
Brumm ..... brummm.... Brummmm
Cittttttt
Mobil sport warna hitam itu berhenti di sebuah perusahaan properti yang besar yang menjulang tinggi, cowok muda yang tampan dan gagah berwibawa turun dari mobil itu. Ia melangkah masuk dalam prusahan 'Zu property'.
"Selamat pagi tuan muda Zuan" sapa security yang berjaga di pintu lobi. Security itu membukakan pintu untuk ZUAN ABRAHAM pemilik perusahaan 'Zu Properti'.
Zuan hanya menjawab dengan anggukan singkat lalu ia melangkahan kakinya untuk masuk ke dalam lif dan memencet lantai paling atas tempatnya bekerja sebagai pemimpin perusahaan nya
Ting
Bunyi lif yang sudah sampai pada lantai yang di tuju, zuan melangkahkan kakinya ke ruangan tempat ia kerja.
"Selamat pagi tuan muda" sapa Arco sekertaris Zuan.
Ceklek
Arco membuka pintu untuk Zuan dan menutup nya kembali saat Zuan dan dirinya sudah masuk ke dalam ruangan kerja Zuan.
Zuan yang sudah masuk keruang kerja nya mengambil beberapa dokumen untuk mengecek nya.
"Apa jadwal ku hari ini Arco? " tanya zuan dengan mata yang masih fokus mengecek dokumen yang ada di depannya.
"Hari ini ada rapat kerja sama dengan perusahaan pesaing kita tuan tapi saya baru mendapat kabar setelah kemarin tuan dan nyonya Alpauz berkunjung di kediaman tuan mereka mengalami kecelakaan dan kini kabarnya mereka masih dalam perawatan intensif tuan"
"Lalu apa rapatnya di batalkan? "
"Tidak tuan karena saat ini perusahaan di ambil alih untuk sementara oleh anak mereka tuan Keno Zualpauz.
"Selain itu ada jadwal apa lagi Arco? "
"Emm it itu tuan nona Alice meminta saya untuk memberi tahu tuan kalo saat ini ia sedang menunggu tuan di 'butik Rose' "
"Kenapa Alice menungguku disana? "
"Maaf tuan saya tidak tau pasti"
"Ck, mmenyusahkan , bukan kah aku sudah menguruhmu untuk memeberi satu kartu hitamku padanya Arco?"
"Sudah tuan"
"Lalu kenapa dia masih saja menganggu pekerjaanku? "
Zuan meletakkan dokumen yang berada di tanganya lalu meraih ponsel untuk mencari nomer Alice tunangan nya itu ia menekan tombol panggilan.
Tutttttttt
Panggilan itu terhubung dan di angkat oleh seorang wanita.
"Hallo babe! "
"Arco bilang kau menungguku di 'butik Rose' memang ada apa hemm? "
__ADS_1
"Sebentar lagi kan ulang tahun perusahaan, aku ingin kita memakai baju di 'butik Rose' ini butik rekomendasi temen² ku babe. Aku sudah lama mengatur jadwal dengan disainer di butik ini dan beruntungnya aku akan segera bertemu dengan disainer yang akan merancang pakaian kita untuk acara perusahaan itu"
"Lalu? Bukankah udah Arco sudah kasih kamu kartu tadi pagi ? "
"Hemmm emang udah babe tapi aku lupa ukuran pakaianmu dan juga aku ingin kamu memilihkan gaun yang cocok untuk ku buat acara itu"
"Ck, iya iya nanti aku kesana pas jam makan siang ya"
"Oke babe"
Tut
Zuan mematikan panggilan nya meletakan ponsel pada meja kejanya. Ia memijit pelipis nya yang terasa berdenyut karena kekasihnya itu.
"Arco apa menurut mu aku harus bawa Alice saat acara perusahaan? "
"Itu semua terserah tuan, jikapun tuan ingin membawanya sekalian aja perkenalkan tunangan tuan itu sebagi calon istri mu yang beberapa bulan lagi akan menikah, bukan kah itu akan membawa kabar bahagia buat semua tamu undangan"
"Tapi Arco aku masih ragu untuk memperkenalkan dia sebagai calon istri ku. Aku hanya ingin menikah satu kali Arco dengan wanita yang benar² aku cintai bukan dengan wanita ****** yang sekarang mengaku hamil anakku"
"Emmm maaf tuan baimana kalo saya musnahkan saja nona Alice seperti yang biasanya tuan lakukan pada ****** yang selalu mengusik hidup tuan"
"Tidak Arco!, Aku tidak mau kehilangan anak ku yang sekarang tengah ia kandung"
"Tapi tuan belum tentu yang di kandung wanita pelacur itu anak dari tuan"
"APA MAKSUTNYA ARCO! " bentak Zuan pada asisten nya
"maaf tuan muda jika saya lancang, saya tidak bermaksud apa² hanya saja saya ingin tuan tidak mudah percaya dengan nona Alice. Tuan tau sendiri pekerjaan nona Alice memang untuk melayani para lelaki yang haus akan nafsu Dan saya sangat tau tuan. Tuan tidak akan menam benih tuan pada wanita yang tidak tuan cintai"
"
"Aku yakin nona Alice menjebak tuan muda, coba sekarang tuan fikir dengan jernih dan logika! Wanita mana yang tak ingin mempunyai suami seperti tuan muda? Kaya, tampan, berwibawa, dan di gila semua wanita"
"Ahh sepertinya kau brlebihan Arco! " zuan menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi kerjanya.
