
"Huuh dasar pengganggu." ucap xiao xia pelan.
Xiao xia menatap anak buah Erwin yang masih tersisa dengan pandangan setajam silet.
Semua anak buah Erwin gemetaran melihat tatapan menakutkan itu.
"Am...ampuni kami no..na." ucap Salah satu anak buah Erwin yang gemetaran.
'Cih..." ucap Xiao xia.
"Sudah alamat mati kita semua. lihatlah dia saja sudah berdecih mendengar ku tadi. siap siap saja kepala ini meninggalkan kaki..eh maksud ku leher." ucap Salah satu anak buah erwin dalam hati
"Nona Ampuni ka..kami." ucap anak buah erwin.
"Dasar merepotkan." ucap xiao xia mengibaskan tangan nya dan terbakarlah mereka semua
"Aaaah....Ampun nona." jerit mereka semua.
Key dan Edward menelan ludah mereka dengan kasar melihat pemandangan yang mengerikan itu.
Xiao xia berjalan menghampiri Key dan Edward yang masih terbengong bengong.
"Apakah kalian akan terusan bengong dan menjadi bodoh ." ucap xiao xia.
"Eh..." Key dan Edward sadar.
"Cepat antarkan kami pulang, jika tidak ingin aku berubah fikiran dan menghabisi kalian berdua juga." ucap Xiao xia.
"Sungguh wanita yang mengerikan." ucap Key dalam hati.
__ADS_1
Mau tidak mau mereka menuruti apa mau xiao xia, walaupun tubuh mereka sedikit gemetar. Edward yang menjadi seorang Vampir saja bisa gemetar merasakan aura dan tekan hebat milik Xiao xia, bukankah xiao xia lebih hebat dari nya.
Edward dan key serta xiao xia masuk kedalam mobil.
"Kau." ucap xiao xia.
"Ya nona." ucap Edward
"Mau duduk dimana kau?." ucap Xiao xia.
"Ha..., saya mau duduk di depan nona, apakah salah?" ucap Edward.
"Salah." ucap Xiao xia menarik tangan Edward yang sakit dan mendorong tubuh itu masuk kedalam mobil, tepat nya di kursi penumpang.
"Braak.." xiao xia membanting pintu dan ia pun masuk dan duduk di kursi depan.
Edward, key dan Myleen yang melihat bingung dengan apa yang di lakukan Xiao xia.
Key dan Edward yang mendengar Mayleen memanggil xiao xia bunda langsung melihat ke arah Maleen dan xiao xia bersamaan.
"Bunda." ucap Mereka berdua bersama.
"Apa!!!!, apakah kalan tidak percaya bahwa aku ibunya Mayleen?" ucap Xiao xia.
Mereka berdua mengangguk bersama tanda ia tidak percaya.
"Kalian itu...., dan kau apakah kau tidak bisa mengenali calon mertua mu ini." ucap xiao xia menggoda edward.
"Bunda apa apaan." ucap Mayleen malu.
__ADS_1
"Eh..apa." bingung Edward.
"Sudah cepat jalan." ucap xiao xia memerintah Key.
"Eh...iya nona. Maaf maksud saya Nyonya." ucap Key salah tingkah.
Key menjalan kan mobil nya menuju rumah yang Mayleen sesuai petunjuk Xiao xia.
Mayleen dan Edward yang duduk di kursi penumpang diam saja tanpa ada yang berbicara.
Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya Mereka telah sampai di rumah Zhao.
"Ayo masuk." ucap Xiao xia.
"Tidak usah Nyonya saya akan langsung pulang saja." ucap Edward.
"Kau menolak ku." ucap Xiao xia mengeluarkan Aura nya sedikiiit...
Merasakah aura xiao xia, akhirnya Edward mau tidak mau masuk kedalam rumah Xiao xia yang ia anggap seperti masuk kedalam kandang singa.
"Tuan rasanya kaki saya sangat lemas jika menatap nyonya itu." ucap Key berbisik.
"Em..jadi jangan buat dia tersinggung jika masih ingin kepala mu ada di tempat nya." jawab Edward.
"Baik tuan " ucap Key.
.
.
__ADS_1
.
"Siapa mereka." ucap........