
Misya terpaku hening selama beberapa saar, tetapi ia tidak menyerah. Misya mencoba menelephon temannya yang lain. Misya terlalu sibuk meminta pertolongan, hingga ia pun tidak sadar bahwa ia telah lama berada di dalam toilet. Misya tidak sadar jika sedari tadi Harry mengikuti Misya di belakangnya. Harry menunggu di luar pintu dan menguping pembicaraan Misya dengan temannya lewat telephon.
Mendengar pembicaraan Misya, Harry pun tersenyum dengan puas. Game yang ia mainkan memang tidak pernah diragukan lagi. Harry tidak pernah kalah sekali pun dalam permainannya. Harry yang telah lama menunggu dan menguping pembicaraan Misya dengan temannya, akhirnya ia pun mengetuk pintu toilet. Ketika mendengar pintu diketuk, Misya terlonjak kaget dan sangat panik.
"Hei, apa kau masih lama di dalam sana?" tanya Harry dari luar pintu dan berpura-pura tidak mengetahui keadaan.
'Bagaimana ini? Perkataan apa yang tepat untuk menjawabnya? Sepertinya aku telah lama berada di dalam sini. Sial!' batin Misya meronta-meronta dan Misya pun akhirnya mendapatkan ide yang tepat untuk menjawabnya, "Aku masih lama. Sembelitku kambing!" Misya mencari-cari alasan yang logis.
Mendengar perkataan dari Misya, jiwa iblis Harry tidak henti-hentinya merasa terpuaskan. Harry semakin ingin tertawa terbahak-bahak, tapi ia berusha menahannya.
"Aku tunggu 1 menit lagi," cetus Harry.
Mendengar perkataan Harry, Misya pun langsung terosontak, "Ha? Satu menit tidak akan cukup!" protes Misya.
"Aku tidak pernah memberi orang lain kesempatan, meski hanya 1 menit, tapi kau adalah pengecualian. Jika satu menit kau belum keluar, aku akan segera menyuruh seseorang untuk menggusur rumahmu," ancam Harry.
Harry tak henti-hentinya membahas tentang rumah Misya untuk mendesak dan mencamnya dengan caranya. Misya semakin panik ketika Harry telah membahas soal rumahnya.
Belum sampai satu menit, Harry langsung membuka pintu toilet dengan kunci cadangan miliknya. Misya terlonjak kaget ketika Harry tiba-tiba masuk ke dalam ruangan yang sama dengannya.
__ADS_1
Melihat Harry yang memperhatikan tubuh Misya dari ujung kepala sampai ke ujung kaki, Misya pun merasa risih dan tidak aman.
"Berhenti menatapku seperti itu!" pungkas Misya karena tidak terima dengan cara tatap Harry yang dipenuhi dengan birahi.
Bagaimana pun, Harry adalah seorang pria normal. Melihat seorang gadis cantik di hadapannya, membuatnya semakin tak bisa menahan diri.
"Pembohong besar! Kau tidak sembelit, tapi sama sekali tidak buang air. Kau tidak membuka celanamu. Apa kau sembelit di dalam celana ketika berada dalam toilet? Kau pikir aku bodoh apa?!!" sentak Harry.
Misya terhenyak dan terpaku di tempat. Ketakutan dalam diri Misya sudah mulai bangkit, ketika melihat pria dewasa yang ada di depannya tampak sangat marah. Terlihat sangat mengerikan.
Harry mendekati Misya dan kembali membuat tubuh Misya terpojok. Misya terpojok di dinding dengan tubuh gemetar karena mendapat tatapan setajam pisau dari kilat mata Harry. Harry memagut dagu Misya dan mengangkatnya. Ia membisikkan sesuatu yang membuat netra bulat Misya melebar.
"Kau telah masuk ke dalam perangkapku. Jangan harap kau bisa membodohiku, karena di sinlah aku adalah pemain geme dan kau adalah game yang sedang kumainkan. Kau pasti tahu apa artinya itu. Ah, satu hal lagi. Toilet ini tidak berfungsi, makanya aku bisa langsung tahu kalau dari awal kau berbohong. Lain kali, jangan gunakan cara yang sama untuk menipu seseorang," bisik Harry di dekat telinga Misya.
