
"Ba baik tuan saya akan mengetuknya"
Manager itu memberanikan diri untuk mengetuk pintu rumah Queen sang pemilik club "haduuuhhh mati gueee, ga gue ketika gue yakin nyawa gue pasti terancan apalagi tuan zuan sedang marah seperti ini. Kalo gue ketuk gue juga harus siap² buat kemarahan Queen hadehhhhh keduanya sangat mengerikan" monolog manager dalam hatinya.
Zuan yang melihat pergerakan manager yang ia nilai sangat lambat membuat zuan semakin geram.
"CEPET BUKA ATAU ANDA AKAN KEHILANGAN ANGGOTA TUBUH ANDA! " bentak zuan yang membuat penyewa lain mendengar suara zuan itu, sebagaian penyewa yang merasa penasaran mereka keluar dari room private yang mereka sewa itu hanya untuk melihat suara siapa yang tengah berteriak dengan cukup keras itu.
Manager yang mendapat bentakan semakin gemetaran badanya dengan segera ia mengetuk pintu itu.
Tok
Tok
Tok
Sedangkan di dalam ruangan itu zea dan anggota singa 2 yang masih asik dengan aksinya sedikit terlonhak kaget saat mendengar suara bentakan yang cukup keras yang berasal tepat di depan pintu ruangan zea itu.
"Bang*at, itu suara apa toa masjid suaranya aduhaiiii merusak telinga" ucap Tia.
"Anjirrr mau paduan suara apa gimana tuh" ucap sisi.
"Queen sebaiknya lo cepetan keluar biar dia semakin tidak berulah, ada banyak penyewa rom private dan juga club lagi ramai banget malam ini lo ga mau kan reputasi club lo jadi buruk cuma gara² cowok itu" ucap sasa.
Zea yang mendengar semua perkataan para sahabat nya menjadi semakin kesal ia menbgengam jari jemarinya dengan kuat hingga tangan itu tampak putih akibat sangking kuatnya zea mengengam. Zea melangkah akan lakinya pada pintu yang sedaribtadi sudah mengetuk.
Ceklek
Zea keluar dengan bersendekap dada dan wajah yang tampak menahan kekesalan Zea menatap tajam ke pada cowok yang memang sedari tadi mencari masalah dengan nya.
"Apa anda tidak punya etika? Sehingga menganggu privasi saya sampe harus mengikuti saya di ruangan ini hah? "
Zuan yang melihat gadis yang di incar nya keluar dari ruangan itu dengan raut kekesalan membuat zuan tersenyum miring anatara senang bisa membuat gadis itu keluar dan juga zuan sangat senang melihat kekesalan yang gadis itu tahan.
"Ha ha ha gue ga akan biarin lo di jaman oleh para lelaki hidung belang"
Plak
Satu tamparan keras berhasil mendarat di pipi kiri zuan ya Zea yang sudah sangat kesal melayangkan tamparan yang cukup keras hinga membuat sudut bibir zuan sedikit mengeluarkan darah.
__ADS_1
"JAGA BICARA ANDA TUAN ZUAN!! JIKA LELAKI DISINI HIDUNG BELANG TERUS APA KABAR DENGAN MU YANG JUGA BERADA DISINI DAN.... SELALU BERFANTASI LIAR DISINI HAH? " Bentak Zea sambil menunjuk zuan Zea sedikit mendingan kan kepalanya, tinggi antar keduanya sedkit jauh karena Zea yang belum memakai sepatunya ya kira kira kini tinggi Zea hanya sebatas dada zuan.
zuan yang mendapat tamparan pertama dari seorang wanita membuat zuan merasa semakin tertarik pada Zea yang sudah berani menamparnyabtanpa rasa takut. Zuan mematung saat gadis yang ia incar tau kebiasaan ia berfantasi LIAR di club ini.
"Kenapa diam hemmm? Apa karena ucapan sayang betul"
"ha ha ha kau memang betul nona, tapi gue ga perduli soal itu jikapun gue harus berubah dan berhenti dari fantasi liar itu iya semua akan gue lakukan asal gue bisa miliki lo selamanya! "
"Tuan zuan abraham saya harap anda segera pergi dari sini sebelum saya lepas kendali batas kemarahan ini"
Zuan yang mendengar ucapan Zea tidak mengubris sama sekali tapi ia malah mendekat mengikis jarak nya dengan Zea.