"Tidak tuan, saya tidak berlebihan itu memang benar apa adanya tuan"
"Baikkah Arco selidiki semuanya tentang Alice yang paling penting kamu selidiki apa benar yang di kandung Alice itu bibitku. "
"Baik tuan, saya akan menyelidikinya dengan cepat"
"Terimakasih Arco"
"Apapun buat tuan muda! Baik kalo begitu saya permisi dulu tuan saya akan memulai menyelidiki nya. "
"Aku tunggu hasilnya Arco! "
Arco pergi dari ruangan Zuan untuk melakukan tugas penyelidikan nya. Arco bukan hanya sekertaris namun ia juga sahabat Zuan.
Arco anak yatim piyatu bapak ibu nya dulu merupakan pelayan dan penjaga di mension Abraham Arco memilih mengabdikan hidupnya untuk melayani Zuan. Karena tanpa pertolongan Zuan dirinya tidak akan hidup sampai sekarang.
Arco memang sangat mengenal Zuan termasuk Zuan yang suka melepas hasrat nafsunya pada wanita bayaran namun Zuan tak pernah melakukan hubungan pada wanita bayaran itu. Tugas wanita bayaran yang disewa oleh Zuan hanya untuk menuntaskan nafsunya sebagai laki² normal tanpa harus melakukan hubungan intim. Setelah nafsunya tuntas Zuan selalu membayar dengan jumlah yang besar jika dirinya benar² sangat luas dengan permainan wanita bayaran itu.
__ADS_1
****
Zea sudah berpenampilan rapi dengan gaun elegan selutut warna biru langit dengan atasan seperti kemben hingga mengekspos bahunya di tambah ia memakai blazer warna putih berkesan elegan nan sopan.
Hari ini ia memiliki janji pertemuan dengan klein di butik yang kebetulan dekat dengan rumah sakit tempat ibu dan ayahnya di rawat. Zea pun sudah meminta anak buahnya untuk selalu barjaga di dekat ruang rawat orang tuanya dan sekitar rumah sakit.
Janji yang sudah lama di buat saat ia berada di luar negeri, Zea bukan hanya ketua mafia dia juga disainer muda dari berbagai pakaian yang terkenal di manca negara dan internasional.
Ceklek
Zea membuka pintu butiknya disana ada beberapa penjaga butik yang sedangkan melayani pembeli.
"Selamat siang nona"
"Siang juga Sella, apa klein ku sudah datang?
"Sudah nona , klein baru saja datang dan sudah berada di ruang VIP"
"Oke, kalo begitu tolong siapkan kudapan dan minuman anter keruangan itu saya akan segera kesana"
Zea pun melangkahkan kakinya ke ruang VIP tempat dimana klein nya sudah menunggu.
Ceklek
Pintu pun terbuka dengan Zea yang masuk menghampiri klein nya yang sedang membolak balik majalah rancangan gaun yang pernah di buat Zea dengan gaun yang serba ketat di atas lutut menampilkan lekuk tubuhnya apalagi bagian dadanya sebagian menyembul keluar seakan gaun yang tengah di pake itu tidak cukup untuk menampungnya.
"Selamat siang nona Alice" sapa Zea pada klein nya
"Oh, nona Zea. Aku sungguh menantimu dari beberapa bulan yang lalu, Aku sangat ingin rancangan disainer mu buat gaun pernikahan ku" ucap Alice antusias sambil menjabat tangan Zea
"Benarkah nona Alice, aku sungguh tersanjung jika anda benar² menunggu ku, apa kau datang sendiri nona?"
"Ah tentu saja tidak, nanti calon suamiku akan datang sekarang dia masih dalam perjalanan"
"Oke, kalo begitu kita mulai dulu dengan gaun impian nona yang ingin anda gunakan saat pernikahan. Apa nona memiliki gaun impian? "
"Tentu saja aku punya, aku ingin gaun mewah yang bisa memperlihatkan lekuk tubuhmu yang indah ini dengan hiasan berlian ekor gaun sedikit menjuntai tapi jangan terlalu panjang aku tidak ingin kerepotan dengan ekor gaun yang panjang. Aku juga tidak mau gaun dengan lengan panjang Aku ingin gaun yang tidak berlengan biar bisa mengekspos lengan putihku dan leher ku, juga dengan potongan 'V' pada bagian dada biar terlihat sexy."
Zea mendengarkan penjelasan gaun impian dari klein nya lalu mengambar gaun yang kira² bisa cocok dengan gaun impian kelatenya"
"Apa seperti ini nona? "
Zea menunjukan gambar disainer nya pada Alice, klein nya itu melihat gambar disain yang di buat Zea dengan mata berbinar.
"Wahhhhh ini sangat indah nona Zea, ini persis seperti yang aku inginkan"
Ceklek
Suara pintu di buka dan menampilkan Sella yang membawa minuman dan kudapan yang di minta Zea.
Di belakang Sella terdengar langkah kaki yang tegas yang juga masuk bersamaan dengan Sella.
Tap
__ADS_1
Tap
Tap