
"Siapa mereka." ucap Tuan Hao.
"Pa." ucap Xiao xia.
"Apakah dia anak mu juga, dan kau ingin membawa nya tinggal disini." ucap Tuan Hao.
"Kakek." ucap Mayleen memeluk lengan Tuan Hao.
Tuan Hao hanya mengamati Mayleen yang bergelayut manja di lengan nya.
"Silahkan duduk." ucap Xiao xia mempersilahkan Key dan Edward.
"Terimaksih nyonya." ucap Key dan Edward bersamaan.
Key dan Edward duduk berdekatan sedangkan Mayleen duduk bersama Tuan Hao. Berbeda dengan Xiao xia yang duduk sendirian karen tidak ada nya Zhao di samping nya.
"Tuan kenapa nyonya itu sekarang berbeda." ucap Key berbisik.
"Maksud mu?" ucap Edward.
"Lihat lah dia terlihat lembut dan anggun, tidak seperti tadi sangat mengerikan." ucap Key melihat perubahan sikap xiao xia dan ucapan itu hanya di angguki Edward.
"Bisa kau jelaskan?" ucap Tuan Hao.
"Dia adalah calon cucu mu pa." ucap Xiao xia.
"Apa...!!, apakah kau mengadopsi anak agar rumah ini penuh dengan anak mu." ucap Tuan Hao.
"Pa...dia calon menantu ku." ucap Xiao xia seenak nya jidat mengklaim Edward calon mantu.
"Apa." ucap Edward bingung.
"Siapa yng calon mantu key?" ucap nya lagi.
"Tentu anda tuan masak saya." ucap Key yang juga bingung.
__ADS_1
"Maaf nyonya, maksud anda apa ya?" ucap Edward bingung.
"Kenapa kau lelet sekali mencerna. Kau kan pacar nya Mayleen berarti kau calon mantu ku kan." ucap xiao xia.
"Bun..." ucap Mayleen yang sangat malu dengan tingkah bunda nya.
"Sudah kau diam saja." ucap Xiao xia.
"Tapi saya bukan pacar nya anak nyonya, dan kami tidak memiliki hubungan seperti itu." ucap Edward.
"Benarkah...?" ucap xiao xia.
"Iya Bun, May tidak ada hubungan dengan nya." ucap Mayleen.
"Terus kenapa kalian bisa bersama?" tanya Xiao xia.
"Ee.....e...." Mayleen menggarus kepala nya yang tidak gatal karena bingung menjelaskan nya.
Melihat putri nya bingung menjelaskan, xiao xiao beralih melihat Edward meminta penjelasan.
"Baiklah lebih baik berbohong untuk menyelamatkan nyawa." ucap nya lagi dalam hati.
"Em sebenarnya begini, sejak pertama saya bertemu dengan anak anda, saya mulai tertarik sehingga saya mencoba untuk mendekatinya." ucap Edward
"Cih...alasan, kau itu ingin mengejerjai ku terus kan dasar mesum." ucap mayleen dalam hati
"Benarkah?" ucap Xiao xia.
"Baiklah kalau begitu, aku izinkan kau mendekati putri ku setelah kau meminta izin kepada suami ku." ucap Xiao xia.
"Apa...!! su..suami anda nyonya." ucap edward.
"Ya.." ucap Xiao xia enteng.
"Mati aku, jika istrinya saja seperti singa apalagi suami nya pasti seperti serigala, Apes sekali nasip ku. jika tubuh ku bisa pulih mungkin aku bisa menolak ini namun......ah bagaimana ini aku sungguh bingung." ucap Edward dalam hati.
__ADS_1
"Jadi intinya kamu membawa mereka kerumah karena dia calon nya Mayleen?" ucap Tuan Hao.
"Bisa di kata seperti itu ayah, tapi ada alasan lain juga. Dia sebenarnya telah menolong Mayleen dari orang orang yang menginginkannya tadi dan ku lihat dia sedang terluka jadi aku membawa nya kerumah untuk berterimaksih dan untuk mengobatinya." ucap Xiao xia.
"Kau kan bisa berterimaksih tadi dan kenapa harus membawa nya kerumah jika ingin mengobati, kenapa tidak kau bawa ke rumah sakit mu saja." ucap Tuan Hao.
"Kan sekalian aku menyuruh mereka mengantarkan kami pa, bukankah itu bisa mengurangi keungan ku." ucap Xiao xia.
"Cih...apakah kau tidak punya uang untuk memsan taxi sampai kau menumpang kepada nya." ucap Tuan Hao.
"He...He...punya lah pa, tapi hanya saja aku ingin menolong nya juga bukankah papa lihat dia terluka." ucap Xiao xia.
Tuan Hao menatap Edward dan melihat lengan nya terluka..
"Obati dia." ucap Tuan Hao.
"Baiklah." ucap Xio xia.
"Bisakah kau ikut dengan ku untuk mengobati luka mu." ucap Xiao xia.
"Ini tidak apa apa nyonya, Nanti saya akan memir kerumah sakit saja." ucap Edward.
"Aku ini dokter jadi kau tak perku takut aku tidak bisa mengobati mu, ayo ikut aku." ucap Xiao xia.
"Baiklah." ucap Edward yang akhirnya mengikuti Xiao xia
Bebeda dengan Tuan Hao yang memeberikan tatapan tajam kepada Key.
"Ngeri sekali sih keluarga ini, tatapan nya ingin sekali menguliti ku." ucap Key dalam hati.
"Kakek May ke atas dulu." ucap Mayleen
"Ya pergilah." ucap Tuan Hao lembut.
Mayleen pun meninggalkan Tuan Hao dan Key yang berada di ruang tamu.
__ADS_1