
Setelah 1bulan,,
Putri masih menutupi Identitas di Kampusnya, begitu pun dengan Om Rio
Mereka selalu terlihat seperti Dosen dan mahasiswa jika berada di area kampus,,,
Hana & Mia sampai sekarang pun masih belum tau alasan Putri menutupi semuanya, tapi mereka tidak sama sekali keberatan dengan itu semua,,
Mereka jadi lebih dekat dengan Putri sesekali mereka juga menginap dirumah Putri,,
Bukan hanya dekat dengan Putri, mereka bahkan sudah dekat dengan kedua orang tua Putri dan memanggil mereka sama seperti Putri Mami, Papi,,
Begitupula dengan Radit, yang masih menutupi Identitas Putri karena memang Putri yang memintanya walaupun sebenarnya Radit bingung kenapa harus ditutupi,,
Hubungan antara Radit dengan Putri pun terlihat makin dekat, mereka sering ngobrol dan kumpul ketika di kantin,,
Seperti saat ini,
Di kantin terlihat mereka duduk dibangku bersama,,
Ya Radit, Putri, Angga, Jerry, Hana juga Mia seperti biasa mereka selalu tertawa dengan tingkah jerry yang selalu saja membuat tertawa,,
Berbeda dengan Cintya yang memandang kesal kearah mereka,,
Muka Cintya memerah saat melihat Radit yang tertawa lepas bersama Putri, apa lagi dengan mereka yang duduk berdekatan,,
Gua gag rela liat mereka seperti ini, gue bakal ngelakuin sesuatu gumam Cintya dengan langsung berjalan meninggalkan kantin,
Kedua temannya yang melihat langsung membuntuti Cintya,,
(Lala)
Cin, Lo kenapa zie buru buru gitu
Sambil berjalan mengejar Cintya,,,,
(Cintya)
Lo gag liat mereka??
Hati gue sakit ngeliatnya,, ucap Cintya dengan menghentikan langkahnya dan terlihat matanya yang berkaca kaca,,
(Lala)
Gue ngerti perasaan Lo, terus sekarang kita harus gimana??
Cintya menghapus air matanya dan terlihat berfikir,, guess bakal bikin Putri malu dan keluar dari Kampus ini,,,
******************
Putri berjalan keluar gerbang karena memang kampus sudah selesai, Hana & Mia pun sudah duluan pulang,,,
Putri masih berjalan menuju ujung jalan seperti biasanya,,
__ADS_1
Setelah sampai Putri belum melihat mobil jemputannya,, dy berfikir mungkin kena macet akhirnya dy duduk dan menunggunya,,
Putri melihat Motor sport warna merah berhenti didepannya,,
Putri tetap cuek dan terus memainkan Hpnya,,
Tanpa menyadari ternyata itu adalah Radit,
Radit membuka helmnya dan memanggil Putri,,
(Raditya)
Putri,,,
Putri yang mendengar namanya dipanggil pun menoleh melihat ternyata Radit yang manggilnya dan berjakakin ka sedangkan Radit masih duduk diatas motornya,,
(Putri)
Ternyata Lo ka, gue kira tadi orang pengangguran mau godain gue,,
(Raditya)
Pede banget lo jadi cewek,,
Yuuuk pulang bareng gue,,
Putri yang merasa aneh dengan sikap Radit pun bingung, gag seperti biasanya dy ngajak balik bareng,,
(Putri)
(Raditya)
Ooh jadi penginnya gue ajakin bareng pulangnya,, ok mulai besok gue antar jemput Lo,,
Putri membulatkan matanya mendengar ucapan Radit, dy hanya bercanda tapi Radit menganggapnya serius,,
(Putri)
Heee, gue becanda kali Ka,, lo malah anggeo serius,,
(Raditya)
Gue juga serius,,
Ya udah yuk buruan, Lo udah ditunggu nyokap gue,
Putri bingung dengan ucapan Radit kalo dy ditunggu tante Tia,,
(Putri)
Ditunggu tante Tia?? Emang mau ngapain??
Radit hanya mengangkat bahunya karena memang dy ditelp Tia untuk menjemput Putri pulang kerumahnya,,
__ADS_1
Putri terus berdiri & memandang motor Radit,,
(Putri)
Naik Motor Lo??
(Raditya)
Iya lah emang naik apa?? Ya udah buruan deh nyokap udah nunggu,,
Putri yang cuma terdiam dan tidak menjawab hanya melihat Radit dan motornya,,
Radit yang merasa bingung dengan Putri pun mendengus kesal,,
(Putri)
lo gag ada bawa helm lagi Ka
(Raditya)
Ya udah nie Lo yang pake helm, ngomong aja lo takut kepanasan,,
(Putri)
Ya kali gue yang pake helm terus gue juga yang nyetir,,
Gue gag pernah naik motor, gue takut
Ucap Putri lirih namun masih terdengar Radit
(Raditya)
Astaga Putri,, Lo segede gini takut naik motor,, buruan ah naik,,
Putri bingung untuk naik ke motornya Radit yang tinggi, Radit yang melihatnya pun menggelengkan kepala,,
(Raditya)
Lo pegang pundak gue buat bantu lo naik,,
Putri pun akhirnya mengikuti omongan Radit memegang pundaknya dengan kedua tangannya dan membonceng,,
(Raditya)
Udah,, pegangan,,
(Putri)
Ka lo awas jangan ngebut lo ya gue beneran takut,,
Radit sengaja menggoda Putri yang memang terlihat takut,,
Dy sengaja menjalankan motornya dengan sedikit cepat,,
__ADS_1
Putri yang kaget pun tanpa sadar memeluk Radit karena rasa takutnya,,
Radit yang merasa Putri memeluknya tersenyum,,