
"Arggghhhhhhhhhhh siallllll kenapa aku harus ketemu sama laki² itu lagi menyebalkan"
Bruk
Zea melemparkan sepatunya yang iya pakai ke sembarang arah, iya merasa sangat kesal dengan kejadian tadi, setelah melihat adegan percumbuan laki² itu iya harus merasa lebih jijik saat laki² yang menjijikan itu menghampiri dirinya yang tengah bersama anggotanya itu. Dan lebih menjijikan lagi orang itu tertarik padanya.
Para anggota singa 2 yang sudah masuk ke dalam ruangan itu hanya melihat Queen nya yang sedang mengerutu kesal, mereka melihat raut kekesalan yang semakin berlipat lipat di wajah queen nya itu. Kini Zea tengah mendudukan dirinya di singel sofa yang biasa Zea duduki.
"Apa kau mengenalnya Queen? "
"Hem"
"Siapa laki laki itu Queen"
"Beberapa hari yang lalu dia datang ke butik ku bersama pasangan nya untuk memesan gaun pernikahannya dengan pasangannya itu"
"Woahhh brengsek bangettt laki² tadi udah mau nikah malah masih bercumbu di club dengan ****** murahan nya"
"Bukan cuma brengs*k Tia, tapi laki-laki tadi juga bangs*t lo tadi ga dengar dia teriak kalo dia bersumpah akan mendapatkan Queen kita ini"
"Emm ya lo betul Tia, bisa bisanya dia berteriak gitu ga tau malu"
"Tau ahhh sebel gue kenapa coba gue harus bertemu dengan laki laki menjijikan seperti itu"
"Lo harus ha**... "
Belum sempat ucapan sisi selesai ucapan itu sudah di potong dengan bunyi gedoran yang cukup keras di pintu ruangan zea.
Bug..
Bug.. .
Bug.. .
"Bang*at siapa mereka sampai berani gedor ruangan milik Queen" ucap tata di anggota singa itu tata yang memeiliki temperamen yang buruk jadi jika ada yang berani mengusik dia atau Queen nya dia tak segan segan untuk langsung turun tangan memberi pelajaran yang pantas karena telah berani mengusik dirinya dan Queennya.
"Tau tuh ga punya etika banget"
"Siallll sepertinya orang itu memang ingin menantang maut" ucap tata yang kini sudah berjalan ke pintu untuk melihat siapa yang berani mengedor pintu itu.
Tata tidak langsung membuka pintu itu tapi dia melihat dari lubang kecil di pintu itu yang mana jika dari luar lubang itu taka kan terlihat oleh siapapun karena lubang itu berwujud kedua mata dari ukuran naga besar tangan ada di pintu itu.
Tata membulatkan matanya dan mulutnya membuka membentuk huruf O saat mengetahui siapa yang berani mengedor pintu ruangan milik zea itu. Lantas ia berbalik menghampiri Queen dan teman teman nya.
"Udah lo kasih pelajaran ta? "
"Hhhhh pasti orang itu sudah bonyok semua karena ulah lo teman kita ini hhh"
"Diem dulu napa kalian ga usah negbacot dulu, belum juga gue ngomong kalian nyerocos mulu kaya petasan"
"Ye bukan gitu Ta kan bisanya yang jadi kalo berani ngusik lo paling ringan kan bonyok semua, betul ga si? "
"Hooh"
"Shuuuuttttt, diem dulu gue mau ngomong"
"Queen"
"Hemm"
"Laki laki tadi yang nyamperin lo a*** "
Belum selesai berbicara ucapan tata udah di potong oleh Zea
"Kenapa denganya lo suka sama laki laki menjijikan itu"
__ADS_1
"Haelahhhh bukan ogeb"
"Terus"
"Yang gedor pintu tadi laki laki itu, dan gue lihat dia sama satu cowok ga kalah tampan denganya juga beberapa penjaga"
Dug
Dug
Dug
Zuan mengedor ruangan itu lagi kerena belum ada tanda tanda pintu itu akan di buka
"****!! Apa mereka sudah memulai bersenang senang "
Zuan terus mengedor pintu itu sambil ia mengerutu.
"Boss biar saya dobrak pintunya" ucap salah satu penjaganya"
"Kenapa ga bilang dari tadi, mau gue pecat hah? Udah cepet dobrak pintu ini gue ga rela gadis incaran gue di sentuh laki laki lain"
"Siap bos" ucap 3 penjaga yang ada di sana
*****
"Nagapin laki laki menjijikan itu mengikuti ku sampai sini"
"Mungkin laki laki tadi mengira lo dan kita sebagai penyewa rom private, kemungkinan besar dia ga tau kan kalo club ini punya lo"
"Ha ha ha apa dia fikir kita akan bersenang senang seperti penyewa rom private lain nya" celetuk sisi
Zea yang mendengar ucapan teman temanya itu pun menyeringai Zea memikirkan ide yang bisa membuat laki laki menjijikan itu kesal.
