, itu salah dia karena terobsesi dengan harta dan yang kedua, gua ga bakal korbanin diri gua buat gadis seperti itu” katanya sambil mengangkat kedua bahunya. “hohoh...ternyata lu ada trauma dengan masa lau lu ya?” sahut alif. Zahran hanya melihatnya saja dan tidak berbuat apa apa. Dia sebenarnya merasa iba, tapi menurutnya apa yang


dikatakan rangga benar, itu adalah kesalahan gadis itu jadi dia hanya mebiarkannya saja. di sini haikal hanya bisa melakukan sedikit kekerasan karena bagaimana pun masih berada di wilayah sekolah tetapi yang lebih mengerikan lagi jika itu terjadi di luar sekolah.


Saat sedang ada keributan, seorang siswi datang menghampiri mereka “hei kau, ********, kenapa kau menindas wanita sampai seperti ini? Tidak kah kau pantas disebut lebih rendah daripada sampah sampai menindas perempuan seperti ini” kata siswi itu yang merupakan ahli bela diri nomor satu, alya, “ooh, lihat siapa ini yang berani berbicara seperti itu kepada ku? Tidak kah kamu tau siapa aku?” sahut haikal. “huh, walaupun kau anak orang kaya sekalipun, yang bisa kau lakukan setiap ada masalah hanya mengadu ke orang tua, seperti anak itik yang ga bisa berenang” kata alya dengan sambutan tawa semua  murid yang menyaksikan di sana. “haah...berani sekali kamu menghinaku” amarah haikal pun memuncak, dia pun segera memukul alya namun dengan cepatnya alya menangkisnya dan melintir tangannya."AAGGH...." haikal berteriak kesakitan “haah... anak laki laki, hanya bisa emosi dan mementingkan harga diri mereka, seolah merekalah yang selalu berkuasa atas segalanya, bahkan tak satupun yang berani menolong seorang gadis yang sedang ditindas, dasar pengecut” ucapan alya membuat semua para laki laki di sana merasa canggung tapi ada juga yang kesal.


“hey, kau dengar tuu, harga diri laki laki sedang dipermalukan oleh kata katanya” bisik rangga yang juga merasa kesal karena ucapan alya. “hey inilah namanya wanita yang mengerikan, kalaupun tenaganya super tetapi mulutnya pun tak kalah supernya” ucap zahran yang mengingat bundanya ketika sedang mengamuk. Zahran dibuat merinding saat mengingatnya


Ketika haikal sudah tidak bisa melawan, alya menjatuhkannya ke bawah lalu menendang wajahnya ke samping “ingatlah itu!! Ketika kau ingin  menindas perempuan lagi maka aku akan menendang wajahmu lagi bahkan sampai ke tulang ekormu itu, agar kau tidak bisa duduk selama setahun” sahut alya sambil meninggalkan tempat dan mengantarkan gadis tadi ke ruang uks.

__ADS_1


“sungguh pertunjukan menarik” sahut rangga. “bukan,tapi nanti bakal ada pertunjukan yang lebih menarik lagi" kata zahran.


__ADS_2