
Hubungan Radit dan Putri semakin langgeng dan keluarga mereka berencana akan melaksanakan pertunangan untuk mereka,,
Seperti sekarang kedua pihak keluarga sudah berkumpul di salah satu restoran milik keluarga Rahardika,,
Mereka berencana akan membicarakan pertunangan anak mereka
(Bayu)
Jadi gimana nanti acara pertunangan kalian
(Dany)
Kalian udah punya rencana untuk pestanya seperti apa Dit, Put??
(Raditya)
Kalo Radit terserah Putri aja Pah,,
(Rania)
Gimana sayang, kamu pengin pestanya seperti apa?? Kita para orang tua ngikut aja iya kana Jeng
(Tia)
Iya dong,, kan kalian yang akan tunangan kalo kita orang tua terserah yang muda aja
Mereka pun tertawa bersama, berbeda dengan Putri yang menatap Radit, Putri bingung untuk menjawabnya,,
(Bayu)
Gimana Put??
Semua memandang Putri, menunggu jawaban dari Putri
(Putri)
Putri penginnya pesta yang biasa aja Pih, Mih cuma antar keluarga aja,,
Semua orang terkejut dengan ucapan Putri, mereka bahkan membayangkan pertunangan anak mereka akan semeriah mungkin tapi malah Putri memilih merayakannya biasa
__ADS_1
(Rania)
Sayang,, kamu beneran maunya biasa?? Gag pengin pesta yang meriah, dihotel berbintang, mengundang banyak tamu,,
(Putri)
Putri gag mau semua itu Mih, Putri cuma pengin suasana yang tenang, Putri gag terlalu senang kalo rame-rame,,
(Bayu)
Ya Udah kalo itu mau kamu, tapi kalo kalian menikah harus ada pesta dan harus meriah lo ya,, masa pernikahan anak tunggal keluarga Rahardika dan Sanjaya gag ada pesta,,
(Dany)
Benar kamu Bay, baka dibilang apa kit nanti nikahin anak tapi gag ada pesta,,
Semua Orang tertawa mendengar ucapan papi bayu dan Papah Dany,,
Dan Akhirnya sepakat acara pertunangan mereka minggu depan dan hanya keluarga saja yang hadir sesuai permintaan Putri,,
Dan untuk pernikahan baru akan dilaksanakan setelah Radit lulus kuliah, karena mengingat Radit yang sudah semester akhir,,
Waktu terus berlanjut kedua keluarga pun sibuk mempersiapkan untuk acara pertunangan anaknya, walaupun Radit dan Putri ingin acara sederhana namun tetap saja para orang tua dibuat sibuk menyiapkan semuanya,,
Saat ini Mami Rania sibuk menelpon untuk acara anaknya,,
(Putri)
Mi, kan Putri udah ngomong,, acaranya biasa aja Putri gag mau ah kalo harus ada pesta,,
(Rania)
Tetep aja sayang, kan kamu kan harus dirias juga harus mendekor taman belakan,,
Putri mendengus kesal melihat tingkah sang Mami,,
(Putri)
Terserah Mami deh, Ya udah Putri berangkat kuliah dulu,,
__ADS_1
(Rania)
Hati-hati sayang nyetirnya,,
Putri mengendarai mobil sendiri karena orang tua mereka melarang Radit dan Putri bertemu selama akan melangsungkan pertunangan,,
Walaupun di kampus pasti mereka bertemu,
Dan setelah Identitas Putri terbongkar dia sering membawa Mobil ke kampus kalo Radit tidak menjemputnya karena memang Radit sudah sering ke Perusahaan Papah Dany jika Radit libur kuliah,,
Putri memarkirkan mobilnya dan ternyata Radit pun baru sampai,, Putri keluar dengan wajah yang ditekuk,,
(Raditya)
Kenapa hem,, mukanya ditekuk gitu
(Putri)
Putri kesel ka, kan kemarin udah janji kalo acaranya sederhana tapi Mami malah sibuk nyiapin ini itu,,
Radit tersenyum dan mengusap lembut kepala Putri
(Raditya)
Namanya juga orang tua sayang, dan kamu juga kan anak tunggal jadi ya mereka pasti penginnya yang spesial
(Angga)
Ehem,, ehem,, kalian tu lagi dipingit malah curi-curi ketemu ya,,
(Jerry)
Iya nie, Bandel banget diomongin ya
(Putri)
Apaan zie, udah ah gue mau ke kelas dulu
Putri berjalan menuju kelasnya begitupula dengan Radit, Angga dan jeryy juga berjalan menuju kelas mereka..
__ADS_1