
Misya semakin membenci dirinya sendiri kala sentuhan sensual dari Harry tak bisa luput dari hormonnya yang bangkit dan menggairahkan. Tubuhnya mengkhianati dirinya. Misya tak berhenti mendesah, meski dirinya telah pasrah.
"Ukh ... Akh ... ." Lenguhan tak luput keluar dari mulutnya. 'Ada apa dengan diriku? kenapa aku malah menikmatinya? Enak sekali." Merasakan sensual di saat dirinya dalam kondisi sadar sungguh membuatnya melayang. Rasa nikmat yang luar biasa sungguh membuatnya tak ingin berhenti dari gencatan senjata ukuran besar milik Harry yang begitu memuaskan.
'Dia terlihat sangat menikmatinya,' batin Harry ketika melihat reaksi tubuh Misya yang menggeliat begitu seksi.
Stamina Harry sangat tangguh. Dia seperti tidak pernah lelah menyuntik area sensitif Misya dengan senjata pamungkasnya. Justru, semakin lama dia semakin terlihat bersemangat.
Setelah 15 menit berlalu, Harry tiba-tiba menghentikan aksinya. Namun, bukan berarti dia telah puas melakukannya. Ia bangkit dari tempatnya dan mengangkat tubuh Misya ke atas ranjang. Kemudian, ia menarik sebuah laci dan mengambil sebuah dasi miliknya.
"Permainan tidak akan seru jika kita melakukannya dengan cara biasa dan sederhana. Kita hanya butuh sesuatu yang tidak biasa dan innovatif," ucap Harry sembari menjalarkan dasi yang ia ambil dari laci.
Harry menatap tubuh Misya yang tampak lelah selama beberapa saat, kemudian ia tersenyum dengan bahagia. Harry merasa bahagia, karena hormon Misya tetaplah normalnya wanita yang sering ditiduri olehnya. Lalu, ia mendekati Misya kembali. Ia duduk di atas kasur dan mengikat kedua lengan Misya dengan dasi yang ia ambil baru saja. Ia mengikatnya, lalu mengikatkan kedua lengan Misya ke atas sandaran ranjang.
Harry membuat Misya tak leluasa bergerak, karena itulah rencananya. Rencana jahatnya itu yakni membuat Misya hanya benar-benar menjadi boneka nya saja.
Tidak puas mengikat Misya sedemikian rupa, Harry mengambil selembar kain hitam, lalu menutupi mata Misya dengan kain itu. Seketika, Misya mulai tersadar.
Akal sehat Misya kembali pada saat itu juga. Pada saat itulah, Misya baru sadar bahwa kedua lengannya diikat dan diangkat di atas kepalanya dengan posisi berbaring di atas ranjang.
Misya mencoba memberontak dengan sekuat tenaga. Akan tetapi, Harry terlanjur mengikat lengannya dengan kuat. Bahkan, Misya tak bisa memantau keadaan dan suasana, karena matanya ditutup oleh kain hitam. Kala itu, Misya baru menyadari satu rahasia besar tentang Harry. Ternyata, Harry mengidap kelainan mental. Kelainan mental ketika berhubungan badan dengan pasangan. Yakni ketika semakin melihat pasangannya tersiksa, maka pengidap itu akan semakin bersemangat melakukan penyiksaan.
__ADS_1
"Berengsek, Kau memang binatang! Lepaskan aku! Apa kau tidak puas merenggut kesucianku, kau mau apa lagi?!!" sentak Misya sembari berusaha memberontak sekuat tenaga.
"Wah, kau memang gadis yang sangat menarik. Tidak sia-sia aku memilihmu sebagai mainan istri kontrakku. Apa kau memiliki kepribadian ganda? Baru saja aku lihat jiwa penurutmu, sekarang sisi aslimu muncul lagi. Tapi tidak masalah, aku suka dirimu yang seperti ini. Itu artinya, kau sadar dengan apa yang kulakaukan terhadapmu," ujar Harry.
Perkataan Harry semakin membuat Misya membencinya. Perasaan benci, jijik, semua tercampur aduk dalam hatinya. Kali ini, dibanding memilih untuk mati, ia lebih memilih untuk bisa merenggut nyawa Harry yang telah merenggut kesuciannya.
