
Suara klakson mobil terdengar dari dalam dan semua telah bersiap menyambut Putri,,
Putri turun dari mobil dibantu Mami Rania sedangkan Papi Bayu menurunkan barang Putri dibantu Pak Hendra,,
Putri membuka Pintu rumahnya dan terkejut dengan hiasan didinding juga semua sahabatnya menyambutnya, disana juga terlihat Mamah Tia juga Papah Dany,,
"Welcom To Home Princess "
Sorak semua yang ada disana,,
Putri tersenyum melihat semuanya,, Hana dan Mia langsung memeluk Putri,,
Mamah Tia pun tidak ketinggalan memeluk calon menantunya,,
(Putri)
Makasih buat semuanya,,
MaMah, Papah makasih untuk semuanya, Hana, Mia kalian sahabat gue makasih, Ka Angga dan Ka Jerry juga makasih banget
Sambil meneteskan air matanya,,
Semua yang ada disana mengangguk tersenyum,,
Namun lagi - lagi Putri dibikin sedih, seseorang yang sangat diharapkannya tidak kelihatan, entah dimana Ka Radit, sesibuk inikan sampai dia lupa dengan kekasihnya,,
Putri menunduk sedih, namun Putri mendengar suara yang tidak asing baginya
(Raditya)
Welcome to Home Sayang,,,
Putri tersenyum dan langsung memeluk Radit yang berjalan kearahnya,,
(Putri)
Kaka jahat,, Kaka Jahat sama Putri,,
(Raditya)
Maafin kaka ya,,
Putri menggelengkan kepalanya dan terus memeluk Radit,,
(Bayu)
Ehem,, berasa dunia milik berdua ya,,
Putri langsung melepaskan pelukannya mendengar omongan Papi Bayu,,
(Bayu)
__ADS_1
Kayaknya tadi ada yang cemberut selama dimobil siapa ya??
(Putri)
Iiih Papi apaan zie,,
Semua orang disana tertawa mendengarnya,,
Putri terus memeluk tangan Radit dan berjalan duduk di ruang keluarga,
Mereka mengobrol,,
Mami Rania dan Mamah Tia menyiapakan makan siang untuk mereka,,
(Rania)
Yuk semua kita makan,,
Dan semuanya berjalan kemeja makan untuk makan bersama,,
Putri bahagia mempunyai sahabat yang menyayanginya, kekasih yang mencintainya juga kedua orang tua yang sangat menyayanginya,,
Hari sudah sore semua ijin Pamit tinggal Radit yang belum dibolehin Putri pulang,,
(Raditya)
Sayang,, kakak pulang ya kamu harus istirahat juga,,
(Putri)
Radit hanya menghela napasnya dan memandang kedua Orang tua Putri, mereka mengangguk menyuruh Radit untuk menemani Putri,,
(Raditya)
Ya Udah kaka disini temani kamu,,
Putri mendongak dan tersenyum menatap Radit dan mencium kening Putri,,
Mereka duduk dikursi taman belakang rumah Putri,
Kedua Orang tua Putri melihatnya dan tersenyum karena Radit terlihat sangat menyayangi putri mereke, Radit pun bersikap dewasa saat bersama Putri yang masih bersikap manja,,
(Rania)
Pih, sepertinya kita harus membicarakan pertunangan mereka deh,,
(Bayu)
Iya Mih, papih setuju kalo Radit yang menjadi pendamping Putri kita,, nanti papih coba ngobrol sama Dany masalah ini
Rania pun mengangguk,,
__ADS_1
Hari semakin Sore dan cuaca pun sedikit mendung, Rania menghampiri mereka
(Rania)
Putri, Radit masuk Nak nanti keburu hujan,,
(Raditya)
Yuk sayang masuk, anginnya juga dingin kamu kan baru sembuh,, hujan utri pun menuruti omongan Radit, mereka berjalan masuk kedalam rumah,,
(Rania)
Put, kamu istirahat dulu ya sayang,,
Radit tolong anterin Putri ke kamar ya,,
(Radit)
Iya Mih, Radit anter Putri dulu ke kamar
Radit berjalan menemani Putri ke kamarnya, dan membantu Putri untuk berbaring,,
(Raditya)
Kamu istirahat ya sayang,,
(Putri).
Tapi kaka temani Putri, kaka jangan pulang,,
Radit menggangguk dan mengusap lembut kepala Putri,,
Tidak lama Putri pun tertidur, Radit menyelimuti Putri dan mencium Kepala Putri,,
Radit berjalan turun dan melihat kedua orang tua Putri sedang duduk di kursi tengah,,
(Rania)
Putri udah tidur Dit,
(Raditya)
Udah Mih, kalo gitu Radit pamit pulang dulu ya Mih, Pih,,
Pamit Radit dengan mencium tangan kedua orang tua Putri,,
(Bayu)
Hati-Hati Dit, jangan ngebut mau hujan juga
(Raditya)
__ADS_1
Iya Pih,,
Radit pun keluar dan melajukan mobilnya kembali kerumahnya,,