Prince Of Night

Prince Of Night
pertemuan yang tak di duga #2


__ADS_3

"apa? pacar... ini tipe cowok yang jadi pacar kamu?  aku nggak percaya" bagas melihat zahran dengan seksama, lalu dia mentertawakan zahran "ngapain kamu ketawa? ini pacarku, dibandingkan dengan kamu, dia lebih baik" sintiya masih memeluk lengan zahran, lalu zahran mengikuti alur nya, dia menghelus tangan sintiya dan membuat bagas semakin kesal "kamu sudah dengar kan, lebih baik kamu menjauh dari dia mulai sekarang" sahut zahran.


tangan bagas pun gatal dan menarik kerah kemeja zahran " emangnya siapa kamu? berani mengusirku... kamu ingat ini baik baik, saya adalah pewaris dari pemegang saham terbesar nomor 6 se provinsi, saya bisa saja mengusirmu dan teman temanmu itu dari cafe ini" tak lama kemudian, manajer dari cafe itu datang menghampiri mereka


"ada apa ini? kenapa kalian melakukan keributan di cafe kami?" tanya manajer yang menegur mereka dengan keras. "pak... saya ingin mereka semua diusir dari cafe ini" pinta bagas menunjuk zahran, nadia dan arkan. "maaf anda siapa ya?" tanya manajer tersebut memperhatikan bagas. "keterlaluan sekali, anda tidak tahu, saya adalah putera dari Bima Sena, yang merupakan pemegang saham terbesar ke 6 se provinsi" bagas dengan tegas menjelaskan dan membuat semua pengunjung terkejut mendengarnya.


"wah...maaf tuan bagas, saya salah tidak mengenal anda, sebagai gantinya,saya akan memberikan layanan VIP khsus anda di sini" manajer tersebut menunduk karena bertemu dengan seorang yang kuat "tidak perlu, saya minta usir mereka, kecuali sintiya" sahut bagas. "mereka semua, tetapi mereka adalah anak yang terlihat kaya... tetapi  tuan besar sedang mengadakan meeting di sini"pikir manajer kemudian dia memanggil security "hahaha... lihat kan, kalian akan di usir,.." bagas mentertawakan mereka "bagas.. ini sudah keterlaluan, kalau begitu aku juga akan pergi dari sini" kesal sintiya kepada bagas "yasudah lah... kamu keluar bersama pacarmu itu, aku ingin tau apa yang bisa dia lakukan sekarang" ucap bagas sambil melirik zahran

__ADS_1


"siapa yang ingin diusir" sahut seseorang berjas putih dan kemeja hitam lalu di sampingnya pemuda tinggi memakai jas biru dan kemeja putih yang merupakan artis terkenal sekaligus pemilik cafe itu, menghampiri mereka . semua yang ada di cafe itu terkejut melihat artis terkenal sedang muncul di sana, termasuk arkan, nadia dan sintiya "maaf tuan besar, saya tidak bisa membuat kenyamanan untuk meeting anda, saya akan segera menyelesaikan perkara ini" sahut pelayan mengisyaratkan kepada seccurity untuk segera mengusir mereka.


namun dihentikan dengan satu jari dari pria yang memakai jas putih "tunggu... apa boleh tau, siapa namamu anak muda yang di sana" pemuda itu pun menjawab "saya adalah arkan" jawab arkan yang merasa dirinya yang ditanya "bukan kamu bodoh, kamu menghalangi saja, saya bertanya pada anak muda yang memakai kemeja merah" tunjuk pria yang berjas putih itu, lalu semua menatap ke arahnya "hmm... nama saya adalah zahran naufal amar" jawab zahran dengan santai "yasudah kamu boleh pergi, maaf atas ketidaknyamanan di sini" sahut pria jas putih itu dan seketika semuanya merasa heran apa yang dikatakan tadi.


mereka berempat akhirnya pergi ke parkiran.


"yasudah semuanya ayuk masuk, kita pulang saja, toh...sudah malam" ajak arkan yang membuka pintu mobilnya. "kamu kenapa?" tanya sintiya yang melihat zahran masih berdiri di samping mobil sedangkan nadia dan arkan sudah masuk."tidak apa apa, hanya pernah ketemu dengan orang yang memakai jas biru itu" zahran pun masuk ke dalam mobil dan diikuti sintiya.

__ADS_1


sementara itu...


di ruang meeting, semua pun pergi dari ruangan dan hanya tinggal dua orang tadi. "lu yakin dia adalah adik dari sahabatku, amin" seorang artis yang di jas nya ada papan nama berwarna emas dan bertuliskan, Ramzy Zharif "ya.. tidak salah lagi, muka mereka mirip sekali" sahut pria yang memkai jas putih. "kalau begitu, lu tenang saja...gua yang akan melindungi dia" kata ramzy dengan percaya dirinya. "kriing...kriing.." suara hp berbunyi "kalau begitu saya permisi dulu" pria berjas putih pun pamit pergi meninggalkan ruangan, kemudian dia mencari tempat sepi untuk mengangkat telepon tersebut, sepertinya itu adalah orang penting.


"halo tuan" jawab pria itu "bagaimana dengan identitasnya?" tanya seseorang yang berada di seberang telepon. "ya  benar tuan, namanya dan identitasnya sama dengan apa yang tuan katakan saat itu"


"baiklah, mulai sekarang kamu fokus saja untuk mengurus perusahaan dan jangan lupa perhatikan dia terus"

__ADS_1


"siap tuan, saya tau apa yang harus saya lakukan, kalau begitu saya permisi" pria jas putih pun menutup teleponnya. "sebentar lagi  akan ada kejutan yang besar" gumam pria jas putih itu.


__ADS_2