Putri Milik Ratu Dan Raja

Putri Milik Ratu Dan Raja
Chapt 40


__ADS_3

Cukup lama mereka berdua menikmati kegiatan panas, Mayleen tersadar tentang apa yang ia lakukan..


"Cukup." ucap Mayleen terengah engah karena ulah Edward.


"Kenapa sayang?" tanya Edward.


"Aku tidak ingin lebih. Keluarlah aku ingin mandi sendiri." ucap Mayleen.


"Tidak mau, aku akan tetap disini dan akan memandikan mu." ucap Edward.


Karena Edward terus ngotot akhirnya mereka berdua mandi bersama. Setelah selesai dan mereka berdua berganti pakaian, mereka berdua turun ke lantai bawah menuju meja makan untuk makan.


Pelayan melayani mereka berdua dengan baik. Sesekali mereka mencuri pandang melihat wajah cantik Mayleen.


"Sungguh cantik sekali wanita tuan muda ini." ucap Pelayan dalam hati.


Setelah selesai melayani tuan mereka pelayan wanita kembali ke kebelakang melanjutkan pekerjaan nya.


"Makan lah yang banyak agar lebih berisi." ucap Edward.


"Apanya?" tanya Mayleen bingung.


"Tentu saja kesukaan ku yang baru aku cicipi sayang." ucap Edward.


Tahu maksud Edward apa, Mayleen langsung memberikan pelototan nya kepada Edward.


Sedangkan Edward hanya terkekeh melihat Mayleen yang kesal dengan pipi merona nya.

__ADS_1


Setelah selesai makan.


"Aku mau pulang." ucap Mayleen.


"Baiklah aku akan mengantarkan mu." ucap Edward.


Edward pun mengantarkan Mayleen kerumah nya. Setelah beberapa menit akhirnya mereka berdua telah sampai.


Mayleen turun dari mobil milik Edward, begitupun Edward turun dan mengikuti Mayleen hingga masuk ke rumah.



"Selamat datang Nona muda." sapa pelayan.


"Em...apakah bunda dan sudah pulang?" ucap Mayleen.


"Baiklah." ucap Mayleen.


"Tolong buatkan minuman untuk nya." ucap Mayleen kepada pelatan sambil melihat ke arah Edward yang sudah duduk di kursi.


"Baik Nona." ucap Pelayan pergi meninggalkan mereka berdua.


Mayleen ikut duduk di kursi yang tak jauh dari Edward.


Tuan Hao yang baru turun dari lantai atas melihat Edward dan Mayleen duduk di ruang tamu langsung menghampiri mereka.


"Kau baru pulang?" tanya Tuan Hao.

__ADS_1


"Kakek, Em....Maafkan May yang baru pulang Kek." ucap Mayleen.


"Apakah kau pergi dengan nya?" ucap tuan Hao.


"Ya tuan, maaf kalau saya membawa Mayleen tanpa izin dari keluarga." ucap Edward manyahut.


"Kenapa kau membawa cucu ku, Apakah kau sahabat nya ?" ucap tuan Hao.


"Bisa di bilang tidak bisa juga di bilang ia." ucap Edward.


"Apa maksud mu?" ucap Tuan Hao.


"Sebenarnya Saya menyukai Mayleen dan jika di perbolehkan saya ingin menikahi nya." ucap Edward menatap Mayleen.


Mayleen yang mendengar pipi nya bersemu merah.


"Apa apaan dia ini, kenapa juga mengatakan suka kepada ku dan apa tadi, ingin menikahi ku, dasar laki laki gila, apa dia tidak tahu kalau aku ini masih kecil dan masih sekolah. dan lihat lah itu expresinya saat berbicara sungguh sangat menyebalkan ." ucap Mayleen dalam hati.


"Ha...Ha..Ha.. kau ini lucu sekali anak muda, kau ingin menikahinya?, apakah kamu tidak salah. Lihatlah dia saja masih cebol begitu, dan aku tidak yakin orang tua nya akan setuju dengan permintaan mu itu.." ucap Tuan Hao.


"........" Diam, Edward diam mendengar perkataan Tuan Hao.


Pembicaraan mereka akhirnya selesai karena waktu menunjukkan sudah petang.


Saat Edward meninggalkan rumah Mayleen, ia merasakan Aura yang tidak asing sedang mengintai nya.


"Kenapa ada aura ini, apakah aku di ikuti?" ucap Edward pada diri sendiri.

__ADS_1


Edward terus mealajukan mobil nya menuru rumah nya, Namun fikiran nya selalu tidak tenang dengan ada nya aura yang di kenali nya yaitu aura dari ras Vampir.


__ADS_2