PUTRI, I Love You

PUTRI, I Love You
Chapter 19


__ADS_3

Mereka sampai didepan rumah Radit,


Putri yang merasa sangat takut tidak sadar masih memeluk Radit,,


(Raditya)


Lo mau meluk gue sampai kapan hemm,, napas gue engap lo peluk kenceng banget


Putri yang menyadarinya pun langsung melepaskan pelukannya dan turun dari motor


(Putri)


Lo sengaja kan biar gue peluk,,


(Raditya)


Kan lo yang meluk gue, bukan gue yang minta sambil berjalan masuk kedalam rumah meninggalkan putri yang masih gemetar karena rasa takutnya,,


Radit yang melihat Putri masih berdiri pun akhirnya kembali,,


(Raditya)


Ayo masuk kenapa lo malah berdiri disini


(Putri)


Ka, beneran deh kaki gue kaku masih gemeteran,, bentara dong jalannya,,


Radit yang memang melihat kaki putri sedikit gemeteran pun merasa tidak tega dan menemaninya,,


Setelaj beberapa saat,,


(Raditya)


Gimana masih gemetaran??


(Putri)


Udah mending ka, ya udah yok masuk jawab Putri yang berjalan dulu,,


Radit merasa sebal, dy sengaja menunggu Putri eh dy malah yang ditinggal lagian ini rumah gue kenapa dy malah yang kaya punya rumah zie gerutu Radit berjalan mengikuti Putri,,


Tante Tia sudah menunggu mereka diruang tengah, Sengaja Tia menyuruh Radit menjemput Putri agar mereka bisa ngobrol bersama, Tia sangat menyukai Putri dan ingin rasanya menjodohkan mereka,, namun Tia tidak mau egois dengan keinginannya,,


(Raditya)


Perasaan gue deh yang punya rumah tapi kenapa gue yang ditinggalin ya,,


Putri yang jalan didepannya pun langsung berhenti, dy tidak menyadari kalau ini bukan rumahnya,,


(Putri)


Heee,, gue lupa, gue ingetnya ini rumah gue,,


Tia yang mendengar suara Putri pun langsung berjalan keruang tamu, dilihatnya Putri yang sedang berdiri dengan Radit,,


(Tia)


Lo kalian sudah sampai kok gag masuk, mamah udah nungguin dari tadi lo,,


Putri yang mendengar suara Tia langsung menengok berjalan kearahnya dan mencium tangan Tia


(Putri)


Maaf tante, lama nungguin Putri ya,,


(Tia)


Gapapa sayang, ya udah yuk kita masuk sambil menggandeng tangan Putri dan meninggalkan Radit yang mematung,,

__ADS_1


Lah, ini gimana ceritanya, sebenarnya yang anaknya siapa?? Kok gue malah ditinggalin gerutu Radit dan langsung berjalan naik tangga menuju kamarnya,,


Tia & Putri tidak memperhatikan Radit yang merasa kesal, mereka malah asik mengobrol entah apa yang mereka obrolkan seperti sudah sangat lama tidak berteRadit


Radit langsung masuk ke dalam kamarnya dengan masih merasa kesal dengan sikap mamahnya,,


Akhirnya dy merebahkan badannya setelah sebelumnya membersihkan badannya,,


Karena rasa lelahnya sampai akhirnya Radit tertidur pulas,,


Diruang Keluarga terlihat Tia masih asik ngobrol dengan Putri,,


Tanpa mereka sadari ternyata sudah sore dan Putri ijin pamit kepada Tia


(Putri)


Udah sore, Putri pamit pulang dulu ya tante,,


(Tia)


Lo kok tante lagi, mamah dong sayang,,


Sambil mengelus pipi Putri


(Putri)


Oya Putri Lupa Mah,,


Tia terlihat tersenyum,


(Tia)


Sebentar biar mamah panggil Radit dulu buat anterin kamu,,


(Putri)


Tia baru sadar ternyata memang Radit tidak keluar kamar karena mereka sangat asik ngobrol,,


(Tia)


Ya udah kamu bangunin Radit aja dikamarnya ya, itu kamar Radit sambil menunjuk pintu kamar Radit


(Putri)


Ya udah mah Putri samperin Ka Radit dulu ya,,


Kebetulan deh biar gue liat gimana kamarnya pasti berantakan ucap Putri dalam hati,,


Putri berjalan menuju kamar Radit,


Dibukanya Pintu yang tadi ditunjukan Mamah Tia,,.


Perlahan pintu terbuka, terlihat kamar dengan cat warna abu dan terlihat sangat Rapi,


Putri pun melanjutkan jalannya mendekati kasur Radit,


Terlihat Radit yang sedang tertidur pulas,,


Sebenarnya Putri tidak tega membangunkannya tapi mau gimana lagi dy harus pulang,


Akhirnya dy mengguncang pelan badan Radit untuk membangunkannya,,


(Putri)


Ka,, ka Radit bangun dong,,,


Sambil terus mengguncang badan Radit,,


Radit yang merasa Badannya diguncang akhirnya membuka matanya dan kaget melihat Putri yang berdiri,,

__ADS_1


(Raditya)


Lo Put, ngapain Lo ke kamar gue,,


(Putri)


Gue mau pulang, anterin yaah,,


Radit mendengus kesal dy lagi enak enaknya tidur dibangunin cuma buat anterin putri Pulang,,


(Putri)


Ka, ayo anterin gue pulang ya masa lo tega liat gue pulang sendirian zie,,


(Raditya)


Ok gue anterin, tapi bentaran gue cuci muka dulu,


(Putri)


Makasih ka Radit, gue tunggu dibawah ya,,


Sambil berjalan keluar kamar


Setelah beberapa menit Radit keluar dengan memakai kaso biru, celana jeans pendek selutut dan sepatu ket putih tidak lupa dengan jacketnya,,


(Raditya)


Yuk Put, sambil berjalan kearah Putri & Tia yang menunggu Radit


(Putri)


Mah, putri pulang dulu ya sambil mencium tangan Tia,,


Tia membalasnya dengan pelukan dan mencium kedua pipi Putri,,


(Raditya)


Mah, Radit anterin Putri dulu ya,,


(Tia)


Hati hari jangan ngebut Radit,,


Merekapun berjalan keluar rumah,,


Putri yang teringat bakal naik motor lagi pum berhenti,,


(Putri)


Ka Radit, lo gag anterin gue naik motor lagi kan??


(Raditya)


Pake motor lah, kenapa??


Sambil menggoda Putri


Putri yang mendengar dan melihat Radit yang mendekati motornya langsung merasa lemas,,


Putri hanya berdiri mematung dan terlihat pucat,,


Radit yang melihatnya langsung menghampiri Putri,,


(Raditya)


Gue becanda kali, gue gag naik motor sambil menggandeng tangan putri menuju mobil sport nya,,


Putri yang melihat Radit menggandeng tangannya hanya diam dan berjalan mengikuti Radit,,

__ADS_1


__ADS_2