PSIKOLOGI ROMANCE

PSIKOLOGI ROMANCE
PERMAINAN DIMULAI


__ADS_3

"Virgin?" tanyanya kepada Misya. Misya hanya mengangguk-anggukkan kepalanya dengan pelan. "Apakah dia masih perawan?" tanyanya kepada preman yang ada di sana.


"Tentu saja! Dia adalah gadis premium yang sangat langka. Sangat jarang kita bisa mendapatkan gadis yang masih bersegel. Tuan, berhubung dia masih perawan, apakah anda bisa menaikkan harganya?" Preman itu mengutarakan tawarannya.


Setelah mendengar penjelasan dari si preman, pria bersetelan jas mahal itu menurunkan Misya dari pangkuannya. Kemudian, ia bangkit dari tempat duduknya dengan kharisma menggelegarnya.


Ia mulai mengancingkan jasnya yang terbuka dan angkat bicara. "Anak siapa yang kalian culik? Apa kalian ingin aku mendapatkan masalah besar, karena menculik anak orang?!!" sentaknya dengan emosi marahnya.


"Tu-Tuan Libernado, bukan begitu maksud kami. Dia memang masih perawan, tapi kita tidak menculiknya dari sembarang orang," gagap preman itu.


"Aku tidak percaya. Aku tidak jadi membelinya. Beri aku gadis lain seperti biasa. Malam ini aku ingin bersenang-senang tanpa halangan," cetusnya dengan geram.


"Ba-baik, Tuan Libernado."


Preman itu pun menyampaikan hal itu kepada bos nya. Bos nya tidak percaya bahwa Tuan Libernado yang ingin membeli Misya tidak tertarik dengan kecantikan dan visual Misya.


Lalu anak buahnya menjelaskan bahwa Tuan Libernado tidak ingin mendapat gadis perawan, karena ia tidak ingin mendapat masalah. Bos para preman itu pun merasa sedikit heran dengan selera Tuan Libernado. Ketika orang lain mencari gadis perawan, ia malah mencari yang tidak perawan.


Karena tidak ingin menyinggung Tuan Libernado, ia pun memerintahkan untuk memanggil gadis lain. Setelah itu, ia mengeluarkan Misya dari sana.


"Aku tidak percaya, ternyata kau tidak laku. Memang sampah!" cercanya kepada Misya.


Misya mendongakkan kepalanya dan menatap wajah pemimpin preman itu dengan tatapan nanarnya. "Baguslah kalau begitu. Dengan begitu, aku bisa melunasi hutang ayahku dengan caraku sendiri," ucap Misya dengan gentar.


"Gadis arogan! Memangnya berapa lama kau bisa melunasinya? Seumur hidup?!!" sentaknya.

__ADS_1


"Beri aku waktu tiga hari. Aku akan mencari cara dalam waktu tiga hari. Aku pasti akan membayar lunas semua hutang ayahku," cetus Misya.


Pemimpin preman itu tidak percaya dengan perkataan Misya. Ia hanya terhening dan memikirkannya dengan hati-hati.


"Baiklah, tiga hari. Dalam waktu tiga hari, kau harus bisa melunasi semua hutang ayahmu beserta bunganya. Jika tidak bisa, kau harus tanggung konsekuensinya. Mungkin, nanti akan lebih berat daripada kejadian hari ini. Jangan coba-coba untuk kabur, jika kau tidak ingin aku membunuhmu dan ayahmu," cetusnya.


"Tidak akan. Tenang saja, aku berjanji akan membayarnya. Aku tidak akan kabur," jawab Misya dengan gentar.


***


Misyarel Adellia hanyalah seorang gadis biasa yang hanya ingin hidup normal seperti normalnya kehidupan gadis lain. Misya adalah gadis yang baru menginjak usia 21 tahun dan masih berkuliah.


Keluarga Misya terpandang keluarga yang hancur. Ayahnya memiliki hutang yang banyak di mana-mana. Sedangkan ibunya pergi membawa adik kecilnya, karena sudah tidak tahan lagi dengan perilaku ayah Misya yang senang sekali menghambur-hamburkan uang dengan mudah dan cuma-cuma.


