
Di ruangan luas dengan meja besar yang di kelilingi berbagai orang di departemennya. Proyektor yang masih menyala tengah menampilkan desain home stay yang akan Zuan bangun di dekat pantai di tanah yang masih belum jelas kepemilikan nya
"Lalu bagaimana dengan tanah milik keluarga Alpauz apa mereka sudah menyerahkan sertifikat tanah dengan persetujuan dari pihak mereka tuan? "
"Itu bukan masalah besar dan itu akan segera saya urus untuk kepemilikan tanah itu, yang terpenting saya kurang suka dengan desain ini carikan arsitektur yang lebih handal untuk mendesain home stay ku. Berikan bayaran tinggi untuk dia biar dia mau membuatkan desain yang sepektakuler"
"Baik tuan akan segera saya carikan"
"Dan untuk mu Arco cari tau tentang pemilik 'butik Rose' kita akan mengait dia untuk kerja sama mendirikan butik di dekat home stay baru itu"
"Baik tuan"
"Saya kira sudah tak ada yang perlu di bahas rapat saya tutup silahkan kemabli bekerja ke tempat kalian"
Setelah mendapat Instupsi itu semua departemen yang ikut dalam rapat itu ke luar dari ruangan itu kembali bekerja di tempat mereka masing². Begitupun dengan Zuan yang kemabli ke ruang kerja nya dengan Arco yang mengikutinya di belakangnya.
Ceklek
Arco membukakan pintu ruang kerja Zuan lalu ia masuk setelah Zuan masuk lebih dulu.
Buuk
Zuan menjatuhkan tubuhnya di sofa yang berada di ruang kerjanya ia memijat pelan pelipisnya merasakan lelah dengan masalah kantor soal tanah milik Alpauz yang masih belum ia dapatkan sepenuhnya di tambah lagi masalah alice yang mengaku tengah hamil anaknya dan sekarang ia tertarik dan sangat penasaran dengan pemimilik 'butik rose'.
Zuan yang semula memejamkan matanya kini kembali membuka matanya mendudukan tubuhnya. Arco sang sekertaris zuan yang masih setia bersama zuan pun melihat raut lelah dalam wajah atasan sekaligus sahabatnya itu.
"Apa kau mau minum zuan? " ucap Arco pada sahabat nya itu
Arco memang bisa mengatakan dirinya sebagai asisten dan sahabat untuk zuan ia juga tau kapan bersikap formal atau bersikap selayaknya sahabat.
"Pemilik 'butik rose' aku sangat tertarik padanya Arco, entah bagaimana caranya tiba² aku sangat tertarik padanya"
"Wah wahh apa dia akan kau jadikan penuntas nafsumu Zuan? Seperti wanita bayaranmu yang lain? "
"Tidak Arco, aku melihatnya bukan seperti wanita bayaran , aku melihatnya seperti ada yang berbeda dari dirinya yang bisa membuatku tertarik padanya, ahhhh aku juga tak tau"
"Aku jadi penasaran gadis seperti apa yang bisa membuat zuan tertarik sampai sperti ini?"
__ADS_1
"Menurutku dia cantik, cantiknya lebih dari wanita yang pernah ku sewa"
"Oh jadi karena dia cantik membuatmu jadi tertarik padanya? "
"Ahh bukan itu saja Arco, aku melihat dia sangat profesional, pintar, dan satu lagi aku yakin dia masih virgin"
"Hhhhh dari mana kau tau kalo dia masih virgin zuan ? Kau saja baru pertama kali melihat nya"
"Itu firasat Arco dan kau tau firasat seorang Zuan Abraham tidak pernah salah" sombong zuan pada Arco
Arco memberikan minuman alkohol yang ia amb dalam mini bar yang ada di ruangan zuan itu.
"Arghhh" erang zuan saat ia meminum minuman itu ada rasa terbakar saat ia meminum minuman alkohol itu.
"Apa kau malam ini akan ke club lagi? Sepertinya kau butuh pelepasan agar kau tidak stres"
"Hhhh kau sangat tau aku Arco, sekali² kau harus mencobanya biar kau tau rasanya"
"Hhhhh tentu saja aku akan mencobanya zuan tapi tidak dengan mereka aku akan mencobanya dengan istri ku yang tentunya lebih pantas dari pada para ****** yang bisa saja akan menjebak ku sperti dirimu yang sedang di jebak alice"
"Sial! Aku sampai lupa soal penyelidikan mu tantang Alice, apa ada kabar tentang itu? "
"Maksudku? " tanya zuan yang merasa bingung
"Iya seperti dugaanku kau dijebak oleh alice"
Zuan mengepalkan tanganya saat mendengar ucapan Arco.
