
Edward meletakkan tubuh Mayleen kedalam Bathtub yang sudah berisi air hangat.
"Keluar kau, aku bis mandi sendiri." ucap Mayleen mengusir Edward.
Bukannya pergi Edward malah melepas pakaian nya hingga telanjang dan ikut masuk kedalam bathtub.
Mayleen yang kaget karena Edward ikut masuk kedalam bak mandi langsung menoleh ke belakang.
Di lihatnya dada bidang yang terdapat roti sobek terpampang jelas di penglihatan Mayleen.
"Aaaa...... keluar kau kenapa kau malah ikut masuk." ucap Mayleen menutup matanya dengan tangan.
"Kenapa sayang." ucap Edward memeluk tubuh Mayleen dari belakang.
"Hei kenapa kau memeluk ku lepas tidak." ucap Mayleen.
"Diam lah, jika kamu tidak bisa diam aku akan melakukan hal lebih kepada mu." ucap Edward mengancam.
Tubuh Mayleen kaku mendengar ancaman Edward yang seperti tidak main main. Edward menyandarkan kepala nya di bahu Mayleen dengan jari tangan nya yang mulai melepas satu persatu kancing baju sekolah Mayleen.
Edward mengendus leher putih Mayleen yang beraroma sangat menggoda apalagi aroma darah yang ada di tubuh Mayleen.
Merasakan endusan di leher nya Mayleen memejamkan matanya karena tubuhnya yang mulai meremang.
__ADS_1
Di berikan kecupan kecil di leher itu, sambil tanag nya sudah selesai melepas.semua kancing baju Mayleen. Di buka nya baju Mayleen yang telah basah dan di buang nya ke sembarang arah.
Kini nampaklah Dua bukit yang di tutup oleh benda yang berbentuk kacamata berwarna merah muda.
"Sayang." ucap Edward dengan suara pelan di telingan Mayleen.
"Keluarlah, aku bisa mandi sendiri." ucap Mayleen menggigit bibir bawahnya saat merasakan tubuhnya sudah berdesir.
Edward tak menghiraukan ucapan Mayleen ia malah menjilat telinga Mayleen. Tangan nya berjalan menuju gundukan yang cukup besar.
Saat tangan itu ingin menyentuh, tangan Mayleen menahan atangan Edward.
"Sayang." ucap Edward tidak terima karena tangan nya di tahan.
Bukan nya menurut, Edward malah mengangkat tubuh Mayleen dan menghadapkan ke arah nya dan dalam pangkuan nya. Kini Mayleen menghadap ke arah Edward.
Dilihatnya wajah cantik yang ada di depan nya yang saat ini membuat jantung nya berdetak lebih cepat. Begitupun dengan Mayleen yang jantung nya sudah seperti habis lari maraton.
Terpesona dengan Ketampanan Edward, Mayleen terus melihat wajah tampan itu tanpa berkedip. Melihat Mayleen yang terpesona dengan ketampanan nya, Edward tersenyum kecil dan memajukan wajah nya, menarik tengkuk Myleen agar mendekat dan.
Cup....Edward mencium bibir Mayleen dan menghisap nya pelan sambil memejamkan matanya. Mayleen yang merasakan Bibirnya di hisap oleh benda kenyal bengong tidak membalas.
Edward mengelus punggung Mayleen dengan lembut dan bibirnya masih menghisap bibir Mayleen, karena tetap tidak mendapat balasan Edward menggigit bibir Bawah Mayleen dan akhirnya Mayleen membuka bibirnya karena merasakan sakit.
__ADS_1
Tak di sia siakan oleh Edward, Edward memasukkan lidah nya menjelajahi rongga mulut Mayleen. Mayleen yang merasakan kelembutan akhirnya ia terbuai dengan kenikmatn yang di berikan Edward.
Mayleen membalas ciuman Edward. Mereka saling ******* menyes*p dan membelitkan lidah mereka bertukar salivana.
Tangan Edward tak tinggal diam berjalan menyusuri lekuk tubuh Mayleen hingga berhenti ke buah d*d* yang cukup besar. Edward merem*s d*d* itu dengan lembut tangan satunya membuka pengait di punggung Mayleen dan membuka serta membuang nya ke sembarang arah.
Dan kini nampaklah buah d*d* itu dengan pucuk Chery berwarna merah muda.
Gleeek....
"Aku mencintai mu sayang." ucap Edward.
Edward menyusuri leher jenjang Mayleen dan memberikan jilatan di tempat itu dengan lidahnya sedangkan tangan nya merem*s dan memilin pucuk Buah yang tidak pernah matang itu hingga suara desah*n berhasil lolos dari bibir Mayleen.
Aaaaaah.......
Edward sungguh gila melihat tubuh Mayleen yang baginya sangat menggoda. Apalagi saat mendengar Suara indah Myleen saat mendes*h.
Bibir Edward terus turun turun dan turun hingga berhenti di benda kenyal itu, memberikan kecupan dan tanda di tempat itu. Mayleen merekas rambut Edward saat Edward menjil*t pucuk chery dan menghisap benda itu.
Aaaah......
Mayleen menekan kepala Edward agar malanjutkan kegiatannya. Edward terus merem*s dan menghis*p buah d*d* itu dengan rakus menikmati rasa manis dan nikmat yang ia rasakan.
__ADS_1