PUTRI, I Love You

PUTRI, I Love You
Chapter 28


__ADS_3

Cintya berjalan meninggalkan taman dengan hati yang sangat marah ditambah hampir semua anak membicarakan mereka,,


Cintya melewati lorong kampus dan lagi lagi mendengar gosib tentang kedekatan mereka berarti semua anak sudah mengetahui hubungan mereka,


Cintya berjalan menuju parkiran, dan pandangannya tertuju pada Radit dan Putri yang saling bertatap dan terlihat tertawa,,


Radit mengacak acak rambut Putri disela tawanya,,


Radit mebukakan pintu mobilnya dan Putri pun masuk,,


Harusnya yang ada diposisi itu gue Put bukan Lo,, ucap Cintya dengan mengeratkan genggamannya,,


Setelah mobil Radit meninggalkan parkiran Cintya langsung menuju mobilnya dan menjalankan mobilnya dengan kencang,,


Kedua teman Cintya mencarinya karena dari taman Cintya langsung berlari dan mereka tidak menemukan Cintya,


Putri minta diantarkan ke Cafenya karena memang sudah beberapa hari dy tidak mengunjungi Cafe,,


Sebelumnya Putri sudah menceritakan tentang Cafe tersebut,,


Setelah mereka sampai di depan Cafe, Radit membukakan pintu dan Putri pun keluar,,


(Raditya)


Yank, gapapa kan kalo kakak tinggal nant kakak sore jemput lagi,,


(Putri)


Iya gapapa ka, lagian kakak juga kan disuruh nemuin papa,,


Radit sudah disuruh untuk ikut mengurus Perusahaan milik Orang tuanya karena mengingat Radit lah yang bakal menjadi penerus diperusahaannya,,


Sedangkan Putri, sudah memanggil kedua orang tua Radit dengan sebutan Papa Mama mengingat Putri yang sudah akrab dengan mereka,,


(Raditya)


Ya udah kakak pergi dulu ya, kalo udah kelar langsung kabari kaka,, nanti kakak langsung jemput,,


Radit mencium kening Putri dan kembali masuk kedalam mobilnya,,


Putri berjalan masuk ke dalam Cafe setelah mobil Radit berjalan keluar,,


Putri melihat Cafenya sangat Ramai, dan semua pelayan pada sibuk melayani tamu,,


Putri melihat masih ada beberapa meja yang belum ada pelayan yang menawarkan pesanan, memang mereka terlihat sangat sibuk,,


Putri berjalan menuju meja kasir dan mengambil buku menu,,


Putri berjalan kearah meja yang belum mendapatkan pesanan,,


Putri terlihat sangat ramah dengan para tamu saat menawarkan menu di Cafenya,,


Setelah mencatat pesanan para tamu Putri langsung menuju dapur dan memberikannya kepada Pak Indra asisten Putri yang membantu mengurus Cafe,,

__ADS_1


(Putri)


Pa Indra, ini pesanan beberapa meja didepan sambil memberikan beberapa lembar kertas bertuliskan pesanan,


(Pak Indra)


Maaf Non Putri, Non jadi ikutan repot mengurusi Cafe,,


(Putri)


Gapapa Pa, lagian Cafe rame dan kasihan banyak yang belum datang pesenannya,,


Ya udah saya balik ke depan dulu ya,,


(Pak Indra)


Silahkan Non,,


Putri meninggalkan dapur dan berjalan kearah depan dan berjalan melihat para tamu,,


Saat Putri akan kembali kemeja kasir terdengar ada yang memanggilnya,


Setelah Putri membalikkan badan, Putri merasa kaget siapa yang memanggilnya dan ternyata Cintya bersama kedua temannya,,


Cintya dengan temannya pun kaget melihat Putri berada di Cafe tersebut,,


Mereka mengira kalau Putri bekerja menjadi pelayan di Cafe tersebut,,


(Cintya)


Lo lagi Lo lagi zie, kenapa coba dimana mana selalu ada Lo,,


Ooh,, jadi lo kerja di Cafe ini ya,,,


(Putri)


Silahkan kalian mau pesen apa??


sambil memberikan buku menu kemereka,


Sejujurnya Putri sangat malas berurusan dengan mereka namun ini sudah terlanjur dan gag mungkin juga Putri menyuruh pelayan lain melayani mereka, yang ada mereka bakal tau siapa Putri,


Cintya sengaja membuat gara-gara disana dengan menjatuhkan fas bunga diatas mejanya,,


Prang,,,,,


Semua Orang melihat ke sumber suara,, dan Cintya langsung bersandiwara


(Cintya)


Aduuuh,, Mbak kalo kerja yang bener dong,, mana manager Cafe ini, gue mau ketemu,, gue mau komplen, kenapa dy bisa memperkerjakan pelayan seperti orang kaya Lo,,


Pak Indra yang mendengar keributan langsung menghampirinya,,

__ADS_1


(Pak Indra)


Maaf ini kenapa ya??


(Cintya)


Saya mau ketemu dengan Manager Cafe ini mana??


(Pak Indra)


Saya Non, Saya manager disini,,


(Cintya)


Oh jadi kamu managernya, kamu mending pecat dy sambil menunjuk Putri, dy gag becus bekerja, dy hampir mencelakai saya untuk kaca itu tidak jatuh kena kaki saya,,


Pak Indra memandang Putri, Putri mengangguk kepalanya memberi kode,


(Pak Indra)


Baik Nona, saya minta maaf untuk kesalahan pelayan saya,, saya akan memarahinya, sebagai gantinya silahkan nona nona pesan apa saja,,


(Cintya)


Ok, mending dy dipecat, kerja kayak gini saja gag becus,,


(Pak indra)


Baik Nona, nanti biarkan pelayan lainnya membereskan pecahan itu,,


Saya permisi,,


Putri ikut saya,,


Cintya bersama temannya tertawa puas,,


Sukur Lo Put, ini sebagian hukuman Lo karena udah berani main- Main sama gue,, ucap Cintya dan kembali tertawa,,


Putri dan Pak Indra masuk ke dalam ruangan,


(Pak Indra)


Maaf Non, tadi saya,,, ucap Pak Indra terhenti karena Putri langsung memotongnya,,


(Putri)


Pak, Biarkan mereka bertingkah seperti itu tolong jangan bilang siapa saya dan layani mereka,,


(Pak Indra)


Baik No, saya permisi,,


Pak Indra keluar dan Putri terlihat duduk dikursinya,,

__ADS_1


__ADS_2