QUEEN MAFIA UNTUK CEO KEJAM

QUEEN MAFIA UNTUK CEO KEJAM
suara luknuttttt


__ADS_3

Malam semakin larut membuat keramaian kota dan aktivitas sebagian orang sedikit berkurang namun beda lagi dengan Zea yang kini tengah berada di markas diruangan nya. Zea tengah mempersiapkan berbagai senjatanya, mulai dari pistol, pisau, racun dan benyak peluru yang ia selipkan di baju tempur anti pelurunya itu.


"Bagaimana apa semua senjata sudah siap?" Ucap Aletta pada alat komunikasi kecil yang ada di balik telingannya.


"Sudah Queen" jawab tegas anak buah Zea


"Bagus 15 menit lagi kau kumpulkan semua anggota, kita akan memperjelas lagi posisi masing²"


"Siap Queen"


Zea mengamatai komputer yang ada di ruanganya jari jemarinya sangat lincah bergerak mengetik di keyboard nampak di layar muncul banyak angka² yang di mana Zea sedang membobol keamanan IT di perusahaan yang telah curang pada perusahaan ibu dan ayahnya.



Perusahaan itu telah mencuri dokumen penting dan menipu ayah ibunya


"Kau tunggu saja Ardy mungkin kau saat ini masih berpesata merayakan keberhasilanmu mendapatkan dokumen penting di perusaan ayah dan ibu ku tapi saat malam nanti, BUOMMM !!perusahaanmu dan kamu akan menghilang dari muka bumi ini" batin Zea sambil tersenyum miring


"Queen"


Terdengar panggilan dari Keno lewat alat komunikasi yang Zea pakai


"Hemm" Zea hanya menjawab dengan gumaman


"Semua angota sudah kumpul tinggal menunggumu" ucap keno lewat alat komunikasi


"Hemm" lagi dan lagi Zea haya menjawab dengan gumaman


Zea telah menyelesaikan pembobolan data penting pada perusahaan yang akan ia serang malam ini "tunggu kehancuranmu Ardy siapa suruh main² dengan keluarga Alpauz Hi Hi Hi" batin Zea sambil berseringai iblis.



Zea sudah berada di depan para anggota mafianya, ia berteriak nama mafianya itu dengan lantang dan di jawab tak kalah langan oleh para anggotanya.


"White Dragons! "


"Yes Queen"


"Apa kalian siap untuk perang malam ini ! "


"Ya! Siap!!! "


"Baguss, kalian ingat semboyan kita! "


"HABISI SEMUA MUSUH JANGAN SAMPAI TERSISA! "


"lalu? "


"BERANGKAT HIDUP PULANG HIDUP!!"


Zea menganggukan kepalanya mendengar semboyan yang selalu wajib mereka jadikan prinsip. White Dragons memang sudah di kenal di seluruh dunia maupun internasional mereka di kenal dengan kesadisannya dan tanpa ampun pada setiap musuhnya, namun rupa seperti apa pemimpin dari mafia White Dragons tidak pernah ada yang mengetahui mereka hanya mengenal nama pemimpin dari White Dragons yaitu 'QUEEN'.


******


Di sebuah mension yang di penuhi penjaga yang ketat terdapat seorang paruh baya dengan wanita berpakaian seksi, laki-laki paruh baya itu adalah Ardy ia nampak sedang berpesta dengan wanita itu banyak botol² minuman yang ada di meja didepan mereka dengan Ardy duduk disofa dan wanita itu duduk di pangkuan Ardy.


"Hahaha ternyata begitu mudah mendapatkan dokumen penting dari perusahaan Alpauz"


"Kamu jangan lupa sayang ini semua juga karena aku yang membantumu, jika aku bukan sekertaris pribadinya mana mungkin kamu mendapatkan dokumen penting ini"


"Hhhh ya sayang iya aku tak akan lupa kamu memang pandai bukan hanya pandai memuaskanku tapi juga pandai dalam menipu boss bodohmu itu"


"Ck, kau kira aku sama bodonya dengan istri lumpuhmu itu. Lalu kapan kita akan nikah sayang? Aku ga mau harus jadi simpananmu saja"


"Kau tenang dulu sayang setelah aku lenyapkan istri ku yang lumpuh itu kita akan segera menikah"


Cup


Ardy mengecup beberapa kali bibir wanita itu hingga kecupan itu berubah menjadi \*\*\*\*\*\*\* penuh gairah.