"Gue punya rencana"
"Ha ha ha haaa gue ga sabar buat hiburan kecil ini "
Bruk
Bruk
Bruk
Salah satu penjaga mendobrak pintu itu sedangkan di balik pintu itu sudah ada Tia yang siap untuk menarik masuk penjaga yang mendobrak ointu itu dengan cepat.
Penjaga itu kembali mendobrak pintu itu karena tadi belum berhasil.
Bruk
Bruk
Bruk
Ceklek
Sertttt
Dengan cepat Tia yang membuka pintu itu dan menarik penjaga yang mendobrak pintu itu setelah ia berhasil menarik penjaga yang mendobrak pintu itu Tia kemabli mebunci pintu itu.
Saat penjaga itu berhasil ia bawa masuk Tia langsung memukul tengkuk penjaga itu sampai penjaga itu tak sadarkan diri.
Tia mengikat penjaga itu di kursi dekat pintu tadi.
"Kita tunggu dia sadar atau gue sadarkan sekarang Queen"
__ADS_1
"setrum dia biar cepat sadar"
Tia menuruti permintaan Zea ia mengambil alat setrum kecil yang ada di laci ruang Zea.
Zuan yang mendapati penjaganya yang mendobrak pintu itu di tarik masuk dengan cepat membuat fikiranya semakin berkelana.
"****!! Kenapa mereka mengambil penjaga gue, apa mereka juga mau mencoba bersenang senang dengan penjaga gue"
Zuan masih mondar mandir berfikir gimana caranya ia bisa mengeluarkan gadis incaran nya dari ruangan itu
"Argggghhhh, arco aku harus bagaimana?"
"Sebaiknya tuan minta tolong sama manager di clu* "
Belum sempat omongan arco selesai zuan mendengar \*\*\*\*\*\*\* laki laki
Aaaaaa
Ha ha ha ha
Aaaaaa
"Sudah, sudahhh ha ha ha"
Yang dimana suara itu akan terdengar sangat panas di telinga orang orang yang mendengar, otak zuan semakin tidak bisa di ajak berfikir saat ia mendengar \*\*\*\*\*\*\* itu.
"Sialll apa mereka juga bermain dengan penjaga ku arghhhhhh" terik zuan frustasi
Di dalam ruangan itu penjaga itu sepertinya sudah tak sanggup lagi
"Saya mohon hentikan ini sungguh mengerikan"
"H h h h ini sangat asik, nikmatilah " ucap tata yang kembali mengelitiki kaki penjaga itu
Ya setelah penjaga itu terbangun Tia langsung melepaskan sepatu penjaga itu sedangkan tata yang sudah bersiap dengan kemoceng bulu ayam di tangan nya.
Iya suara dari penjaga yang kakinya di gelitiki oleh tata . Mereka berlima tampak puas tertawa terbahak bahak malah ada yang sampai mengeluarkan air mata di sudut matanya karena terlalu tertawa, ada juga yang memegangi perutnya karena keram Sedangkan Zea hanya tersenyum.
Arco dengan cepat memerintahkan penjaga untuk memanggil manager club itu.
Setelah menunggu beberapa menit manager pun datang dengan nafas yang memburu karena yang memanggilnya adalah penjaga dari pelanggan tetap sekaligus pelanggan VIP di club tersebut.
"Permisi tuan ada yang bisa saya bantu"
"SIAPA KAU!! " bentak zuan yang kini dirinya sudah di lingkupi emosi
Manager yang mendapat tatapan tajam dan bentakan dari zuan menjadi gugup
"Sa saya ma manager di c club i ini tuan"
"CEPAT BUKA PINTU INI! ! "
manager itu melirik sebentar pintu yang di maksut dari pelanggan setianya itu, manager itu menelan salvinya dengan susah payah karena sadar pintu yang di maksut itu adalah pintu ruangan pemilik club.
Zuan yang melihat manager itu tidak ada pergerakan menjadi semakin marah
"APA KAU TULI HAH"
Manager yang dapat bentakan dari zuan itu tampak ragu, ia tak mau kehilangannya nyawanya karena kemarahan dari pemilik club itu di sisi lain ia juga takut meregang nyawa di tangan pelangannya ini yang mana ia juga dengar tentang kekejaman dari pelanggan nya tersebut.
__ADS_1
"Ba baik tuan saya akan mengtuknya"