QUEEN MAFIA UNTUK CEO KEJAM

QUEEN MAFIA UNTUK CEO KEJAM
TIDAK BOLEH!!


__ADS_3

Di ruangan kerjanya kini keno nampak sedang mengamati laporan keuangan perusahaan ayahnya itu, keno nampak sesekali memijit pelipisnya karena laporan keuangan yang ia periksa sangat berbanding jauh dan terjadi pengeluaran dana yang sangat drastis dengan keterangan yang tidak jelas. Nominal itu sangat besar dan setelah ia memeriksa laporan dari beberapa tahun yang lalu laporan itu hasilnya sama sangat banyak pengeluaran yang tak jelas.


"Shittt!! Apa selama ini ayah ga tau kalo ada tikus got yang selalu mengambil uang di perusahaan ini"


Keno masih sibuk memeriksa laporan² itu sambil ia mengerutu sebal.


"Cih!!! Berani beraninya tikus got itu bermain main dengan keluarga Alpauz"


Setelah memeriksa laporan itu keno menyandarkan punggung nya pada sandaran kursi kerja nya itu, iya berfikir sejenak tentang siapa dalang di balik mengelapan uang perusahaan.


"Ah, mungkin aku akan menyelidiki dari menejer keuangan" gumam lirih


*****


Sedangkan di club Zea masih bersama angota singa 2 yang sudah datang beberapa menit yang lalu.


"Queen" sapa anggota singa 2 yang bernama Tata


"Hem"


"Kenapa muka lo kusut gitu? Lo ada masalah? "


"Tak ada, mood ku saja yang tiba² memburuk"


"Ehhhh kau lihat tamu VIP sebelah kita" tanya angota singa 2 yang bernama Tia


"Kenapa? " jawab anggota lain yang bernama sisi


"Dia sangat tampan"


Zea yang mendengar itu memutar bola matanya dengan malas "apa di otakmu hanya laki² tampan saja? " ucap Zea dengan ketus


"Ihh lo buta apa gimana Queen, lo perhatiin deh dia bukan cuma tampan tapi dia tuh kuat"


"Kuat maksutnya? "


" ya kuat lah, buktinya kedua wanita itu sepertinya tengah menginginkan kepuasan yang akan mereka dapatkan dari laki² itu"


"Ck, lo yang buta lo ga tau setampan apapun dia kalo dia ga punya malu yang terus bercumbu disini tanpa memesan rom privat"


"ya mungkin ia ingin sensai baru"


"Mata lo sensai baru, kalo dia pengen viral ga gitu juga kale"


"Lo kenapa sih ta sensi amat dah" ucap anggota lain yang bernama sasi.


"Auuuuuuu ahhhhhhhh gelappppppp"


"Hhhhhh guys ternyata Queen kita sepertinya memiliki mata yang buram kan ini club ya gelap lah ya gak guys"

__ADS_1


"Hhhhh" tawa semuanya serempak


Anggota singa ² memang lebih dekat dengan zea karena mereka juga teman atau lebih pastinya sahabat zea yang sudah tau seluk beluk zea seperti apa.



Tak di sangka zuan mendengar ucapan Zea yang ia ucap akan pada teman²nya itu. Zuan menghentikan aktifitasnya dan mengusir kedua wanita sewaaan itu


"Stop, kalian pergi sekarang!! "


Zuan merapikan kembali pakaiannya dan berdiri tak disangka ia menghampiri meja Zea.


"Apa yang anda ucapkan tadi nona"


Zea yang semula fokus pada minuman merah yang ada di tangan nya mendogakakan pandangannya saat mendengar suara bariton yang bertanya di depan nya.



Beberapa detik mata keduanya bersibobok, zuan sangat kaget saat melihat mata indah yang dimiliki nona itu adalah mata indah yang sama persis dengan pemilik butik rose itu. zuan ingat mata itu adlah milik dari gadis yang berhasil menarik dirinya.



Begitu pula dengan Zea yang juga kaget karena kenal dengan pria yang ada di depan nya saat ini.


"Apa yang anda ucapkan tadi" tanya Zea yang kembali fokus pada minuman merah yang ada di tanganya


"Apa saya menyebut nama anda tuan? "


"Memang tid**"


"Lalu kenapa anda menuduh saya mengatai anda" ucap zea yang sudah bangkit dari dukungan ia sangat muak dan ingin segera pergi dari tempat itu ke dalam ruangan nya yang ada di lantai atas club itu.


