
Zea dan keno sudah berada di markas White Dragons , Zea sudah memanggil dokter untuk mengobati anggota nya yang terluka. Lalu Zea melangkahkan kakinya untuk menaiki tangga untuk ke ruangannya begitu pun dengan keno tapi sebelum keno menaiki tangga untuk ke ruangannya ia lebih dulu mengingat kan Zea untuk mengobati lukanya itu.
"Queen, jangan lupa obati lenganmu itu"
"Hemm" jawab Zea hanya dengan gumaman tanpa ingin kembali turunnya untuk mengobati lukanya.
Brakkkk
Zea menutup pintu itu dengan keras hingga menimbukan bunyi yang nyaring, Zea duduk di kursi dekat jendela ruangannya ia memandang ke luar jendela dengan pandangan sendu,zea meraih bingkai foto mama kandungnya ia mengusap pelan foto di bingkai itu.
Tes
Cairan bening jatuh di kedua pipi Zea. "ma maafin Zea sampai sekarang Zea belum bisa menemukan pelaku pembunuh mama" ucap Zea lirih dengan air mata yang terus menetes.
Hiks
Hiks
Zea mulai terisak merasa dirinya ga becus untuk mencari pembunuh mamanya. Zea sama sekali tidak perduli pada luka yang ada di lenganya yang masih mengeluarkan darah Zea pun seperti tak merasakan sakit sedikitpun yang ia rasakan hanyalah rasa kecewa pada dirinya sendiri karena iya belum bisa menemukan pembunuh mama kandungnya itu.
Keno yang merasa kawatir dengan keadaan Zea ia keluar dari ruangannya dan ingin masuk ke ruangan adiknya itu. Keno sudah berada di depan pintu ia akan membuka pintu ruangan itu namun ia menghentikan nya saat ia mendengar sayup-sayup isakan tangis dari dalam ruangan itu.
Keno sudah sangat tau penyebab Zea menangis sampai sesenggukan seperti itu, perlahan Keno membuka pintu itu lalu masuk ke dalam ruangan itu.
Ceklek
Keno mendekati Zea yang ia lihat masih menangis dengan isakan yang juga membuat tubuhnya sedikit bergetar, Keno mengelus rambut Aletta dengan lembut. Aletta yang merasakan itu menoleh dan langsung memeluk keno dengan posisi Zea masih duduk dan keno masih berdiri di samling Zea jadi Zea memeluk pingang keno.
"Udah tenang ya abang akan tetap bantu Queennya abang untuk nemuin pembunuh mamanya Queen. Jadi sekarang udah berhenti nangisnya mama Queen juga mamanya abang " keno mencoba menenangkan Zea.
Setelah Zea berhenti menangis keno melepaskan pelukan Zea. " kita obati dulu ya lukanya habis ini kita ke rumah sakit kasihan ibu dan ayah pasti sudah menunggu kita".
Zea yang mendengar penuturan dari abang nya hanya mengangguk. Lalu keno bergegas keluar dari ruangan Zea membiarkan Zea untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu.
*******
Di mension Abraham Zuan sedang termenung di ruangan kerjanya ia merasa frustasi karena ia tak bisa fokus pada kerjaan nya, ia selalu terbayang wajah Zea pemilik butik rose itu. Membuat pekerjaan nya sedikit terbengkalai Arco yang melihat Zuan kacau seperti itu membuat ia penasaran.
"Zuan kau kenapa seperti nya kau sangat putus asa"
"Kau benar Arco kepalaku rasanya ingin meledak. Aku berulang kali mencoba fokus untuk kerjaanku tapi berulang kali juga aku gagal. Fikiranku ini selalu membayangkan pemilik butik rose itu"
"Wah wah apa kau benar² jatuh cinta padanya Zuan? Sampai otakmu selalu memikirkannya"
"Ahh entahlah Arco aku sendiri ga tau entah aku benar jatuh cinta padanya atau aku hanya ingin menikmati tubuhnya" ucap zuan sambil menyenderkan punggungnya pada senderan kursi
__ADS_1
kerjanya.
"Emmm kau perlu memperjelas perasaanmu itu Zuan!!"
