Putri Milik Ratu Dan Raja

Putri Milik Ratu Dan Raja
Chapt 68


__ADS_3

Di alam bawah sadar Mayleen.


Gadis kecil rendahan kenapa kau ada di tempat yang seharus nya tidak kau datangi?" tanya naga.


"........" Mayleen diam karena sebenarnya dia sendiri bingung saat ini ada mana.


Huuh.....Naga membuang nafas kesal karena Mayleen tidak menjawab pertanyaan nya.


Hembusan nafas menerpa wajah cantik Mayleen.


"Apakah kau tidak mendengar ku gadis rendahan?" tanya Naga lagi


"Sebenarnya aku ini dimana kenapa aku tiba tiba ada di tempat ini. Dimana Edward?" ucap Mayleen masih bingung dengan keadaan.


Mayleen malah sibuk dengan diri ya sendiri tanpa memperdulikan Naga yang terus terusan bertanya.


"Dasar gadis sialan." umpat Naga geram


Wuuuus.......nafas api menyembur ke arah Mayleen. Naga api merasa marah karena Mayleen terus mengacuhkan nya. Ia berfikir manusia rendahan ini harus di bunuh karena tidak bisa menghormati nya sebagai naga agung


Mayleen yang melihat semburan api di depan nya, dengan secepat kilat ia menghindar menjauh.


"Apa!!! A..aku bisa terbang." ucap Mayleen tidak percaya bahwa diri nya bisa terbang untuk menghindari semburan api naga itu.


"Akan ku bunuh kau manusia rendahan. Aku tahu niat mu datang kesini, kau ingin menjadikan ku budak mu dan mematuhi semua perintah mu. Cih...jangan harap aku akan menuruti mu." ucap Naga dengan suara menggelegar.


"Tidak...tidak, aku tidak ingin melawan mu. Aku hanya tersesat di tempat ini dan berniat untuk keluar dari sini." ucap Mayleen panik karena diri nya berfikir mana mungkin sanggup melawan Naga yang besar ini.

__ADS_1


"Kamu kira aku percaya dengan mu manusia rendahan." ucap Naga marah.


Wuuuuuus......Semburan api kembali ia keluarkan untuk membakar Mayleen.


Namun siapa sangka Mayleen terus bisa menghindari nya. Dan kini Mayleen menyadari bahwa diri nya bisa bertarung melawan Naga besar yang ada di depan nya.


Entah suara dari mana, tiba tiba Mayleen mendengar suara sayup sayup di telinga.


"Kalahkan Naga itu, keluarkan semua kekuatan mu dan taklukan dia agar dia mematuhi mu, Kau pasti bisa. Setelah kau mengalahkan nya, kau bisa keluar dari tempat itu."


"Apakah aku harus mengalahkan terlebih dahulu agar aku bisa keluar dari tempat ini seperti kata orang tadi?" gumam Mayleen.


"Baiklah, Jika seperti itu aku akan mengalahkan mu dan menjadikan mu menjadi milik ku." ucap Mayleen percaya diri.


"Cih....kamu pikir kau bisa mengalahkan ku gadis rendahan." ucap Naga dengan marah.


Namun tiba tiba sebuah pedang muncul di tangan kanan Mayleen.


"Pedang? Kenapa aku bisa memiliki pedang?" gumam Mayleen.


"Apakah kau mendengarkan Bunda putriku." ucap Suara yang tak lain Xiao xia .


"Bunda, Apakah itu kau?" tanya Mayleen senang mendengar suara Xiao Xia.


"Yah, ini Bunda. Bunda bisa masuk dalam alam bawah sadar mu dengan bantuan Ayah mu yang memiliki darah sama dengan mu. Dengarkan bunda baik baik. Kalah apapun itu yang ada di hadapan mu, jangan sampai menyerah. Jika kau berhasil, sesuatu yang kau kalah kan akan menjadi milik mu. Namun sebaliknya, jika kau kalah kau tidak akan pernah keluar dari tempat itu." ucap Xiao xia.


"Baik bunda, aku akan mencoba mengalahkan nya. Namun masalah nya apakah aku bisa mengalahkan nya?" ucap Mayleen.

__ADS_1


"Percayalah, kau pasti bisa. Kami akan membantu dari sini." ucap Xiao Xia.


"Baik Bunda. Em...bolehkah aku bertanya?" tanya Mayleen.


"Ya...." jawab Xiao xia.


"Apakah dia ada bersama Bunda?" tanya Mayleen.


"Apakah maksud mu Edward?" tanya Xiao Xia.


"Ya....." ucap Mayleen.


"Ya, dia bersama dengan Bunda dan Ayah mu. Dia cukup khawatir dengan mu, berharap kau bisa cepat keluar dari tempat itu." ucap Xiao Xia.


"Aku menunggu mu sayang, peluk cium dari ku." ucap Edward.


"Cih ...Kenapa kau menyahut bajingan tengil." ucap Zhao kesal dengan ucapan Edward yang tak tahu malu.


Mayleen yang mendengar tersenyum.


"Aku akan memberikan ciuman hangat untuk mu jika aku sudah berhasil." ucap Mayleen.


"Sayang, kau masih sekolah. Ayah tidak akan membiarkan bajingan tengil ini mengotori pikiran polos mu, Ayah sayang dirimu. berusahalah." ucap Zhao menyemangati.


"Baik Ayah." ucap Mayleen.


Setelah itu Mayleen menatap tajam Naga besar yang ada di depan nya. Mayleen berniat untuk menaklukkan Naga itu dan mengalahkan nya agar ia cepat keluar dan bertemu kembali.dengan orang yang ia sayang.

__ADS_1


__ADS_2