"Nona kau memang begitu menarik tunggu saja aku akan segera mendapatkanmu" ucap zuan yang bertambah tertarik pada gadis di depan nya itu


"Dalam mimpimu " ucap Zea ketus


"Iya betul nona mimpiku adalah bersamamu"


Mendengar ucapan zuan yang semakin tidak nyambung Zea berniat pergi dari sana namun dengan segera ia mengurungkan niatnya saat ia ingin mengucapkan kata² pada pria itu.


"Oh ya , apa pantas seorang pria bermain dengan wanita saat ia sudah akan menikah dengan pasanganya? Dasar brengsek! "


Setelah mengatakan itu Zea berjalan untuk pergi ke ruangan nya yang ber ada di lantai atas. Anggota singa 2 pun mengikuti langkah Zea untuk pergi.


"Aku akan segera mendapatkan mu nona apapun itu caranya! " teriak zuan pada Zea yang sudah beranjak pergi dari sana


"Cih dasar bajing*n" umpat Zea yang masih mendengar teriakan dari zuan


Sedangkan zuan masih menatap punggung gadis yang membuat nya tertarik itu. "aku bersumpah kalo gadis itu bisa menjadi milik ku aku akan berhenti menyewa para \*\*\*\*\*\* itu" sumpah zuan dalam hatinya karena ia merasa sangat tertarik dengan gadis itu dan merasa gadis itu berbeda dengan para wanita yang ia temui.

__ADS_1



Zuan memang pelanggan tetap di club ini karena club ini memiliki fasilitasnya yang zuan mau apa lagi kalo bukan romm private karena sudah sangat sering ia keluar masuk club ini dan ia sering juga menyewa rom private di club ini zuan sangat tau letak romm private itu di lantai atas .



Zuan menaikan satu alisnya saat melihat gadis yang ia incar bukan pergi keluar dari club tapi malah naik lantai atas yang mana zuan tau lantai itu tempat rom private dimana laki² dan para \*\*\*\*\*\* akan menuntaskan hasratnya.


"****!! " Umpat zuan saat mengetahui tujuan gadis yang ia incar itu. Zuan segera lari untuk mencegah apa yang akan di lakukan gadis itu tentunya zuan sangat tidak rela gadis yang ia incar akan bermain dengan pria mana pun.


Sedangkan arco yang tak tau apa apa hanya diam bingung lalu ia segera mengikuti dan tengag berlari itu.



Zea memang melangkahkan kakinya ke lantai atas karena ruangan yang memang ia buat bersandingan dengan rom private miliknya tentu saja ada perbedaan dari ruang zea dengan rom private.



Perbedaanya ada pada pintu dari masing² ruangan itu, pintu rom private memiliki warna putih dengan ukiran naga kecil di setiap pintunya sedangkan ruangan zea memiliki warna putih dengan ukiran naga besar di pintu putih itu dengan mata naga yang berwarna merah.



Zuan yang berlari tadi sedikit terlambat karena ia melihat gadis incaranya masuk kedalam pintu ruangan itu di susuk dengan ke empat teman temannya yang tadi mengikuti nya sedari tadi.


"****!! " umpat zuan saat ia tidak bisa mengejar gadis itu dan zuan fikir gadis itu memasuki rom private karena ia belum tau kalo club itu milik zea.


Zuan pun berhenti di depan pintu yang di masuki zea beserta teman temanya tadi. Zuan tanpak kesal karena ia tak bisa mencegah gadis incaranya itu untuk masuk ke dalam sana.



Kini arco baru saja sampai di samping zuan ia masih bingung kenapa zuan berlari untuk ke rom private biasanya ia akan berjalan santai sembari bersama \*\*\*\*\*\* yang ia sewa.


"Lo kenapa sih mau kesini aja sampe lari², aneh lo"


Zuan tak menangkapi ucapan arco ia nampak berjalan mondar mandir didepan pintu itu.


"Gue harus gimana? Gimana kalo mereka party **** di dalam. Ga gak itu ga boleh terjadi" ucap dan yang masih mondar mandir di depan pintu itu ie mengelemg cepat saat membayangkan mereka semua sedang party ****.


Zuan yang fikiranya sudah berlebihan iaktak bisa berfikir jauh di dalam fikiranya hanya gadis incaranya itu tak boleh di sentuh oleh laki² lain. Tanpa menunggu lama zuan pun mengedor pintu itu dengan sangat keras.


Bug


Bug


Bug


Sedangkan zea yang sudah berada di ruangan nya yang ada di club itu. Ia merasa kesal.


"Arggghhhhhhhhhhh siallllll kenapa aku harus ketemu sama laki² itu lagi menyebalkan"

__ADS_1


__ADS_2