Ayah Misya adalah seorang yang memiliki banyak hutang di mana-mana. Ia memiliki banyak tanggungan dengan nominal di atas rata-rata yang tak terhitung jumlahnya. Semua hutang yang didapatkan keluarga mereka terjadi karena kegagalan investasi. Ayah Misya mengalami kemalangan besar, karena menginvestasikan seluruh tabungannya kepada perusahaan besar. Dan ternyata, setelah berhasil menginvestasikan seluruh tabungannya, perusahaan tersebut langsung gulung tikar setelah beberapa bulan.


Setelah mendapati istrinya meninggalkalkannya, ayah Misya menjadi semakin tidak benar. Ia malah menjadi seorang penjudi. Akan tetapi, ia selalu kalah. Dan pada akhirnya, hutang yang lebih besar jumlahnya tidak lagi menanti, tetapi mengejarnya.


Ayah Misya tidak punya pilihan lain selain menipu para teman judi nya yang juga seorang pemilik bandar judi. Ia melancarkan aksi liciknya dan mengeruk semua uang yang dibuat taruhan dalam judi.


Ayah Misya mengajak Misya untuk pindah dari kota tempat mereka tinggal ke kota lain untuk bersembunyi dari teman-teman judi nya. Misya hanya menuruti ayahnya tanpa tahu sebab mereka harus pindah. Sebab itulah tragedi terjadi kepadanya.


"Aaaa!!! Bagaimana bisa aku menyetujuinya? Bagaimana bisa aku melunasi semuanya dalam tiga hari?" Misya berteriak dan tampak sangat frustasi.


Misya merebahkan tubuhnya dan menendang-nendang kakinya ke atas. Tiba-tiba, ayah Misya mengetuk pintu kamar Misya. Misya pun segera bangkit dan duduk di atas tempat tidurnya.

__ADS_1


"Ayah masuk saja!" teriak Misya.


Ayah Misya kemudian mendorong pintu kamar Misya dan masuk ke dalam kamar Misya dengan hati-hati. Lalu, ia menarik kursi yang ada di kamar Misya dan duduk di sana.


"Misya, apa kau terluka?" tanya Ayah Misya dengan cemas.


Misya sama sekali tidak memandang wajah ayahnya. Ia hanya tertawa tidak jelas, seperti orang gila dengan kepala yang tertunduk dan rambut yang berantakan.


"Terluka? Apakah itu pertanyaan penting? Ayah, aku hampir saja menjadi wanita yang menjual tubuh dan kehilangan kehormatanku. Bisa-bisanya Ayah bertanya, apakah aku terluka? Aku tidak lagi terluka, aku sudah hancur. Aku berkali-kali dihancurkan dan dibangun kembali. Ayah . . . jangan tanya apa aku terluka, sudah tidak tersisa lagi. Tidak ada hati yang tersisa untuk dilukai," ucap Misya dengan nada memelas.


"Maafkan Ayah, Ayah tidak tahu jika mereka bisa menemukan kita," ucap ayahnya dengan nada lirih dan disertai rasa bersalahnya.


"Ayah tidak perlu meminta maaf, jika Ayah sendiri tidak tahu di mana letak kesalahan Ayah. Masalahnya bukan karena mereka bisa menemukan kita." Misya berhenti bicara sekejap. "Masalahnya itu, karena Ayah senang berjudi!!!" bentak Misya dengan geram dan reflek bangkit dari posisi duduknya.


"Misya, Ayah sudah melunasi hutang Ayah," ungkapnya.


***


"Game apa yang akan anda mainkan kepada pria bernama Mario itu?" tanya seorang sekretaris kepada bos nya.


Pria yang dengan setelan jas mahal berwarna hitam yang tengah duduk di kursi kerjanya adalah bos nya. Dia adalah Tuan Libernado, seorang CEO dari perusahaan Night Bio Company.


Pria bernama belakang Libernado itu pun hanya tersenyum dengan licik sembari membuka-buka proposal bisnis yang menumpuk di mejanya. Lalu, ia menghentikan pekerjaannya dan menutup semua proposal bisnis yang ia periksa.


Tuan Libernado menyilangkan kesepuluh jarinya dan menatap sekretarisnya dengan senyum yang menghiasi wajah cerahnya.

__ADS_1


"Menurutmu, apa lagi? Tentu saja aku sengaja bermain-main dengan hidupnya," ungkapnya dengan senyuman licik.


__ADS_2