
"Kabar baiknya .... Gue ga tau lao bakal seneng atau enggk dengan kabar ini yang pasti kabar ini kabar baik menurut gue"
"CK, BURUAN APA KABAR BAIKNYA BANGSA*T? "
"Kabar baiknya gue udah nemuin keberadaan gadis yang lo incar itu"
Mendengar kabar baik itu Zuan langsung berdiri dari kursi kebanggaan nya segera menghampiri sekertaris nya mencengkaram kuat kedua bahu sekertaris nya.
"Dimana dia? " tanya Zuan dengan sangat antusias dan tanpa sadar mencengkam bahu sekertaris nya semakin kuat membuat sang empu meringis tertahan.
"D-dia ada di rumah sakit xxx di ruangan ICU"
Zuan langsung berlari setelah mendengar kabar bahwa gadis incaranya berada di rumah sakit.
Zuan benar melupakan kalo bisa saja gadis itu tengah menjaga orang tuanya yang juga di rawat disana. Zuan benar benar kawatir akan terjadi sesuatu dengan gadis incarannya itu.
Bromm brommm
Zuan mengendari mobilnya sendiri ia melakukan dengan kecepatan di atas rata rata, ia sungguh sudah tidak sabar melihat keadaan gadis incarannya.
CITTTTT
Beberapa menit Zuan telah sampai di rumah sakit itu segera ia memarkirkan mobilnya lalu berlari memasuki rumah sakit itu ia juga beberapa kali menabrak pengunjung yang juga tengah lewat, Zuan menaiki lif menuju ruangan ICU.
Sedangkan di tempat Zea dirinya memang tengah berada di ruangan ICU ia tengah menengok kedua orang tuanya.
"Ayah bunda maafin Zea ya Zea baru dateng jengukin ayah sama bunda tadi Zea lagi ada urusan" monolog Zea yang iya kebiasaan Zea selalu menceritakan semua kejadian yang ia alamai.
Ia bercerita sambil menyeka tubuh kedua orang tuanya seperti biasa ia akan membersihkan tubuh orang tuanya dengan air hangat ia sangat telaten ( *aduhaiii calon istri idaman nih ya ga readers untuk kalian yang sedang merawat orang tuanya thothorr acungin 10 👍* )
"Ayah bunda tau ga Zea sangat merindukan kalian. Ayah sama bunda tega banget sih buat Zea dan abang sedih nunggu kalian bangun, ayah bunda tidurnya jangan lama lama donggg Zea kan jadi ga bisa manja manja lagi"
Setelah mengeluarkan seluruh unek unek nya Zea pergi ke ruangan sebelah yang memengaruhi dimana ruangan itu sudh disewa dan Zea sudah merubahnya seperti ruangan dengan fasilitas yang jauh lebih baik bukan lagi sebagi ruangan rawat inap biasa.
Disana ada kasur queen size, ada lemari es, ruang tamu yang lengkap meja dan sofanya serta ruangan kerja Aletta yang memang Aletta buat untuk ia kerja saat sedang menjaga orang tuanya.
Kini Zea tengah duduk di Sofa dengan leptop menyala di atas mejanya dan not book di tanganya Zea sedang merancang gaun baru yang rencananya akan ia luncurkan sebagai tren mode terbaru.
Sedangkan Zuan sudah sampai di depan yang ia ketauan ruangan tempat Gadis incaranya berada.
__ADS_1
BRAKKKK
Zuan membuka pintu dengan kasar hinga menimbulkan suara yang nyaring tak kayak Zea yang fokus dengan desain nya pun ter jingkat kaget sampe not book di tanganya terjatuh ke lantai.
Zuan berjalan dengan langkah lebarnya mendekati Zea yang masih duduk Di sofa yang memandangnya dengan rasa geram tapi Zuan tak mengindahkan pandangan itu ia lalu menarik Zea dengan kuat lalu memeluknya.
Zea yang mendapat serangan mendadak seperti itu pun tubuhnya menjadi kaku jantungnya berdetak tak beraturan. Ini kali pertamanya ia di peluk oleh laki laki selain abang nya keno.
"Kamu gapapa kan Zea, aku kawatir banget sama kamu"
Zuan masih memeluk Zea malah pelukan itu semakin erat Zuan engan untuk melepas ia takut gadisnya akan menghilang lagi.
Zea kembali dengan kesadaran ia mencoba melepas pelukan itu.
"Lo mau bunuh gue ya! Gue ga bisa nafas kamvret "
Zuan lalu merengangkan pelukannya bukan melepasnya karena Zuan pun merasa sangat nyaman memeluk Zea.
"Yakkkk note book gue rusak gara gara lo bangsa*t, gue belum selain desain gue" geram Zea sambil meronta rintangan mencoba melepaskan pelukan itu hingga ia berhasil melepaskan dari pelukan Zuan.
Zuan melirik sekilas note book yang memang sudah di lantai dengan retak di mana mana.
Zea berjalan dan berjongkok mengambil note book nya tapi urung ia ambil karena ponselnya tiba tiba bergetar.
