
Setelah Maypeen pergi ke kamar nya Tuan Hao menatap tajam Key yang tak jauh duduk dari nya.
"Siapa nama mu?" tanya Tyan Hao.
"Nama saya Key tuan." ucap Key.
"Seperti nya dari yang aku lihat kamu bukan orang sembarangan." ucap Tuan Hao.
"Saya hanya seorang asisten tuan, dan tuan saya yang sedang pergi bersama nyonya tadi." ucap key.
"Bekerja dimana?" tanya Tuan Hao.
"Perusahaan ED group tuan." ucap Key.
"Ooh...." ucap Tuan Hao tidak terkejut.
Sedangkan di ruangan lainnya Edward duduk di samping Xiao xia. Edward memperhatikan wajah Xiao xia yang maih sangat muda.
Karena merasa terus di perhatikan, Xiao xia berkata.
"Bicaralah jika ada yang ingin kau tanya kan." ucap Xiao xia.
__ADS_1
"Siapa anda ini sebenarnya?" ucap Edward.
"Aku..." xiao xia menunjuk dirinya sendiri. "Tentu saja aku hanya seorang wanita yang sudah memiliki anak seperti wanita pada umumnya." ucap xiao xia.
"Tapi saya tidak percaya jika anda hanya seorang wanita biasa. dari yang ku lihat di usia anda yang sudah memiliki putri sebesar itu seharusnya anda tidak semuda ini. dan apalagi saat melihat anda bertarung mengalah kan musuh tadi aku percaya jika memang anda bukan manusia biasa. Apakah benar yang ku katankan jika anda bukanlah manusia biasa?." ucap Edward.
"Haruskah aku mengatakan nya." ucap Xiao xia. " Aku rasa kau tidak perlu tahu siapa aku, dan aku juga ingin bertanya, siapa kau sebenarnya." ucap nya lagi sambil xiao xia mengobati luka di lengan Edward.
"........" Edward diam tidak menjawab.
"Aku tahu kau bukan laki laki pada umumnya seperti yang pernah ku lihat." ucap xiao xia.
"Tidak ada." ucap Edward.
"Heh...apa kamu pikir aku bodoh anak muda. apa kalian pikir aku akan membiarkan itu terjadi, tidak akan." ucap Xiao xia mengeluarkan sedikit aura nya.
"Apakah dia mengetahui tujuan kita. Apakah dia bisa membaca fikiran. Sial...." ucap Edward dalam hati.
"Aku akan terus mengawasi mu, jika diri mu berani macam macam dengan putri ku bersiap lah menghadapi ku." ancam xiao xia.
"Tetapi jika kau mendekati putri ku karena ingin melindungi nya aku akan mengizinkannya, tapi itu akan tetap dalam pengawasan ku." ucap Xiao xia lagi.
__ADS_1
Gleek....Edward menelan ludah nya dengan kasar. Ia baru teringat jika wanita yang ada di dekat nya ini adalah wanita yang memiliki sifat iblis yang kejam
"Apakah kau menyukai putri ku.?" tanya Xiao xia.
Edward yang mendengar pertanyaan Xiao xia mendongak menatap xiao xia.
"Apa?" ucap Edward.
"Apa kau menyukai putri ku." ucap Ulang xiao xia.
"Em....ee..." Edward bingung menjawab sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Baiklah, karena kau tidak menjawab nya aku menyimpulkan bahwa kau malu mengatakannya kalau kau menyukai putri ku ha..ha...ha.." ucap Xiao xia.
"Apa!!!", ucap Edward bingung.
"Sudah lah kau tidak perlu malu dengan mertua mu ini, tunggulah Mayleen sampai lulus." ucap Xiao xia terkekh kecil.
Xiao xia menahan tawa melihat raut wajah bingung Edward, entah kenapa ia ingin sekali menjahili Edward..
"Nah sudah selesai." ucap Xiao xia selesai mengobati Edward. " Iangatlah pesan ku, jangan sampai aku melihat mu ingin mencelakai putri ku, jika itu sampai terjadi, sampai ujung dunia aku akan mengejar mu." ucap Xiao xia menepuk bahu Edward, berdiri melanglah dan menaruh kotak obat di meja.
__ADS_1