
"Ayo." ucap Edward menggenggam tangan Mayleen.
Mayleen hanya menurut karena masih terpesona dengan keindahan tempat itu.
"Indah sekali." ucap Mayleen.
"Tentu saja, ini tempat kita malam ini." ucap Edward.
Mayleen dan Edward terus berjalan hingga sampai di sebuah bangunan yang cukup indah dan asri.
"Sungguh indah sekali." ucap Mayleen takjub.
"kamu suka?" tanya Edward.
"Em..." Mayleen mengangguk.
"Ayo..." ucap Edward membawa Mayleen keliling tempat itu.
Setelah cukup lama mereka berdua berkeliling, Edward membawa Mayleen masuk ke rumah yang yang sangat indah itu.
"Rumah siapa ini?" tanya Mayleen.
"Tentu saja rumah kita sayang." ucap Edward.
"......" Pipi Mayleen merona.
" Berharap." ucap Mayleen meninggalkan Edward dan masuk ke dalam rumah.
"Selamat datang Nona, Tuan muda." sapa pelayan yang berjejer di tempat itu.
__ADS_1
"Kenapa ada pelayan di rumah ini." ucap Mayleen.
"Apakah kamu tidak suka jika ada pelayan di rumah ini. Apakah kamu terganggu sayang." ucap Edward.
"Tidak, hanya saja kukira tidak ada orang di rumah ini." ucap Mayleen.
"Apakah kamu kecewa karena ada seseorang, dan kamu berharap hanya ada kita berdua begitu." ucap Edward memeluk tubuh Mqyleen dari belakang.
"Apaan sih, lepas deh." ucap Mayleen.
Bukan nya melepas, Edward malah memeluk tubuh Mayleen dengan erat.
"Sayang aku lelah, ayo kita mandi bersama biar tubuh kita segar lagi." ucap Edward.
"Apa!!!, tidak. Lepas...apakah kau berbicara seperti itu tidak malu dengan orang yang ada disini." ucap Mayleen mencoba melepas tangan Edward dari perut nya.
"Tidak." ucap Edward
"Lepas." ucap Mayleen masih mencoba melepas pelukan Edward.
Edward melepas tangan nya dan langsung menggendong Tubuh Mayleen menuju kamarnya.
"Hei...apa yang kamu lakukan, lepaskan aku, turunkan aku." ucap Mayleen memukul dada Edward.
"Diam lah sayang, aku tidak ingin kamu jatuh jika kamu terus berontak." ucap Edward.
Edward tidak memperdulikan Mayleen yang terus memukul dadanya dan mengumpat nya, ia terus membawa Mayleen menuju kamar yang berada di lantai dua.
Setelah sampai Edward menurunkan Mayleen di ranjang dan berjalan ke arah pintu untuk menguncinya.
"Berhenti, jangan mendekat. kenapa kau membawa ku di sini, aku mau pulang bagaimana kalau bunda dan ayah mencari ku." ucap Mayleen.
__ADS_1
"Aku sudah menghubungi bunda jika kamu bersama ku." ucap Edward.
"Bohong." ucap Mayleen.
"Tidak sayang. Aku akan menyiapkan air untuk mu mandi." ucap Edward berjalan ke kamar mandi.
Setelah selesai, Edward kembali untuk memberitahukan kepada Mayleen bahwa aitnya telah siap.
"Mandilah, aku sudah menyiapkan nya." ucap Edward menuju lemari mencari pakaian ganti untuk Mayleen.
Edward memperlakukan Mayleen bagaikan ratu, melayani nya dengan sayang.
"Nah sepertinya ini cocok dengan nya." ucap Edward melihag baju yang ia ambil.
Edward keluar dengan membawa pakaian untuk Mayleen.
"Kenapa belum kekamar mandi?" ucap Edward.
"......." Mayleen membuang muka karena masih kesal.
"Hah..." Edward menghela nafas.
Karena Mayleen tidak beranjak dari atas kasur akirnya Edward menggendong tubuh Mayleen dan membawa nya ke kamar mandi.
"Turun kan aku." ucap Mayleen memberontak.
"Tidak, aku sudah menyuruh mu mandi tapi kamu tidak bergeming sama sekali, jadi jangan salahkan aku jika aku akan memandikan mu sayang." ucap Edward.
"Apa!!! tidak, aku tidak mau, cepat turunkan aku, aku akan mandi sendiri." ucap Mayleen.
"Sudah terlambat sayang." ucap Edward.
__ADS_1
Edward masuk ke kamar mandi dan menguncinya dari dalam, menaruh tubuh Mayleen kedalam Bathtub yang sudah di berikan wewangi.