"Aku peringatkan, jangan coba-coba menyentuhku! Tubuh kotormu sangat najis! Kau hanyalah pria gila. Aku sarankan kau segera memeriksa kondisimu ke psikiater!" cerca Misya dengan geram.
Dengan sigap, Harry mencengkram kedua bahu Misya dan menahannya dengan kuat di atas kasur. Harry menatap wajah Misya dengan tatapan kekejaman elang yang telah bersiap memangsa mangsanya.
Harry menatap wajah Misya yang matanya tertutup oleh kain hitam itu dengan tatapan tajam. Nafas Misya tak beraturan, karena mendapat serangan kasar secara tiba-tiba dari Harry.
"Lepaskan aku! Lepas!!!" Jiwa pemberontak Misya tak bisa dikekang.
"Melepaskanmu? Mimpi saja! Sayang, aku tidak akan pernah memelepaskanmu mulai saat ini dan setahun ke depan. Kontrak pernikahan kita bukanlah sebuah permainan untukmu, tapi tentu saja mainan bagiku. Sayang, kau adalah mainanku. Karena kau menganggapku kotor, maka akan kubuktikan seberapa kotor diriku!" cetus Harry.
Harry bangkit dan melepaskan cengkramannya. Namun, bukan berarti semua itu sudah berakhir untuk Misya.
Seperti yang dikatakan orang lain, melepaskan adalah awal dari sebuah tindakan. Itulah yang sedang diperhitungkan oleh Harry saat ini.
Harry dengan sengaja melepaskan Misya agar Misya merasa bahwa dirinya telah berhenti menyiksanya. Misya mulai menghela nafasnya dengan lega, karena menganggap Harry telah pergi dan melepaskannya saat itu juga.
__ADS_1
Misya tak dapat melihat apa pun, karena matanya ditutup oleh kain hitam. Ia berpikir bahwa Harry telah pergi meninggalkannya di kamar itu. Namun ternyata, Harry hanya mengawasi Misya sembari berkacak pinggang.
Melihat Misya yang menganggap dirinya telah pergi, Harry merasa bahwa level yang ia mainkan kali ini telah bertambah. Harry tersenyum setengah bibir, lalu melepaskan kaus dari tubuhnya.
Harry bertelanjang dada dan memperlihatkan tubuh atletisnya yang berotot, dengan roti sobek atau perut kotak-kotak. Tidak mau ketinggalan, kebanggaannya tak ingin melewatkan momen menggairahkan untuk turut berpartisipasi pada momen itu.
Harry kembali mendekati Misya dan mencengkram kedua bahunya dengan kuat. Pada saat itu juga, Misya tersontak dan berusaha memberontak dari cengkraman buas Harry.
"Kau! Lepaskan aku! Lepaskan! Jangan sentuh aku!!!" teriak Misya.
Pemberontakan Misya semakin membuat sifat buas Harry meronta-ronta. Jika Misya adalah seekor domba kecil yang putih bersih, maka Harry saat ini adalah seekor serigala yang siap menerkam dan mengoyak daging halus domba tersebut.
Harry semakin menguatkan cengkramannya kepada Misya, dengan senyum licik yang tak luput menghiasi kedua belah bibir tipisnya. Kilat mata tajamnya dipenuhi dengan cetar nafsu yang membahana.
"Sayangku, semakin kau berusaha menghindar dariku, semakin aku ingin mengekangmu. Melihatmu seperti ini adalah kepuasan lain bagiku. Kau sendiri yang ingin melihat betapa kotornya diriku. Jangan lupa, kau yang memintaku melakukan ini," ucap Harry.
"Dasar gila! Sepertinya, mentalmu benar-benar tidak waras. Kenapa kau tidak mempertimbangkan untuk memeriksa mentalmu kepada seorang psikiater? Pantas saja para wanita itu meninggalkanmu!" sentak Misya dengan geram.
Ucapan Misya kali ini membuat Harry terhening sejenak. Ia mulai melemaskan cengkramannya pada tubuh Misya. Matanya mulai berkaca-kaca, kedua alisnya berdenyut kaku. Harry seperti tengah dipengaruhi oleh sesuatu.
Kenapa ucapan Misya membuatnya seperti itu?
__ADS_1
Sebenarnya, apa yang telah terjadi padanya? Perkataan yang baru saja diucapkan oleh Misya seperti sangat berpengaruh padanya.