Zea mengambil ponselnya yang memang ia letakan di atas meja ia mengeser layar ponselnya untuk menjawab panggilan itu. Dengan ekspresi yang 180° berubah derastis menjadi datar dan super dingin hal itu tidak luput dari pandangan Zuan.
"Hallo" ucap Zea dengan datar
" Queen, ada pihak yang mencoba mengusik kita, mereka mau merebut wilayah timur Queen. Mereka juga berhasil melakukan transaksi mengunakan nama kelompok kita"
"Siapa? "
" kelompok mafia green Snake Queen!!"
"Kirimkan semua data ke email"
"Baik Queen"
Tut
Zea memutuskan sambung telfonnya dan mengambil noot book yang sempat urung ia ambil tadi.
Zuan sangat kesal ia merasa tidak di anggap keberadaanya di sana dengan hati yang dongkol Zuan menvekal kedua bahu Zea dengan erat.
"Lo apaapan sih, lepasin"
__ADS_1
"Gue ga bakal lepasin lo! "
"Ck, lo tuh sadar ga sih lo udah rusakin noot book gue dengan desain yang belum gue selsaikan lo peluk gue tanpa izin dan sekarang tanpa bersalah lo malah pegang gue huh, gila kalo lo ya! "
Zuan sempat terdiam dan melirik ke arah noot book yang masih di pegang Zea, yaaa dirinya akui kalo dirinya sangat ceroboh sampai merusak dan menganggu pekerjaan Zea.
"Sorry" hanya itu yang keluar dari mulut Zuan dengan ekspresi datar.
Zea pun mulai geram dengan Zuan yang gak kunjung melepas pundaknya, ia juga menangkap kalo permintaan maafnya tidak tulus.
"CK, lepasin" Zea menghempaskan kedua tangan Zuan dari bahunya.
Setelah berhasil lepas dari Zuan Zea meraih ponselnya untuk menelpon seseorang.
Tutttt
Tutttt
Zuan masih di sana menunggu dan melihat dengan siapa Gadisnya telepon, tak seberapa lama telpon pun di angkat
"Jeff, kirimkan gue noot book terbaru paling cangih"
Mendengar Zea meminta noot book pada seorang yang di panggil 'JEFF' yang Zuan tebak itu adalah seorang lelaki Zuan langsung merampas ponsel Zea dan langsung mematikan panggilan itu dengan dua kata "GA USAH! "
KLIK
Zea menatap tajam ke arah Zuan yang kini duduk di sofa yang di tatap pun masih tampak santai dengan tanganya yang asik bermain dengan ponselnya. Diam tanpa kata ponsel Zea juga masih ada di tangan Zuan.
"Maksud lo apaan? Balikin ponsel gue!! "
Masih sama Zuan masih diam ia merasa gadis incarannya ini banyak menyimpan laki-laki. Iyaaa Zuan juga menyadari pasti banyak yang mengincar gadis incaranya, paras cantik, karir yang sudah melejit, pergaulan yang tidak ia pandang dari kasta dan kemampuan ia mengambil alih pusat perhatian di setiap tempat dan suasana. Yaa Zuan berfikir harus cepat meng-klaim Zea untuk menjadi gadisnya Zuan juga bertekad untuk segera menikahi Zea ia tak mau sampe pria lain mendapatkan Zea.
"Siall, ternyata lo punya banyak laki laki. Bodohnya gue pasti di luar sana banyak laki laki yang ngincer lo. Gak gue enggak akan biarkan siapapun laki laki itu milikin lo kecuali gue. ****** bangettt gue yang selama ini selalu di kejar kejar semua gadis yang dengan senang hantu melemparkan tubuhnya ke gue tanpa harus ada ikatan dan kini gue malah tertarik pada gadis yang sama sekali ga tertarik sama ke tambahan dan kekayaan gue, huh siall" gerutu Zuan dalam hati.
Tak seberapa lama datang seseorang yang membawakan dua pilihan noot book. Seorang lelaki memakai baju seperti bodyguard meletakkan dua noot book itu di atas meja. Pandangan bodyguard itu tak sengaja melihat Aletta yang sedang tertidur di sofa sebelah Zuan.
Yaa setelah beberapa kali berusaha merebut ponselnya dengan disertai perdebaran kecil tapi tidak juga berhasi sedari tadi Zea menahan kekesalan sampai ia tertidur di sofa mungkin efek kelelahan.
Bodyguard itu masih diam menikmati pemandangan di depan matanya, Zuan yang merasa bodyguard itu tak kunjung pergi ia yang semula menatap layar ponselnya menjadi mendongak menatap bodyguard nya tapi bodyguard itu masih tak sadarcdengan tatapan dari Zuan.
Akhirnya Zuan mengikuti arah pandang si bodyguard dan pandangan bodyguard itu terarah pada gadis yang tertidur di sofa sampingnya.
__ADS_1
Zuan beralih menatap bodyguard itu dengan tatapan tajam bak singa yang siap memangsa buruannya.
" KAU MAU BUTA HUH?? " Teriak Zuan mengelegar membuat bodyguard itu sadar atas kesalahannya.