"Euuuhhh" lenguh wanita itu saat tangan Ardy meremas dadanya


Mendengar lenguhan yang keluar dari bibir wanitanya itu Ardy semakin gencar untuk mengerakan tanganya untuk meremas dada wanitanya, kini Ardy menciumi leher wanita itu menyusuri setiap senti dan memberi tanda pada leher wanita itu. Wanita itu yang merasa kabut gairah tengah menjalar pada dirinya dan kekasihnya itu membuat ia berinisiatif untuk mengelus pelan kejantanan milik kekasihnya yang sudah tegang bak patung pancoran itu.

__ADS_1



Ardy yang mendapat perlakuan itu mendesah "ahhhhhhhh" ia merasa kejantanannya semakin meronta² di dalam celana yang masih ia pake itu dan


membuat ia semakin ingin menuntaskan Hasratnya. Tanpa menunggu lama Ardy membuka resleting celananya.


Sreeeeeek


Kini nampak kejantanannya menyembul keluar berdiri tegak, wanita itu tanpa ragu mengengam kebutuhan kejantanan kekasihnya itu menaik turunkan tanganya membuat Ardy mendesah dan meracau sambil memjamkan matanya menikmati gerakn tangan wanitanya.


"Ahhhh sayang ohhhh sssssshhhh"


Tangan Ardy yang semula diam kini ia mengelus lembut paha wanitanya mengelus sampai ke dalam hingga tepat di area sensitif wanita itu Ardy menyusupkan jarinya pada \*\*\*\*\*\* \*\*\*\*\* tipis yang di gunakan wanitanya. Ardy merasakan kalo kewanitaan milik wanitanya itu sudah banjir dengan jarinya Ardi sedikit menyibak bibir kewanitaan itu lalu mengesekkan jarinya naik turun membuat wanita itu mengelinjang merasa enak


"Ahhhh ooohhhhhh saaa yyaaaannnggg ahhh" lenguh wanita itu.


Berbeda dengan ruangan itu yang di penuhi kabut gairah di luar mension White Dragons sudah mulai bergerak mengepung mension itu dari berbagai arah dan penjuru.


"Queen, sepertinya Ardy sudah berjaga² dengan memperketat keamanan mensionya" ucap keno yang berada di samping Zea, kini keduanya sedang berada di balik tembok pagar mension Ardy.


"Apa kamu takut keno? Ucap Zea dengan datar dan dingin


" hhhh tentu saja tidak Queen malah gue semakin ga sabar buat babat habis Ardy dan sekertaris sialan itu.


"Kali ini aku akan mengalah padamu keno, kau bisa habisi si Ardy itu dan aku akan buat pelajaran dengan si wanita sialan itu" ucap Zea yang masih melihat pergerakan dari penjaga mension Ardy.


Keno yang mendengar itu tersenyum senang. "Ga sabar rasanya mencoba pistol rakitan ini pada tubuhmu berngsek tunggu saja " batin Keno


"Apa semua sudah pada posisinya? "


"SUDAH QUEEN"


"baik kalo begitu sekarang mulai bergerak GO GO GO " titah Zea lewat alat komunikasi yang sudah terpasang di setiap masing² anggota nya.


Anggota White Dragons yang mendapat titah dari pemimpin nya itu langsung bergerak masuk ke mension dari berbagai arah.


Sreeettt


Dorr


Dorr


Bruukk


Pisau yang menyayat dan suara tembakan itu tampak sahut sahutan di luar mension dengan sekejam anggota White Dragons dapat membunuh penjaga mension Ardy.



Zea dan Keno kini sudah berada di dalam mension itu tentunya dengan rupa yang mengerikan wajah keduanya sudah penuh dengan darah dari penjaga yang mereka habisi saat Zea dan Keno akan masuk dalam mension itu.



Zea dan Keno naik ke lantai atas yang mereka berdua yakini salah satu dari kamar itu adalah kamar si berengsek Ardy.


Tap


Tap


Tap


Zea menaiki tangga dengan cepat ditanganya ia sudah membawa pistol sedangkan Keno di belakang melangkah perlahan menjaga Queennya sekaligus adiknya dengan waspada di belakang.



