PUTRI, I Love You

PUTRI, I Love You
Chapter 32


__ADS_3

Semua diruang tunggu menatap Dokter yang belum menjawab tentang keadaan Putri,,


Dokter menghela napas dan tersenyum kearah mereka,,


(Dokter)


Untung pasien capat dibawa ke rumah sakit, karena luka dikepalanya yang terkena air jadi harus mendapatkan beberapa jahitan, dan sekarang pasien belum sadar akibat obat bius saat kami menjahit lukanya,,


(Bayu)


Terimakasih Dokter,,


(Dokter)


Sudah menjadi kewajiban saya Pak,, silahkan bisa mengurus Administrasi agar pasien bisa dipindah keruang inap,,


Papah Bayu langsung berjalan mengurus Administrasi,,


Semua merasa bersyukur karena Putri tidak ada yang parah, bagitupula dengan Radit yang sangat mencemaskan keadaan kekasihnya,,


Mamah Rania masuk kedalam ruangan karena Putri belum boleh dijenguk oleh banyak orang,,


Walaupun Radit sangat ingin masuk tapi dia juga tidak boleh egois karena dirinya baru sebatas pacar,,


Setelah administrasi diurus Putri dibawa ke ruang VVIP,,


Semua keluarga menunggu Putri dengan duduk disofa depan ranjang Putri sedangkan Rania duduk di kursi sebelah putri namun Radit ijin kembali ke kampusnya untuk menyerahkan tugasnya,,


Setelah beberapa menit, Putri membuka matanya dan melihat sekeliling kali ini pandangannya kepada sang Mamah yang memegang tangannya dan wajahnya sedikit sembab,,


Mamah Rania tidak menyadari Putri sadar..


(Putri)


Mih,,,


Rania terkejut mendengar suara Putri,,


(Rania)


Alhamdulillah sayang,, kamu udah sadar,,


Semua keluarga sontak langsung berjalan menuju ranjang mendengar ucapan Rani


(Bayu)


Putri, kamu udah sadar sayang,,


Putri melihat sekeliling, semua berkumpul dan semua tersenyum kepadanya namun Putri tidak melihat Radit disana


(Putri)

__ADS_1


Putri kenapa Mi??


Papah sama Mamah juga disini??


(Tia)


Iya sayang,, Mamah sama Papah disini kamu gimana mana yang sakit??


(Putri)


Kepala Putri pusing,,


(Rania)


Kamu di Rumah sakit sayang,kamu pingsan ditoilet kampus,, ya udah kamu istirahat lagi ya,,


Putri mengangguk namun masih melihat sekeliling mencari Radit,,


(Bayu)


Kenapa Put, kamu mencari Radit??


Dia lagi ke kampusnya sebentar nanti dia bakal balik kesini lagi,,


Putri tersenyum karena sang Papi tau dengan apa yang ada dipikirannya,,


Akhirnya Putri tidur karena evek obat biusnya masih berasa,,


Sedangkan Kedua orang tua Radit pamit pulang karena sudah sore,,


Radit melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata karena dia sudah tidak sabar ingin melihat kekasihnya,,


Setelah sampai diParkiran Rumah Sakit dengan segera Radit berjalan menuju ruangan VVIP,,


Putri terbangun karena merasa haus juga lapar, maklum dari siang dia belum makan,,


(Putri)


Mi,, Putri laper,,


(Rania)


Ya udah kamu mami bantu kamu duduk yang kamu makan dulu,,


Rania membantu Putri duduk namun kepala putri masih sangat pusing alhasil Putri hanya menyenderkan kepalanya diatas bantal yang sudah disusun,,


Putri terlihat makan dengan disuapin sang mami,


Bayu kembali ke perusahaannya karena masih ada meeting dengan kliennya,,


Radit yang sudah sampai didepan pintu langsung membuka dan berjalan masuk,,

__ADS_1


Rania yang sedang menyuapi Putri menoleh karena pintu kamarnya terbuka begitupun dengan Putri yang langsung tersenyum melihat kekasihnya akhirnya datang,,


Radit langsung berjalan menuju Putri,


(Raditya)


Syukurlah kamu udah sadar sayang,,


Dengan memeluk Putri tanpa merasa canggung ada Mami Rania disebelahnya,,


(Putri)


Kaka habis dari mana, kenapa lama??


Radit melepaskan pelukannya dan menatap Putri


(Raditya)


Kaka habis dari kampus nyerahin tugas sayang,, maaf ya kaka tinggal,,


Putri mengangguk dan tersenyum,,


Rania yang melihat anaknya hanya tersenyum, Rania bahagia anaknya sudah bisa melupakan kejadiannya dulu dan bersyukur sekarang mempunyai kekasih seperti Radit seenggaknya dia tau gimana Radit juga latar belakang keluarganya,


(Rania)


Ehem... Mami dicuekin ini,,


Radit dan Putri menoleh ke Mami Rania, mereka lupa kalau ada Mami Rania disebelahnya,,


(Raditya)


Maaf Mi,,, sambil tersenyum canggung karena merasa malu dengan tingkahnya


(Rania)


Gapapa Dit, Mami juga pernah muda,,


Terus ini makannya mau lanjut apa udah?


(Putri)


Putri masih laper Mi,,


(Rania)


Kirain langsung kenyang udah ketemu pacar goda Mami Rania kepada anaknya gadisnya,,


(Putri)


Mami,, Putri laper,,

__ADS_1


Rania & Radit tertawa melihat tingkah Putri yang seperti anak kecil,,


Dan akhinrya Mami Rania kembali menyuapi Putri hingga makanannya hanis,,


__ADS_2