Sementara Harry semakin menahan tubuh Misya dengan kuat di pojok dinding. Dengan beringas, Harry mencium bibir Misya. Dia melakukannya dengan cara kasar, hingga membuat bibir ranum Misya berdarah. Namun, Misya tidak menyerah dan mencoba terlepas darinya. Sayangnya, semua perlawanan yang dilakukannya hanyalah sia-sia. Harry terus melancarkan aksinya kepada Misya.
Dengan trik jahatnya, Harry merogoh saku kemeja milik Harry dan mengeluarkan obat perangsang. Harry membuat Misya menelan obat itu secara paksa.
Harry tidak berhenti mencium Misya dan berbagi obat yang sama dengan Misya. Efek obat itu bekerja dengan cepat. Obat perangsang akhirnya bekerja dan membuat Misya menjadi terluluhkan.
__ADS_1
"Apa yang kau berikan padaku? Aku peringatkan, jangan berbuat macam-macam kepadaku. Kalau tidak, aku pasti akan membubuhmu!" Misya mengancam Harry dengan berani.
Harry merasa bahwa permainan sudah mulai menarik. "Maka bunuh aku. Namun sebelum itu, biarkan aku membunuhmu hari ini, sampai kau benar-benar puas dan tidak akan melupakannya. Hari ini kita akan bertempur one by one," ucap Harry dengan senyuman nakal dan licik.
Tanpa diberi aba-aba, Misya yang berada di bawah pengaruh obat perangsang, meminta agar Harry untuk menyetubuhinya dengan sikap panasnya. Harry semakin puas melihat kejadian itu, seakan dirinya mendapatkan penta kill yang baru. Ketika melihat reaksi panas Misya, dengan sengaja Harry membiarkannya.
Harry hanya berdiri di tempat, tanpa melakukan apa-apa kepada Misya. Misya tampak semakin tersiksa dengan obat perangsang yang diberikan Harry kepadanya. Hingga pada akhirnya, Harry merasa bahwa obat perangsang pun mulai mempengaruhi dirinya sendiri. Harry membisikkan sesuatu lagi kepada Misya.
"Tuan, aku kepanasan. Bisakah kau menyentuhku lagi?" pinta Misya dengan lenguhan-lenguhan yang semakin membangkitkan hasrat pria dalam diri seorang Harry.
"Baby, memohonlah padaku." Harry mengelus wajah Misya, hingga tangannya menyentuh area paling sensitif seorang wanita.
Misya semakin tak berdaya. Lenguhan-lenguhan seksi semakin keras keluar dari mulutnya. Obat perangsang yang diberikan Harry memang bukanlah obat perangsang biasa, melainkan obat yang berdosis tinggi. Obat yang dapat membuat birahi setiap orang akan meningkat ketika meminumnya.
"Tuan, tolong sentuh aku. Ukh ... akh ... Nyaman sekali. Lagi, akh ... Tuan, nikmat." Misya semakin meracau tak karuan ketika permainan tangan Harry menggali liang kegadisan yang selama ini dia jaga.
"Aku tidak mau melakukannya di kamar mandi. Mari kita lakukan dengan puas di kamar sebelah," bisik Harry di telinga Misya yang benar-benar sudah kehilangan kesadarannya.
Harry mengangkat tubuh Misya dan mengeluarkannya dari dalam kamar mandi. Harry berjalan menuju kamar terdekat yang ada di lorong rumahnya.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan, Misya tidak berhenti mendesah dan merogoh bagian-bagian tubuh Harry yang atletis dan berotot. Hal itu membuat kebanggaan Harry terbangun dari tidurnya dengan semangat.
Dengan tangkas, Harry menghempaskan tubuh Misya di atas ranjang dan mulai membuka bajunya satu persatu. Setelah itu, Harry pun membuka baju miliknya sendiri. Pada saat itulah reaksi obat semakin meningkat, dan membuat keduanya sangat bergairah dengan hasrat membara.