"Apa kau yakin Arco"
"Aku yakin, dan aku hanya perlu mengatur siasat agar alice masuk jebakanku dan mau mengakui kebenaran anak yang ia kandung itu"
"Aku sangat menunggu itu Arco, cepet selsaikan dan beri aku bukti ! Aku ingin segera mengejar Zea pemilik butik Rose itu aku tk ingin ia sampai di tikung oleh yang lain"
"Apa perlu aku menyelidiki nya juga zuan? "
"Emmm boleh juga Arco".
__ADS_1
Mereka berdua melanjutkan minum bersama di ruangan itu.
*****
"Queen" panggil slah satu anggota 'white Dragon
Zea yang sedang duduk di kursi markas dengan sebuah pisu yang ia mainkan menoleh saat ia mendengar panggilan anak buahnya itu dengan pandangan datar, mata tajam, raut wajah yang tenang namun tetap bisa mengintimidasi lawan bicaranya membuat semua anak buah Zea selalu menunduk tak berani berlama² menatap mata tajamnya.
"Ada sedikit info Queen mengenai orang tua anda" mendengar kata orang tua yang di sebut anak buahnya itu Zea jadi penasaran dengan informasi yang anak buahnya akan sampaikan.
"Katakan"
"Sebelum kecelakaan terjadi orang tua anda memang berkunjung di kediaman Abraham , mereka sedang bernegoisasi soal tanah milik orang tua anda yang lokasinya deket dengan pantai, Zuan Abraham sangat menginginkan tanah itu usut punya usut ia ingin membangun home stay di atas tanah itu. Zuan menawarkan harga tinggi dan beberapa saham yang ia punya sebagai bayaran yang dan Zuan juga berkata akan mengucurkan dana pada perusahaan orang tua anda. Tapi orang tua anda menolak karena ingin membangun hotel dan butik yang akan di berikan pada anda Queen sebagai hadiah ulang tahun dari mereka"
"Kenapa dia sangat menginginkan tanah itu hanya untuk home stay? Padahal ia bisa membangun hotel di tanah itu"
"Itu karena mendiang orang tuanya ingin memiliki home stay yang lokasinya dekat dengan pantai Queen dan kecelakaan itu terjadi setelah orang tua anda menolak tawaran dari Zuan jadi kemungkinan besar mereka ada sangkut pautnya dengan kecelakaan orang tua anda, saya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menemukan bukti"
"Aku ingin kau segera mendapatkan bukti secepat mungkin! "
"Siap Queen"
Setelah itu anak buah itu pergi dari hadapan Zea, sedangkan Zea tak bergeming sedikitpun menatap kedepan dengan pandangan penuh arti. " jika benar kau penyebab kecelakaan orang tua ku tunggu saja pembalasan dari ku Zuan Abraham " monolog Zea dalam batinya.
*****
Di apartemen nampak sepasang kekasih sedang bercumbu seorang wanita sedang duduk dipangkuan memungungi seorang laki² manis berjambang tipis. Lelaki itu memeluk erat pinggang wanita yang ada di pangkuannya membenamkan wajahnya di cerah leher wanita itu. Sesekali ia mengecup leher wanita itu hingga membuat wanita itu mengeluarkan ******* mengairahkan dari mulutnya
"Ahhhhhh"
Mendengar ******* mengairahkan yang keluar dari mulut kekasihnya itu membuat cowok itu semakin gencar menciumi leher kekasihnya itu, ia mengecup leher kekasihnya sambil mengisap leher itu membuat erangan nikmat keluar dari mulut wanita itu.
"Uuuuhhh ahhhh"
"Aku menginginkan kamu Alice sayang" cowok itu dengan nafas yang memberat dan mata yang sudah di penuhi dengan kabut gairah
"Ahhh aku juga Aris"
__ADS_1
Iya sepasang kekasih itu adalah Alice dengan Aris yang sedang bercumbu setelah tadi siang Aris menelpon Alice yang sedang di butik rose. Alice dan Aris memang sepasang kekasih dan juga sepasang patner yang mempunyai rencana untuk menghancurkan Zuan Abraham.