
Waktu terus berlalu..
Radit yang sudah menjadi pengusaha muda sibuk dengan urusan pekerjaannya sedangkan Putri sibuk dengan kuliahnya..
Putri sudah mulai jarang ngambek karena Radit memenuhi janjinya untuk selalu meluangkan waktunya..
Radit terkadang menjemput Putri di kampusnya jika dia tidak sibuk ataupun Putri yang selalu pergi menumuinya ke kantor..
Saat ini Karena Radit ada meeting dia tidak bisa menjemput Putri pulang kuliah,
Putri yang merasa kangen pun akhirnya berencana menemui Radit ke kantornya..
Putri naik taxi untuk sampai di kantornya sebelumnya Putri sudah memberi kabar kalo dirinya akan ke kantor dan Radit menyuruhnya untuk menunggu Di ruangan karena masih meeting..
Putri berjalan masuk, beberapa pegawai sudah tau Putri adalah tunangan dari Bos mereka..
Putri tersenyum saat melewati para pegawai kantor Radit dan merekapun menyapa Putri..
Putri langsung berjalan menuju lift dan langsung menekan lantai 15 dimana ruangan Radit..
Pintu Lift terbuka dan ternyata Radit sudah selesai meetingnya, namun pandangan Putri terus menuju Seorang Wanita cantik yang terlihat sedang ngobrol dengan Radit dan mereka terlihat akrab karena Radit sesekali tertawa..
Wajah Putri berubah, dia cemburu dengan apa yang dilihatnya..
Andra yang berdiri disebelah Radit melihat Putri di depan lift sedang menatap bosnya langsung berbisik kepada Radit..
Radit menoleh dan berjalan menghampiri Putri..
(Raditya)
Sayang,, kenalin ini Rena Klien kaka
Ren,, kenalin ini Putri calon tunangan aku
**Putri..
Rena..
(Raditya**)
Ok kalo gitu, nanti biar Andra yang menghubungi kamu masalah proposanya ya..
__ADS_1
(Rena)
Ok Dit, kalo gitu ku balik dulu ya..
Put, duluan ya..
Setelah Rena dan asistennya masuk ke dalam lift, Putri langsung berjalan masuk ke dalam ruangan Radit..
Radit bingung dengan sikap Putri dan akhirnya dia mengikuti Putri masuk ke dalam ruangannya..
Putri berdiri dengan menyilangkan tangannya diatas dada..
(Raditya)
Sayang, kenapa kok cemberut gitu?? Katanya kangen sama kaka..
Putri terus diam dan tidak menjawab bahkan tidak menatap Radit
Radit langsung memeluk Putri dari belakang tapi Putri malah menyingkirkan tangan Radit,
(Radit)
Putri menghela napasnya dan menatap Radit
(Putri)
Tadi itu siapa??
Radit mengeryitkan dahinya dan menatap Putri bingung bukannya dia udah dikenalin
Radit mengajak Putri duduk dikursi nya,,
Putri pun duduk dipangkuan Radit..
(Raditya)
Rena maksud kamu??
Putri hanya mengangguk..
Radit tersenyum, jadi karena ini kekasihnya menjadi cemberut karena cemburu rupanya
__ADS_1
(Raditya)
Kan tadi Kaka udah kenalin,
Dia Rena klien Kaka, dia ke sini buat ngajak kerja sama dengan perusahaan sayang..
(Putri)
Tapi kalian terlihat sangat akrab, kamu juga tertawa dengannya, pandangan dia sama kamu juga beda Ka..
Radit tersenyum dengan tingkah kekasihnya, ini lah alasannya kenapa Radit ingin segera menikahi kekasihnya karena Putri pasti akan cemburu kalo dia mempunyai klien wanita,
(Raditya)
Sayang, liat kaka..
Rena beneran klien kaka dan kaka sama dia juga baru kenal tadi, kita merasa akrab karena umur kita yang sama dan masih memulai semua dari nol,,
Kaka minta maaf kalo kaka tertawa lepas dengan seorang wanita tapi di dalam hati kaka (menyentuh tangan Putri dan menempelkan di dadanya) cuma ada satu wanita untuk saat ini dan untuk selamanya itu adalah kamu sayang..
Putri terus menatap Radit dan tiba-tiba air matanya menetes mendengar ucapan Radit, Putri menatap mata Radit dan memang Radit mengatakan sesungguhnya..
Putri langsung memeluk Radit dengan masih berada dipangkuannya, Radit langsung membalas pelukan kekasihnya..
Radit melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Putri
(Raditya)
Jangan nangis lagi ya, kaka merasa sakit kalo liat kamu nangis sayang..
Putri mengangguk dan memeluk Radit kembali..
Setelah beberapa lama Putri melepaskan pelukannya dan menatap Radit..
(Raditya)
Sayang,, kamu mau kan kalo kita menikah secepatnya..
Putri langsung mengangguk dan tersenyum dengan pertanyaan Radit, begitu pun Radit yang langsung tersenyum mendapat jawaban putri..
Radit langsung menarik bagu Putri dan mencium bibirnya.. Putri membalas ciuman Radit dan reflek kedua tangannya melingkar dileher Radit,, cukup lama mereka berciuman dan Radit menghentikan ciumannya dia takut bakal kebablasan..
__ADS_1