Putri Milik Ratu Dan Raja

Putri Milik Ratu Dan Raja
Chapt 37


__ADS_3

Ckleeek...Pintu di buka oleh Luis.


"Pa..." ucap Luis.


"Tumben kamu datang siang hari." ucap Ramon.


"Ada yang ingin ku katakan kepada ayah." ucap Luis langsung duduk di kursi di depan ayah nya


"Apakah terjadi sesuatu dengan mu?" ucap Ramon.


"Tidak ayah, apakah ayah sibuk?" ucap Luis.


"Tidak, bicaralah. Untuk pekerjaan bisa yah lanjutkan lagi nanti." ucap Ramon.


"Aku sudah tahu siapa pemilik tanda bintang yang ayah tugaskan kepada kami untuk mencarinya." ucap Luis.


"Benarkah, dimana dia?" ucap Ramon senang.


"Sebenarnya Edward lah yang menemukannya." ucap Luis tersenyum licik.


"Edward?" tanya Ramon.


"Ya ayah, sebenarnya Edward lah yang lebih dulu mengetahui dimana pemilik tanda itu." ucap Luis.


"Edward lebih dulu, terus kenapa dia tidak mengatakan nya kepada ayah kalau dia telah menemukan pemilik tanda itu." ucap Ramon.


"Entah lah ayah, aku tahu pemilik tanda itu saat dia bersama dengan edward." ucap Luis.


Atau jangan jangan Edward tidak mengatakan kepada ayah karena ia ingin memiliki nya dan menggunakan nya kepada dirinya sendiri." ucap Luis.

__ADS_1


"Dasar anak tak tahu diri, berani nya dia seperti itu, jika itu benar benar terjadi, ayah akan merebutnya dari nya dan menghukumnya." ucap Ramon kesal.


"Heh..lihat lah Edward apa yang akan terjadi dengan mu." ucap Luis dalam hati.


Sedangkan di dalam mobil.


Mayleen hanya diam melihat ke arah samping, dan untuk Edward sesekali melihat ke arah Mayleen.


"Sayang, sudahlah jangan marah lagi." ucap Edward.


Mayleen melihat ke arah Edward dengan mata melotot karena Edward memanggilnya sayang.


"Berhenti memanggil ku seperti itu." ucap Mayleen kesal.


"Kenapa, aku suka." ucap Edward dan menggenggam tangan Mayleen dan mencium nya.


"......." Edward tersenyum kecil melihat Mayleen yang susah di taklukkan.



Edward


Edward terus melajukan mobilnya. Mayleen yang baru sadar bahwa jalan yang ia lalui bukan ke rumah nya, ia langsung melihat Edward dengan tatapan tajam.


"Ini mau kemana, kau mau membawa ku kemana?" ucap Mayleen.


"Kita akan pergi ketempat yang apa teman mu tadi katakan, aku ingin bermesraan dengan mu." ucap Edward.


"Dasar mesum, pria cabul, berhenti, aku tidak ingin pergi ke tempat itu." ucap Mayleen memukul lengan Edward kesal.

__ADS_1


"......." Edward hanya diam saja mendapat pukulan Mayleen yang bagi nya tidak terasa itu.


"Berhenti." ucap Mayleen.


"Tidak, kita belum sampai sayang." ucap Edward.


"Aku tidak mau ikut dengan mu, kau itu cabul pria mesum." ucap Mayleen.


"Aku hanya cabul dan mesum dengan mu, dan sebentar lagi aku akan membuat mu menikmati semua nya." ucap Edward tersenyum menyeringai.


Mendengr hal itu Mayleen menutup tubuhnya dengan kedua tangan nya. Edward yang melihat Mayleen terkekeh kecil.


"Kenapa kau tertawa?." ucap Mayleen.


"Tidak usah di tutupi sayang, aku akan melihat dan merasakan nya nanti." ucap Edward melirik gundukan dua milik Mayleen.


Mayleen yang melihat arah mata Edward langsung membalik tubuhnya ke samping.


"Dasar mesum." ucap Mayleen pelan sambil bersungut sungut.


Edward sangat terhibur melihat tingkah Mayleen yang baginya saangat menggemaskan.


Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya mereka sampai ke tempat yang di tuju Edward.


Mayleen yang melihat tempag yang baru ia lihat terkagum karena baginya sangat indah.


"Ayo turun sayang." ucap Edward.


Edward turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk Mayleen. Mayleen hanya menurut saja sambil melihat keindahan yang ada di depan nya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2