Saat Zea sudah sampai di lantai atas Zea mendengar suara laknuttt yang berasal dari kamar pas di sebalah kananya, Zea mendekati pintu itu ia semakin jelas mendengar suara itu.


"Ahhh labih cepattt sayangg ohhhh"


Dengan refelek Zea menutup telinganya "Bangsatttt telinga gue ternodai" gerutu Zea dengan pelan. Gerutuan Zea yang pelan itu ternyata masih di dengar Keno yang baru sampai di lantai atas. Keno mengerutkan dahinya merasa bingung ada apa dengan queenya itu. Keno menghampiri Zea yang masih di depan pintu sayup² Keno mendengar desah nikmat dari balik pintu itu.


"Ahhhhhhh ohhhh"


Akhirnya Keno tau kenapa Queennya itu menutup telinganya Keno menepuk bahu Zea dengan pelan.

__ADS_1


Puk


"Kanapa? "


"Telinga gue ternodai bangsatttt"


"Ck, labay lo, bukanya udah sering dengar hal ginian ya? "


"Ck, bacott"


"Hei biasa aja kalee umur kita pun udah bisa ngelakuin itu kalo lo mau"


"Ck, lo sampe berani ngelakuin itu sebelum nikah gue tebas pusaka lo " ancam Zea yang berhasil membuat Keno menelan ludahnya dengan susah Keno sepontan menutupi benda pusakanya itu.


Glek


"Gileee jangan sampe pusaka gue tinggal telurnya, bener² dahh punya adek pemimpin mafia dikit² tembak dikit² tebas" batin Keno


Brakkkkk


Zea menendang pintu kamar itu dengan sekali tendangan pintu itu hancur, kini tampak di dalam kamar sepasang insan yang habis bergulat di atas ranjangnya mereka tampak terkejut saat pintu itu hancur dengan menampakan seorang gadis dan cowok yang wajahnya sudah penuh dengan darah tampak mengerikan


"Bangsatttt, siapa kau berani sekali masuk dalam mension ku" geram Ardy yang setengah tubuhnya masih tertutup selimut sedangkan wanita itu ketakutan mencoba mencari perlindungan dengan bersembunyi di belakang punggung Ardy.


Zea tidak mengubris gram and dari Ardy Zea memandang keduanya dengan pandangan jijik.


"Dimana kau menyimpan dokumen itu! "


Ardy yang merasa paham dokumen apa yang di maksut langsung tertawa


"Hhhhhh jadi kalon suruhan dari mereka untuk merebut kembali dokumen itu"


"Ga usah banyak bacot dimana kau menyimpan nya? " geram Zea yang tak mendapatkan jawaban


"Ga ada! " ucap Ardy dengan tenang satu tanganya mencoba merogoh pistol di balik bantalnya lalu


Dorr


Zea yang sedikit telat untuk mengetahui pergerakan Ardy terkena goresan peluru di lengan nya saat menghindari tembakan Ardy yang mengincar jantungnya. Hal itu membuat Zea sedikit meringis dan lengan yang kini sudah mengeluarkan darah segar.


"Arhhhhhhh"


Zea memegangi lenganya yang mengeluarkan darah . Keno yang melihat kejadian itu geram ia marah tanpa menunggu lama ia mengacungkan pistol ke arah kepala Ardy.


Dorr


Dorr


Dorr


Keno menembakkan 3 pelurunya tepat di kepala Ardy, perempuan yang di belakang Ardy pun berterisl histeris


"AAAAAA"


Dorrr


"Berisikkk" ucap Zea setelah melepaskan tembakan pada kepala perempuan itu yang tentu saja membuat nyawa perempuan itu menyusul Ardy ke neraka.


"Cepat cari dokumen nya" ucap Zea pada keno


Zea dan kenonmasuk ke dalam kamar itu membuka laci dan lemari untuk menncari dokumen yang mereka cari.


"Dapat!! " ucap Keno yang lebih dulu menemukan dokumen yang mereka berdua


"WHITE DRAGONS!! " panggil Zea lewat alat komunikasinya


"YA QUEEN" jawab serempak anggota white dragons


"Bereskan semua mayat lalu bakar mension ini bersama Ardy dan sekertaris busuk ini"


"SIAP QUEEN"


Setelah membari perintah pada anggotanya Zea dan Keno bergegas kembali ke markas.

__ADS_1


__ADS_2