"Akan aku pastikan kalo aku hanya ingin menikmati tubuhnya Arco"
"Oh ya Zuan, aku punya kabar soal Alice! "
"Apa itu? "
"Alice mempunyai kekasih yang bernama Aris, anak buahku berhasil mengikuti nya saat ia meninggalkanmu di butik rose waktu itu, ia bukan pergi ke club tempatnya bekerja ia malah datang ke apartemen xxx "
"Apa ada kemungkinan dia hamil sama kekasihnya itu? "
"Tidak Zuan" jawab Arco yang tentu saja membuat zuan menatapnya dengan bingung
"Kemungkinan besar Alice menipu mu dengan mengaku hamil padahal ia tidak hamil, ia masih melakukan hubungan dengan kekasihnya , mereka berdua ternyata bersatu untuk menghancurkanmu"
"APA!! Kenapa mereka mau menghancurkan aku Arco? Ahh tapi itu tidak penting yang terpenting sekarang aku sudah tau kebusukannya"
"Dan ada informasi lagi yang berhasil aku dapatkan zuan"
"Apa lagi jika tidak penting mending kau pergi saja arco kepala terasa pening. "
"Ahh baiklah zuan, memang informasi pemilik butik rose itu tidak lah pernah penting aku pergi dulu" goda Arco yang sudah ingin pergi dari ruangan kerja zuan.
Zuan yang mendengar kata 'pemilik butik rose' itu langsung membulatkan matanya saat Arco benar hendak pergi zuan langsung menghentikannya.
"Tunggu Arco! "
Arco sudah menahan senyum nya, ia pun menghentikan langkah nya dan berbalik ke arah zuan lagi. "Ada apa zuan? "
"Apa kau tadi bilang pemilik butik rose? "
"Hhhh ya zuan kenapa? "
"Cepat beri tau aku informasi yang kau dapat soal dia" ucap zuan dengan antusias Arco terwa melihat ekpresi zuan yang berubah 180°
Bwahhhhhh
"Bukan kah katamu itu tidak penting zuan" goda Arco pada zuan.
Zuan hanya medengus mendengar godaan dari Arco "cepat katakan Arco"
"Oke² dengar kan baik² zuan aku yakin kau akan sangat senang menerima kabar ini"
__ADS_1
"Cepat katakan bangsattt kau membuat aku penasaran"
"Zea pemilik bisnis butik sekala nasional dan internasional ia merintis bisnis nya sendiri sejak ia sekolah sampai saat ini ia sudah suskes dan namanya sudah di kenal seluruh kalangan di usianya sekarang, di luar negeri pemilik butik rose itu bukan dikenal dengan nama 'Zea' namun mereka mengenal dengan nama 'QUEEN' ."
"Queen, ahh memang ia pantas di panggil begitu" ucap zuan sambil tersenyum.
"Zea juga seorang Arsitektur yang mana semua disain butik nya dia sendiri yang membuat. Kau tentu tau kan disain butik rose seperti apa? "
"Wahhh dia arsitek ,Ya aku tau itu sangat unik dan menakjubkan"
"Orang² sangat suka dengan desain dari Zea walupun harganya sangat fantastik. Dan banyak para laki-laki mapan yang mengejar Zea untuk mereka jadikan istri mereka dan.. . "
"Dan?? Apa? "
"Dia adalah anak dari rekan bisnis kita
"Anak" beo Zuan
"Iya, QUEEN ZEALPAUZ anak dari rekan bisnis kita yang waktu lalu kecelakaan dan kau telah menjenguk nya"
"Jadi dia anak mereka yang dengan kata lain Keno itu kakaknya? "
"Lebih tepatnya mereka berdua adalah saudara tiri"
"Lalu? "
"Ck, kadang otak kau nih emang ga guna zuan, dari tadi aku sudah jelaskan tapi kau malah masih tanya"
"Ck, cepatlah katakan saja arco otak ku sudah cukup frustasi sesari tadi"
Arco memutar bola matanya malas "kau bisa memanfaatkan keahlian zea untuk mendesain home stay Bukankah kau mencari arsitektur dengan desain yang bagus? Dan kau bisa menjadikan ini langkah untuk mendekatinya juga bukan? "
Zuan yang mencerna setiap ucapan Arco kini sudah mengerti ia tersenyum puas atas hasil kerja sahabat sekaligus sekretaris nya itu. " kau memang terbaik Arco, aku akan memberimu bonus dua kali lipat untuk hasil kerja mu ini. "
"Hhh kau selalu begitu zuan, dari pada kau membari ku bonus lebih baik kau menraktirku dan menemaniku makan sepuasku malam ini".
"Itu hal mudah Arco , apa hanya itu? "
Arco menganggukkan kepalanya "iya aku hanya ingin itu sudah banyak bonus yang selalu kau kasih, kini aku hanya ingin itu saja lagian kita juga sudah jarang menikmati waktu untuk bersantay sebentar bukan? "
"Ya ya kau benar Arco , kau ataur jadwal ku kita akan liburan kita juga perlu liburan bukan Arco? "
"Hhhh ide bagus zuan"
__ADS_1