"Gue nyuruh lo buat pergi tapi kenapa anda malah mendekat apa anda tidak paham apa arti dari ucapan gue"
"Gue tau gue lebih milih babak belur di tangan lo dari pada harus pergi dari sini dan ga akan ketemu lo lagi, gue tau kalo gue pergi bisa jadi lo ga akan kesini lagi untuk menghindari gue betul kan?"
"Anda cukup pintar tuan"
Zuan pun tersenyum miring mendapatkan pujian kecil dari gadis yang ia incar itu padahal zea hanya ucapan biasa tapi zuan lah yang salah mengartikan ucapan zea itu sebagai pujian untuknya.
"Lo ga perlu memuji gue, gue memang sangat pintar dalam segala hal jadi lo harus siap dengan kepintaran gue dan lo ga usah repot² buat muji kepintaran gue"
Zea yang mendengar perkataan yang zuan katakan merasakan mual dan memutar bola mata dengan malas.
"Ooo tidak bisa, kalo gue keluar dari sini ga sama lo jangan harap gue pergi dari sini walaupun bergerak cuma secenti pun gue ga akan pernah, GA A-KAN PER-NAH" ucap zuan yang menekankan kata ' ga akan pernah'.
"Lo sangat keras kepala"
Bugh...
Setelah berucap Zea langsung melayangkan tinjunya pas ke rahang zuan tentu saja zuan sedikit mundur beberapa langkah karena tinjuan itu.
Zuan mengusap bekas tujuan dari gadis incaranya itu ia tertawa yang mana tawanya itu mempunyai arti tersendiri bagi orang² yang melihat tawa itu.
"Ha ha ha, tinjuanmu ternyata ga main² gue semakin ingin memiliki lo"
Zea yang yang sudah emosi itu memilih untuk diam tak menanggapi apapun yang zuan ucapkan, ia tau kalo ia sampai tak bisa menahan emosi nya itu bisa jadi reputasi clubnya akan jelek setelah apa yang di lakukan olehnya. Meskipun semua orang sudah tau kalo pemilik club itu seorang yang sangat sadis namun ya semua orang tidak tau rupa dari pemilik club yang di kenal sangat sadis dan tak pandang bulu pada setia orang yang berani mengusik dirinya.
__ADS_1
Zea berjalan bersama para anggota singa ia berjalan melewati zuan dan manager juga beberapa penjaga dari pihak zuan.
"Siapkan anggota singa 1 aku benar benar perlu melampiaskan amarahku ini" ucap zea yang bersungut sungut setiap jalan nya ia mengepalkan tanganya.
Zuan yang melihat gadis incaranya pergi melewati nya tanpa ada niat membalas ucapanya membuat ia kembali mengejar gadis incaranya itu.
Grep
Zuan mencekal tangan zea, sang empu pun menghentikan langkahnya karena ada yang mencekal tanganya.
"Lo mau kemana ga capek pergi terus hem"
Zuan sepertinya susah mulai kehabisan kesabaran terbukti dengan cekalan tangan zuan perlahan menjadi semakin kuat sudah pasti cekalan dari zuan itu pasti meninggalkan jejak merah di kulit putih zea.
Zea yang merasakn cekalan tangan semakin kuat membuat zea meringis kecil dan berusaha menghempaskan tangan zuan tapi nihil Zea tidak mampu melepaskan cekalan tangan itu.
"Ssssshhh, lepas!"
"Gue ga akan lepasin lo! Sebelum lo kasih tau lo mau kemana dan kenapa lo menghindari dari gue"
"Itu semua bukan urusan lo !! "
"Lo juga usah pancing emosi gue terus gue sedari tadi udah sabar ngadepin lo"
"LEPASIN! "
Zuan yang mendengar bentakan dari gadis itu membuat ia memejamkan matanya mencoba mehan amarah yang sudah sngat membumbung tinggi.
Pasalnya selama ini tidak ada yang berani membentaknya langsung di depan nya baru Zea yang berani dan Zuan sangat tidak suka ada yang memebetaknya. Tanpa menunggu lama Zuan menarik tangan Zea untuk pergi dari club. Hal itu membuat para anggota singa berusaha menghalangi Zuan namun penjaga Zuan menghalangi anggota singa itu.
"Minggir! "
"Berani² nya kalian menyakiti Queen kita"
"cepat minggir! Atau kalian semua akan segera bertemu dengan ajal kalain"
Tanpa menjawab apapun para penjaga itu langsung menyerang ke empat anggota itu.
Bugh bugh krak
__ADS_1
Bugh bruk
Terdengar patahan tulang yang nyaring dari salah satu penjaga yang berhasil di patahkan oleh Tata.